Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Sadar Banyak Konten Tidak Sehat, Twitter Tawarkan Kerjasama ke Publik

Banyaknya kritik ke Twitter jadi sarana penyebaran konten tidak sehat, membuat platform media sosial ini akhirnya mengambil langkah strategis. Publik pun digandeng untuk memberikan saran agar Twitter bisa mendorong percakapan yang sehat.

Sudah bukan tudingan yang baru bahwa media sosial, termasuk Twitter, luput memantau perkembangan konten tidak sehat. Walhasil, maraknya kasus cyber bullying, kriminal hingga ujaran kebencian melalui media sosial semakin menjadi-jadi.

Pihak Twitter pun paham benar akan banyaknya konten tidak sehat di platformnya. Melalui rangkaian tweet-nya, CEO Twitter Jack Dorsey mengakui Twitter memang tidak selalu bisa memenuhi harapan pengguna. “Kami tidak berbangga diri dengan cara orang menggunakan layanan kami.”

“Kami berkomitmen membantu meningkatkan percakapan yang sehat dan terbuka di ranah publik. Hal inilah yang kami percaya akan memberikan kontribusi kepada dunia dalam beberapa mendatang,” kata Jack.

Baca juga: Survei Pembaca Setahun Gizmologi

konten tidak sehat

Related Posts
1 daripada 15

Misi mulia mengurangi konten tidak sehat tersebut tidak bisa dilakukan oleh pihak Twitter sendiri. “Kami tidak mempunyai seluruh jawaban dan kami tidak bisa melakukan ini sendirian. Tetapi kami tahu hasil akan lebih kuat jika kami bekerjasama dengan para ahli di seluruh dunia untuk memperoleh dukungan dan saran,” kata Twitter.

Seperti dikutip dari theverge.com, Twitter pun membuka ruang bagi para ahli untuk mengirimkan proposal cara memerangi konten tidak sehat dan menginisiasi obrolan bermanfaat di platform Twitter hingga 13 April 2018.

Pelamar yang terpilih akan menjadi mitra kerja Twitter mengurangi konten tidak sehat dan menerima pendanaan untuk mewujudkan proposal yang mereka kirimkan ke Twitter. Pihak Twitter pun membuat halaman di web dimana publik bisa dengan mudah mengunggah proposal mereka. Setelah itu, project kolaborasi ini akan Twitter mulai pada Juli mendatang.

Ditulis dari Reuters.com, pihak Twitter sepanjang Agustus 2016 telah menghapus 235 ribu akun yang mempromosikan ekstrimisme dalam enam bulan saja. Di Indonesia sendiri, contoh konten tidak sehat seringkali berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan dan ujaran kebencian.

Berita bohong atau hoaks pun sudah lama jadi benih pemicu pertengkaran dunia maya publik melalui Twitter. Topik yang jadi sasaran empuk konten tidak sehat biasanya seputar politik dan agama.

Sedangkan di luar negeri, tuduhan bahwa pengelola media sosial tidak cakap mengontrol konten berdampak ke hal yang lebih serius. Sebagai contoh, campur tangan Rusia atas pemilihan presiden Amerika Serikat beberapa waktu lalu telah memanaskan tudingan ke pihak media sosial atas kemampuan mereka memantau lalu lintas percakapan netizen.

Diambil dari statisca.com, jumlah pengguna aktif Twitter per kuartal keempat 2017 mencapai 330 juta. Platform ini sudah lama menjadi favorit banyak kepala negara di dunia dalam berkomunikasi dengan publik, termasuk mantan presiden AS Barack Obama dan penggantinya, Donald Trump.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.