Jakarta, Gizmologi – Pasar aset kripto menurut pantauan Ajaib Kripto akan menjadi sorotan bulan April seiring dengan semakin dekatnya peristiwa Bitcoin Halving, Rabu (2/4/2024). Padahal Bitcoin (BTC) berhasil mencatatkan performa positif pada bulan Maret.
Menurut catatan Ajaib Kripto, Bitcoin ditutup di harga $71.333 naik 16,62% dan Ethereum (ETH) ditutup di level $3.647, menguat sebesar 9,40%. Bulan Maret juga sekaligus menutup kuartal pertama tahun 2024 di mana Bitcoin ditutup melesat 68,68% dan Ethereum ditutup menguat sebesar 59,66%.
“Dengan ETF Bitcoin yang disetujui pada 10 Januari 2024 telah berdampak positif sepanjang kuartal pertama tahun ini hingga menciptakan akses bagi investasi tradisional baru masuk ke pasar kripto,” ujar Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha.
Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Tembus Rp1 Miliar, Investor Kripto Indonesia Capai 18,83 Juta Orang!
Bitcoin Halving Bukan Jadi Salah Satu Masalah

Bitcoin halving merupakan peristiwa ketika imbal hasil atau reward untuk menambang transaksi bitcoin dipotong setengahnya atau 50 persen untuk membatasi penerbitan pasokan BTC. Saat ini sekitar 19,6 juta BTC telah beredar dipasar atau 93% dari total maksimum pasokan sebesar 21 juta BTC.
Menurut Hitung Mundur Bitcoin halving di Coingecko, BTC memiliki waktu 18 hari atau terjadi sekitar tanggal 20 April 2024. Untuk perhitungannya, menurut data Coinglass, rata-rata Bitcoin ditutup naik 27% pada kuartal kedua dalam periode 2013-2023.
Maka kemungkinan pada beberapa minggu kedepan Bitcoin berpotensi akan turun menuju area supportnya sebelum kembali ditutup bullish (kondisi di mana harga aset di pasar mengalami peningkatan atau kenaikan) pada akhir kuartal 2 pada Juni 2024.
Sementara proyeksi akhir tahun Bitcoin berpotensi akan kembali ditutup positif di atas level $73.000 melihat dari apa yang terjadi ketika di halving sebelumnya di tahun 2012, 2016, dan 2020. Pada tahun tersebut Bitcoin (BTC) selalu ditutup dengan positif di akhir tahun ketika adanya peristiwa Bitcoin Halving.
“Selain peristiwa halving Bitcoin yang akan datang, perubahan kebijakan suku bunga Fed dan data aliran ETF BTC spot perlu dipertimbangkan,” jelas Panji.
Pekan ini pelaku pasar akan kembali mencari petunjuk terhadap penurunan suku bunga The Fed AS. Dengan beberapa pejabat Fed yang dijadwalkan untuk berbicara minggu ini, terutama pidato dari Ketua Fed Jerome Powell untuk mengetahui indikasi kebijakan suku bunga dalam pidatonya pada hari Rabu (3/4).
Selanjutnya, masalah selain Bitcoin halving ialah data Non-Farm Payroll pada Jumat (5/4). Pasar memperkirakan bahwa sekitar 200.500 pekerjaan ditambahkan pada bulan Maret, dimana lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Perkembangan BTC di April 2024

Sepanjang kuartal pertama perdagangan spot bitcoin ETF dengan sebelas ETF Bitcoin spot yang disetujui SEC, telah membawa total arus masuk sekitar $12,1 miliar. Sejak perdagangan dimulai pada bulan 11 Januari, ETF Bitcoin Blackrock (IBIT) telah mendominasi dengan mengumpulkan arus masuk $13,9 miliar. Sementara, ETF Bitcoin Grayscale (GBTC) mengalami arus keluar sebesar $14,7 miliar.
Perdagangan Bitcoin exchange-traded funds (ETF) pekan lalu mengalami arus masuk (inflow) sebesar $860 juta. Jumlah ini kembali naik setelah pekan sebelumnya yang penuh gejolak yang menyebabkan arus keluar hampir $888 juta pada periode perdagangan 18-22 Maret.
Panji mengatakan Bitcoin (BTC) bergerak sideways sepanjang sepekan terakhir disekitar $68.500 – $71.500 dan pada Selasa (2/4) pagi pukul 08:00 WIB, Bitcoin (BTC) bertengger di $69.310, apabila BTC breakdown support MA-20 atau dibawah $68.000, BTC potensi lanjut turun ke support $64.000.
Adapun jika BTC dapat bertahan di atas support $69.000 dan di atas MA-20 maka masih berpotensi menguji area resistance $73.000.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




