Jakarta, Gizmologi – Platform penerbit stablecoin Rupiah, IDRX, resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Solana Superteam Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu (21/1/2026). Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat adopsi tokenisasi aset dunia nyata (Real World Asset/RWA) di Indonesia dengan menggunakan infrastruktur blockchain yang berbasis mata uang Rupiah, sejalan dengan arah transformasi keuangan digital yang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan likuiditas dan aksesibilitas dalam pasar aset konvensional. Melalui penggunaan IDRX—aset kripto yang nilainya dipatok 1:1 dengan Rupiah—sebagai alat tukar utama, kedua belah pihak berupaya membuka akses pendanaan yang lebih inklusif. Inisiatif ini diproyeksikan dapat memberikan solusi pembiayaan alternatif bagi berbagai sektor, termasuk industri ekonomi kreatif, yang selama ini sering terkendala hambatan administratif perbankan konvensional.
COO IDRX, Wildan Ramadhan, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar eksperimen teknologi, melainkan upaya konkret memperkuat infrastruktur digital nasional. Dengan tokenisasi, aset fisik yang bernilai tinggi dapat “dipecah” kepemilikannya secara digital, sehingga memungkinkan partisipasi investasi dari masyarakat yang lebih luas dengan modal yang lebih terjangkau, aman, dan transparan.
“Tokenisasi aset membuka peluang ekonomi baru, namun penting untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Indonesia. Melalui aset keuangan digital stablecoin, pengembangan tokenisasi dapat tetap terhubung dengan konteks ekonomi nasional sekaligus menjangkau ekosistem global tanpa kehilangan kedaulatan Rupiah,” kata COO IDRX, Wildan Ramadhan.
Baca juga: Cara Mudah Investasi Crypto: Dari Cek Harga Bitcoin Hingga Transaksi
IDRX Ingin Infrastruktur Blockchain Berkecepatan Tinggi

Pemilihan ekosistem Solana sebagai mitra strategis sudah dipertimbangkan dengan mantap. Superteam Indonesia, sebagai penghubung ekosistem Solana di tanah air, dikenal dapat menawarkan keunggulan teknologi blockchain yang dikenal memiliki kecepatan transaksi tinggi (high throughput) dengan biaya transaksi (gas fee) yang sangat rendah. Karakteristik ini dinilai krusial untuk mendukung transaksi mikro dalam ekosistem tokenisasi aset agar tetap efisien secara ekonomi.
“Superteam Indonesia berfokus pada kesiapan adopsi institusional dan penguatan ekosistem. Kolaborasi dengan IDRX kami arahkan untuk memastikan pengembangan tokenisasi aset di Indonesia didukung oleh infrastruktur yang matang dan siap digunakan secara bertahap,” ujar Mario Nurcahyanto, perwakilan Superteam Indonesia.
Dalam skema kerja sama ini, Solana akan menyediakan dukungan teknologi infrastruktur, sementara IDRX memastikan ketersediaan likuiditas Rupiah digital yang legal dan terregulasi. Sebagai informasi, IDRX sendiri telah terdaftar resmi sebagai aset keuangan digital yang sah untuk diperdagangkan di bawah pengawasan bursa kripto nasional (PT Central Finansial X), menjadikan kolaborasi ini memiliki landasan kepatuhan regulasi yang kuat untuk beroperasi di Indonesia pada tahun 2026 ini.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



