Pada awal kehadiran teknologi internet, mungkin tidak pernah terbayangkan di dalam pikiran banyak orang, bahwa teknologi ini akan membuka banyak manfaat kebaikan bagi para penggunanya. Pemanfaatan internet, terutama dengan jaringan yang cepat dan luas seperti IndiHome, bukan hanya memberikan peluang masyarakat mendapat informasi semata. Internet kini bahkan dapat menjadi katalisator aksi kemanusiaan di bidang kesehatan.
Tersebutlah Zahra Rabbiradlia, seorang blogger dari Indonesia yang berhasil memenangkan IndiHome Blogger Competition 2022 (Bagaimana Internet Bisa Menjadi Katalisator Kesehatan Nasional? Simak Kisah Zahra Ini!: 2022). Dirinya tidak pernah menyangka bahwa kemampuannya dalam mengolah informasi dan menyebarkannya di internet dapat memberi dampak positif bagi orang lain. Ketika bermain internet, Zahra menemukan sebuah cuitan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di Twitter tentang anak bernama Ali yang sedang menderita leukimia. Isi cuitan YKI berbunyi, “[URGENT] Dibutuhkan segera trombosit bagi Ananda Ali di RS Kanker Dharmais.”
Hati Zahra terketuk, ibu tiga anak yang saat ini berdomisili di Jepang ini menawarkan dirinya untuk menjadi salah satu pendonor bagi Ali. Hal yang tidak diketahui Zahra ialah proses donor darah bagi penderita leukimia berbeda dengan donor darah pada umumnya. Dirinya perlu memenuhi beberapa syarat seperti berat badan cukup, kadar trombosit, Hb, dan tekanan darah tinggi normal. Namun berkat internet cepat IndiHome, dirinya pun memperdalam pengetahuan terkait penyakit leukimia dan cara penanganannya. Pada akhirnya Zahra pun terpilih bersama dua orang lainnya untuk menjadi pendonor. Jalan takdir semacam itu, bagi Zahra, salah satunya dapat terwujud melalui kehadiran IndiHome yang dapat memberikan layanan internet cepat dan luas.
Cerita tentang pentingnya layanan internet cepat juga dialami oleh Firsty Ukhti Molyndi, seorang penyandang disabilitas asal Palembang (Manfaat Internetnya Indonesia untuk Penyandang Disabilitas: 2022) . Moly, panggilan akrabnya, bersyukur dipertemukan dengan IndiHome dengan layanan internet cepatnya. Bukan apa-apa, bagi penyandang disabilitas agak sulit menemukan kesempatan kerja di luar, meski dalam usia produktif. Sehingga keberadaan teknologi seperti internet dapat membuka peluang baru bagi mereka untuk dapat berkarya secara luas. Moly pun demikian, dirinya memanfaatkan internet untuk menyebarluaskan karya tulisnya. Hasilnya belasan karya tulis antologi berhasil diterbitkan, sebut saja “Matahari di Riak Musi”, dari Lingkar Pena Palembang 2021, atau antologi “Ibuku Berbeda” terbitan Diva Press 2013.

Menurut Moly, internet sudah menjadi kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas seperti dirinya. Apalagi ia sering melihat teman-teman disabilitas khususnya di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) sudah piawai menggunakan internet. Seperti halnya penyandang disabilitas lain di dunia, Moly berharap dapat merasakan manfaat internet lebih luas. Moly mencontohkan, saat ini di dunia luar sedang berkembang teknologi rumah pintar yang dapat digunakan oleh penyandang disabilitas daksa. Dengan teknologi tersebut dapat memberikan perintah benda-benda di rumah melalui suara.
Begitulah keajaiban teknologi internet. Kehadirannya kini lebih dari sekadar pelengkap hidup, tapi bisa menjadi salah satu sumber kehidupan itu sendiri. Tentang bagaimana Zahra maupun Moly dapat memanfaatkannya dengan baik menjadi perkara yang dapat dijadikan inspirasi.
Begitulah keajaiban teknologi internet. Kehadirannya kini lebih dari sekadar pelengkap hidup, tapi bisa menjadi salah satu sumber kehidupan itu sendiri.
Selain itu, kebaikan hidup yang dapat mereka berdua lakukan juga tidak lepas dari komitmen sebuah provider internet bernama IndiHome untuk terus memberikan layanan terbaik secara berkelanjutan. Dan mungkin ada banyak Zahra atau Moly lainnya di luar sana yang turut mendapatkan manfaat serupa dari layanan internet IndiHome, hanya saja belum terekspos.
Menariknya kisah penuh inspirasi bukan satu dua kali berputar di ranah kerja IndiHome. Provider internet di bawah naungan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., tersebut nyatanya telah melakukannya sejak lama. Terutama ketika Indonesia dihantam pandemi Covid-19 pada tiga tahun terakhir. IndiHome tidak hanya sekadar memberikan layanan internet cepat dan luas saja. Tapi juga terus berinovasi dengan pendekatan humanis yang manis.
Kebutuhan Internet Saat Pandemi

Mari sedikit kembali ke masa pandemi, ketika masyarakat dunia tidak pernah menyangka bahwa efek pandemi virus Covid-19 global begitu dahsyat sehingga melumpuhkan berbagai sektor serta aktivitas sosial. Pandemi Covid-19 bahkan mampu mengubah perilaku sosial masyarakat untuk jangka waktu tertentu, salah satunya dengan banyak berdiam diri di rumah. Selama pandemi, interaksi virtual menjadi opsi utama daripada pertemuan langsung, begitu juga dengan sesi obrolan video pribadi yang dengan cepat menggantikan pertemuan publik.
Aktivitas bekerja dari rumah maupun sekolah jarak jauh jadi sangat disarankan atau diterapkan, pertemuan profesional sering dilakukan secara online, dan ruang kelas serta seminar bermigrasi ke kursus dan webinar pendidikan online. Kegiatan olahraga kolektif dan acara hiburan juga dikurangi sementara kegiatan di dalam ruangan meningkat, dengan teknologi digital yang lebih aman dan mudah diakses.
Dunia benar-benar berubah selama pandemi berlangsung. Ketika masyarakat ‘dipaksa’ berdiam di rumah, itu mendorong hadirnya internet tampil sebagai medium utama untuk berinteraksi dengan orang lain. Penyebaran infeksi virus Covid-19 juga membuat pola konsumsi masyarakat juga berubah secara dramatis. Berkebalikan dengan pelayanan tatap muka, seperti makan di luar dan hiburan yang menurun tajam, konsumsi barang dan jasa secara online seperti e-commerce telah meningkat, dan para pengamat memperkirakan pola tersebut akan berlanjut meski pandemi berakhir.
Hal yang unik ialah pandemi ternyata justru mendorong penetrasi internet di Indonesia. Dikutip dari Katadata.co.id., Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Zulfadly Syam, pandemi Covid-19 turut mendorong penetrasi internet di Indonesia. Hal tersebut didasari survei APJII pada 9 Juni lalu, dimana tingkat penetrasi internet Indonesia meningkat ke angka 77,02% pada 2021-2022. Artinya, dari total populasi penduduk Indonesia sebanyak 270 juta jiwa, sekitar 207 juta jiwa di antaranya sudah mendapat akses internet.
Begitulah, bagai blessing in disguise, ketika pademi yang dianggap musibah bagi kebanyakan orang, justru dijadikan momentum penetrasi digital di Indonesia. Dan ketika masyarakat melihat banyak hal menjadi sulit di masa tersebut, nyatanya IndiHome jadi pihak yang berusaha mengerahkan daya dan upaya untuk memberikan layanan terbaik bagi banyak pihak di Indonesia, sekaligus mengurangi beban yang mereka tanggung.
Baca juga: Teknologi Pedal Assist, Bawa Ebike Jadi Tren Baru Industri Sepeda
Hadir untuk Peduli, Bukan Sekadar Kapitalisasi

Pada era pandemi Covid-19, di bulan Januari 2022, tercatat ada 204,7 juta orang dari total 270 juta populasi di Indonesia adalah seorang pengguna internet aktif (statista.com). Sementara itu, berdasarkan perhitungan di kuartal ketiga 2021, setidaknya ada sekitar 8 jam 36 menit waktu dalam sehari dihabiskan masyarakat untuk aktif di internet. Hal itu menunjukkan internet menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat di Indonesia. Juga memperlihatkan bahwa Indonesia merupakan pangsa pasar potensial untuk para provider internet telekomunikasi.
Tapi nyatanya IndiHome melihat masyarakat lebih dari sekadar baris angka statistik potensial saja. Provider internet ini memperlihatkan bahwa mereka berada di atas tanah yang sama dengan para pelanggannya. Dimana rasa kekeluargaan dan kemanusiaan harus ditinggikan di atas bisnis kapitalisasi semata. Sehingga tidak mengherankan apabila kemudian IndiHome mendorong percepatan adaptasi digital dengan membuat program Sobat IndiHome (Raih Cuan Lewat Sobat IndiHome, Telkom Buka Peluang Masyarakat Jadi Agen Digital!: 2022). Program yang diinisiasi Telkom sejak Februari 2020 ini memberikan kesempatan untuk masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara menyebarkan URL/link referral registrasi IndiHome kepada siapa pun lewat akun sosial media.
Jangan lupakan juga hastag #InternetnyaIndonesia, dimana IndiHome memberikan salah satu solusi telekomunikasi terbaik bagi masyarakat untuk berlangganan Paket Bebas Tanpa Batas kecepatan hingga 50Mbps. Dan masih ditambah diskon hingga 39% atau mulai Rp200 ribuan untuk biaya tagihan per bulannya (Segera Langganan Paket Bebas Tanpa Batas IndiHome, Biaya Berlangganan Lebih Ekonomis!: 2022)
“Sebagai #InternetnyaIndonesia, IndiHome senantiasa mengedepankan kebutuhan dan kepuasan pelanggan. We are here, we do care menjadi prinsip kami dalam memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan,” ujar Mohamad Khamdan, Operation Vice President Consumer Fulfillmen Telkom, kala itu.
We do care. Kepedulian nyata yang bukan sekadar lip service pada tahun 2022. Tahun di mana kondisi masyarakat masih limbung setelah dihantam pandemi dahsyat dua tahun sebelumnya. Kala itu masyarakat sedang melalui fase new normal, yakni fase peralihan dari kondisi hidup yang serba terbatas karena kebijakan karantina wilayah ke kondisi hidup normal seperti sebelum pandemi.
Kepedulian itu diwujudkan dalam program mudik bersama bertajuk Mudik Aman Mudik Sehat Bersama BUMN (Nggak Cuma Sediakan Layanan Internet Berkecepatan Tinggi, IndiHome Juga Gelar Mudik Gratis Tahun Ini: 2022). Dalam penyelenggaraannya, TelkomGroup dan IndiHome sebagai bagian dari perusahaan dibawah naungan Kementerian BUMN turut andil dalam menyediakan 10 bus dengan kuota peserta mudik sebanyak 450 orang. Mudik bersama kala itu berlokasi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dengan tiga rute yang ditempuh Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Strategi IndiHome untuk berada di tengah masyrakat dan membantu mereka bangkit dari keterpurukan akibat pandemi tetap dibarengi dengan perbaikan di tubuh perusahaan. Mereka sadar peran mereka tetaplah sebagai provider internet yang harus dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Apalagi menurut data dari PWC (PricewaterhouseCoopers) 73% pengalaman pengguna lebih utama dibandingkan produk yang ditawarkan. Itulah mengapa IndiHome juga melakukan sinergi dengan TelkomGroup khususnya Telkomsel melalui penjualan IndiHome Halo, IndiHome Orbit, dan IndiHome+. Dimana sinergi ini akan memberikan pilihan layanan lebih luas untuk solusi fixed broadband dan seluler bagi pelanggan.
Selain inovasi dalam layanan dan produk, coverage area layanan IndiHome pun diperluas hingga ke 498 kota dan kabupaten di Indonesia. IndiHome menargetkan cakupan layanan yang menjangkau seluruh wilayah di Indonesia agar masyarakat dapat menikmati layanan internet untuk kebutuhan aktivitas tanpa batas (IndiHome Utamakan Kepuasan Pelanggan dengan Berbagai Inovasi: 2022).
IndiHome Terus Menginspirasi dan Berinovasi

Kini di tahun 2023, inspirasi dan inovasi IndiHome tidak berhenti begitu saja. Ada banyak program yang mereka jalankan untuk mendorong produktivitas pelanggannya di Indonesia. Mengawali tahun dengan berbagi perangkat modem Orbit kepada para pelanggan baru di kota Sukabumi, Tasikmalaya, dan Karawang (IndiHome Jawa Barat Bagi-Bagi Orbit untuk Pelanggan Terpilih: 2022).
Dilanjutkan dengan menawarkan segmentasi produk yang lebih spesifik bagi pengguna. Sehingga pengguna dapat lebih efisien dalam pemanfaatan kecepatan internet sesuai dengan kebutuhan mereka. Serta pemeliharaan rutin oleh Telkom terhadap sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Ruas Sorong-Merauke. Hal itu dilakukan dalam upaya menjaga kualitas layanan IndiHome di wilayah timur di Indonesia. Wilayah yang acapkali diabaikan banyak vendor internet karena letaknya yang jauh.
Sokongan terhadap para generasi muda juga terus dilakukan IndiHome, salah satunya melalui perhelatan Limitless Esport Academy (LEAD) 2023 di kota Bandung. Program ini merupakan bagian dari kaderisasi IndiHome untuk melahirkan atlet esports yang dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Pada akhirnya kisah Zahra dan Moly telah menjadi pembuka mata kita mengenai provider internet bernama IndiHome di Indonesia. Dari kisah inspiratif dua anak manusia itu, kita mengenal bahwa IndiHome berhasil hadir di tengah-tengah pelanggannya. Tidak hanya sekadar memberi layanan internet cepat dan luas saja, melainkan turut berpartisipasi dalam dinamika kehidupan yang mereka alami. Pandemi telah menjadi saksi tentang gigihnya provider satu ini untuk terus menginsprasi dan berinovasi, yang bahkan tidak berhenti meski pandemi sudah dinyatakan berakhir di hari ini (WHO, 2023). .
Referensi:
- Statement on the fifteenth meeting of the IHR (2005) Emergency Committee on the COVID-19 pandemic
- Internet usage in Indonesia – statistics & facts
- Daniel L. King, Paul H. Delfabbro, Joel Billieux, and Marc N. Potenza. Problematic online gaming and the COVID-19 pandemic
- Karrol Noel, Kieran Conboy, Normalising the “new normal”: Changing tech-driven work practices under pandemic time pressure
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



