Monster Hunter Outlanders akhirnya resmi meluncur secara global pada Kamis (29/10/2026), termasuk di Indonesia. Game anyar dari seri terkenal Monster Hunter buatan Capcom ini sudah dapat dimainkan di perangkat Android dan iOS secara gratis, dengan server yang dibuka mulai pukul 05.00 WIB.
Tampil sebagai seri baru, game Monhun: Outlander dikembangkan oleh TiMi Studio Group di bawah lisensi dan pengawasan Capcom dan diterbitkan secara langsung oleh Garena di Indonesia.
Baca Juga: Dava Wardana Ungkap Proses di Balik The Morgue Shift, Game Horor Roblox yang Berbeda
Masih membawa pengalaman berburu monster yang intensif dan seru dari seri-seri Monster Hunter sebelumnya, Outlanders memberikan para Hunter untuk berburu Rathian hingga Kulu ya Ku di perangkat mobile, seperti smartphone dan tablet.
Tak hanya itu, pemain juga dapat menjelajahi dunia terbuka, membuat perlengkapan, hingga bekerja sama dengan tiga pemain lain untuk menghadapi monster berukuran besar dan ganas di dalam game.
Walau memiliki kesamaan yang kental dari seri Monhunt lainnya, Outlander menawarkan petualangan di dunia virtual bernama Aesoland. Game ini memang dikembangkan khusus untuk perangkat mobile, bukan adaptasi langsung dari Monster Hunter versi konsol atau PC.
Fitur di Monster Hunter Outlanders, Apa Saja?
Outlander mengambil latar cerita di Aesoland, sebuah wilayah dengan beragam lingkungan, mulai dari hutan, rawa, hingga gurun. Setiap area memiliki ekosistem dan monster yang dapat ditemukan ketika pemain melakukan eksplorasi.
Seperti game Monster Hunter pada umumnya, perburuan menjadi aktivitas utama. Pemain harus mempelajari pola serangan monster, menentukan waktu menyerang, dan menggunakan perlengkapan yang sesuai untuk memenangkan pertarungan.
Dalam debutnya hari ini, Hunter bisa memilih satu dari delapan jenis senjata yang tersedia, yakni Great Sword, Long Sword, Dual Blades, Hammer, Lance, Charge Blade, Heavy Bowgun, dan Bow.
Setiap senjata memiliki gaya bertarung berbeda. Great Sword mengandalkan serangan berat, sedangkan Dual Blades menawarkan gerakan cepat. Pemain yang lebih menyukai serangan jarak jauh dapat menggunakan Bow atau Heavy Bowgun.
Sistem pertarungan juga telah disesuaikan dengan kontrol layar sentuh. TiMi Studio membuat game ini dari awal dengan menyediakan pilihan kontrol untuk pemain yang sudah mengenal seri Monster Hunter maupun mereka yang baru mencoba game tersebut di smartphone.
Menariknya, Monster Hunter Outlanders tidak menggunakan sistem pertarungan otomatis. Pemain tetap harus mengendalikan karakter, menghindari serangan, dan menentukan strategi ketika berburu.
Selain bisa berburu monster secara solo, gamer juga bisa bermain dengan teman lewat mode co-op yang mendukung hingga empat pemain secara bersamaan. Fitur ini memungkinkan pemain membentuk kelompok untuk menghadapi monster yang lebih sulit.
Eksplorasi Aesoland juga dilengkapi mekanisme di mana pemain dapat membangun berbagai struktur, seperti zipline, peluncur, dan fasilitas gliding untuk membantu perjalanan melintasi area yang luas.
Ada Monster Baru dan Karakter Pendamping
Monster Hunter Outlanders tidak hanya membawa monster yang sudah dikenal penggemar, seperti Rathalos, Rathian, Diablos, dan Nergigante.
Pengembang juga memperkenalkan monster orisinal bernama Ruger Aidal, seekor Elder Dragon dengan sayap bercahaya dan kemampuan menghasilkan serangan panas yang kuat.
Kehadiran Ruger Aidal turut memengaruhi ekosistem Aesoland. Sejumlah monster dapat muncul dalam bentuk Radiant dengan perubahan tampilan dan perilaku, sehingga pemain perlu menyesuaikan strategi ketika menghadapi mereka.
Dalam petualangan, pemain juga ditemani Buddies, karakter pendamping yang membantu aktivitas eksplorasi dan perburuan. Beberapa di antaranya adalah Palico, Rutaco, dan Trillan.
Outlanders turut memperkenalkan karakter Adventurer dengan kemampuan bertarung berbeda. Pemain dapat mengombinasikan karakter dan jenis senjata untuk mencoba variasi serangan.
Meski dapat diunduh gratis, game ini menerapkan pembelian dalam aplikasi. Sistem perekrutan karakter juga menjadi bagian dari mekanisme monetisasi yang perlu diperhatikan pemain.
Spesifikasi HP untuk Main Monster Hunter Outlanders
Monster Hunter Outlanders tersedia untuk perangkat Android dan iPhone, tetapi tidak semua smartphone dapat menjalankan game ini dengan optimal.
Berdasarkan informasi resmi pengembang, perangkat Android disarankan menggunakan Android 12 atau lebih baru, sedangkan perangkat Apple membutuhkan iOS 17 atau versi lebih baru.
Pengembang juga merekomendasikan smartphone atau tablet dengan RAM minimal 6GB.
| Komponen | Rekomendasi |
| Platform | Android dan iOS |
| Android | Android 12 atau lebih baru |
| iPhone/iPad | iOS 17 atau lebih baru |
| RAM | 6GB atau lebih |
| Controller | Didukung |
| Harga | Gratis, dengan pembelian dalam aplikasi |
Ukuran unduhan awal pada App Store tercatat sekitar 3,6GB. Namun, pemain perlu menyediakan ruang penyimpanan tambahan karena game mengunduh dan mengekstrak data setelah pemasangan.
Laporan menjelang peluncuran menyebut kebutuhan data game dapat mencapai belasan hingga puluhan gigabyte, tergantung platform dan proses instalasi. Karena itu, ukuran aplikasi yang terlihat di toko digital belum tentu mencerminkan total ruang penyimpanan yang dibutuhkan.
Perlu dicatat, spesifikasi di atas merupakan rekomendasi resmi pengembang, bukan jaminan game akan berjalan dengan frame rate tertentu. Performa tetap bergantung pada chipset, pengaturan grafis, dan kondisi perangkat.
Cara Download Monster Hunter Outlanders di Android dan iPhone
Pemain di Indonesia dapat mengunduh Monster Hunter Outlanders melalui Google Play Store untuk Android atau App Store untuk iPhone dan iPad.
Setelah menginstal game, pemain perlu mengunduh data tambahan sebelum memulai petualangan di Aesoland. Sebaiknya gunakan jaringan Wi-Fi yang stabil dan pastikan ruang penyimpanan mencukupi.
Monster Hunter Outlanders menjadi salah satu upaya Capcom memperluas seri Monster Hunter ke pasar mobile. Melalui pengembangan bersama TiMi Studio Group dan penerbitan oleh Garena di Asia Tenggara, game ini mencoba membawa mekanisme perburuan yang selama ini dikenal di konsol dan PC ke perangkat yang lebih mudah diakses.
Meski begitu, kualitas kontrol layar sentuh, stabilitas frame rate, serta pengaruh sistem monetisasi terhadap progres permainan masih perlu diuji langsung setelah peluncuran.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

