Inilah 3 Rahasia Bangun Bisnis Sukses dengan Modal Minim

Jakarta, Gizmologi – Sebelum memutuskan untuk membangun sebuah bisnis, para pelaku usaha perlu mengetahui situasi pasar serta strategi yang tepat, supaya bisa terus berkembang ke depannya. Tidak harus memiliki modal yang besar, asalkan dengan cara yang tepat, memiliki modal minim pun tidak masalah. Termasuk di masa pandemi.

Meski memang, situasi yang tak menentu saat ini, ditambah dengan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga hadir sebagai tantangan tambahan. Untuk itu, platform diskusi interaktif bulanan milik ShopeePay, ShopeePay Talk kali ini membahas topik untuk membangun bisnis dengan modal minim. Bersama dengan tiga pembicara yang sangat relevan.

Dalam pembukaan sesi obrolan virtual tersebut, Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay mengatakan, “kami memahami bahwa modal minim kerap kali menjadi salah satu aspek pertimbangan utama seseorang dalam mulai berbisnis. Padahal, strategi bisnis dan pemilihan target pasar yang tepat dapat menjadi sebuah landasan dasar untuk membangun bisnis yang menghasilkan walaupun dengan modal yang relatif kecil.”

Baca juga: 3 Jurus Mengakselerasi Pertumbuhan Bisnis dengan Teknologi

Bila selama ini masyarakat berasumsi kurang baik terkait jumlah modal saat memulai bisnis, diskusi ShopeePay Talk mencoba untuk mematahkan obrolan tersebut. Berikut tiga strategi efektif yang bisa diterapkan para pelaku usaha dengan modal minim hanya ratusan ribu rupiah.

Menentukan Target Pasar yang Ingin Disasar

ShopeePay Talk - bisnis modal minim

Sebagai langkah awal, yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha dalam memulai bisnis dengan modal minim adalah menentukan target pasar yang hendak disasar. Setelah terbentuk, bisa diciptakan solusi dan permasalah yang dimiliki untuk target pasar tersebut. Agar bisa ciptakan produk dan jasa yang sesuai atau yang ingin dipecahkan oleh bisnis yang dirintis.

Pemilik bisnis Ayam Goreng Nelongso, Nanang Suherman memaparkan bila modal awalnya hanya Rp500 ribu. Menu yang dihadirkan hanya satu jenis, dengan menu andalan paket nasi ayam dengan harga Rp5 ribu. “Saya sengaja membuat paket menu murah meriah karena sejak awal saya bertekad untuk menyasar mahasiswa sebagai target pasar,” jelas Nanang.

Sesuai dengan harganya, target yang ingin dijangkau adalah kalangan mahasiswa, dan mendirikan gerai di area kampus dan tempat kos. Termasuk sediakan metode pembayaran digital karena anak muda yang lebih suka cashless. Saat ini, sudah ada 71 gerai Ayam Goreng Nelongso, tersebar di Tanah Air.

Memanfaatkan Kekuatan Platform Digital

Instagram Best Nine

Tingginya akses platform digital tumbuh tak lain akibat adanya pandemi, yang secara tidak langsung juga mendorong percepatan transformasi digital. Ria Sarwono, Brand & Marketing Director COTTONINK mengatakan bila platform digital telah memiliki peranan yang signifikan dalam pertumbuhan bisnisnya. Meski awalnya dibangun dengan modal minim alias tak seberapa.

Lewat platform digital, COTTONINK bisa jangkau konsumen dari seluruh penjuru Indonesia hingga internasional. “Di sisi lain, platform digital memberikan pengalaman belanja yang efisien dan efektif bagi pelanggan setia, termasuk adanya opsi layanan pembayaran digital yang memudahkan konsumen ketika berbelanja,” tambah Ria.

Mengukur Risiko dan Maksimalkan Modal Jenis Lain

Ilustrasi pengusaha UKM
Ilustrasi pengusaha UKM (Sumber: Freepik/tirachardz)

Proyeksi bisnis juga perlu dipikirkan, termasuk perhitungan yang matang agar siap menghadapi risiko yang ada. Dan berbicara mengenai modal, bentuknya tak hanya soal uang. Modal jenis lain bisa berupa keterampilan membangun dan jaga relasi, kreativitas, menggunakan platform digital, berkomunikasi, negosiasi dan kepemimpinan.

Dijelaskan oleh Fellexandro Ruby, seorang entrepreneur dan penemu edutech Negeri Pembelajar, pelaku usaha harus kreatif maksimalkan modal keterampilan diri. Seperti memaksimalkan networking dengan mengajak kreator konten berkolaborasi dalam bisnis yang sedang dirintis.

“Kolaborasi tersebut dapat dibangun dengan memberikan persentase saham dari keuntungan bisnis. Para kreator konten ini dapat menjadi salah satu kanal pemasaran yang efektif, dalam meningkatkan brand awareness,” jelas Fellexandro. Ia menambahkan juga bila kesuksesan sebuah bisnis tak lepas dari soft skill yang mumpuni, dan setiap keterampilan bisa dipelajari serta dikuasai selama terus ingin belajar.

Tinggalkan komen