Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

5 Alasan Pentingnya Siswa Belajar Coding dan Programming Sejak Dini

0 1.040

Laporan Bappenas tahun 2020 melaporkan jumlah lulusan STEM (science, technology, engineering dan mathematics) di Indonesia masih cukup tertinggal, hanya 0,8 lulusan per 1.000 penduduk. Hal ini rupanya menjadi perhatian Samsung Indonesia yang kemudian menyediakan fasilitas belajar coding untuk anak, terutama siswa SMA dan SMK.

Perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut melalui program Samsung Innovation Campus (SIC) memberikan pembekalan coding dan programming. Program SIC ini telah melatih lebih dari 500 siswa, di lebih dari 17 SMA dan SMK seluruh Indonesia untuk belajar coding dan programming.

Alasan pentingnya belajar coding untuk anak pelajar

ilustrasi belajar coding untuk anak
Foto:123rf/primagefactory

Samsung menyampaikan ada begitu banyak alasan mengapa belajar coding untuk anak, penting dikuasai sejak dini. Mulai dari keterampilan pemecahan masalah, pemikiran kritis dan kreativitas, hingga peluang kerja di era teknologi yang telah menjadi bagian penting kehidupan.

1. Melatih kemampuan memecahkan masalah

Memahami komputer dan mempelajari dasar-dasar coding membantu siswa untuk menghargai cara kerja berbagai hal, sekaligus mengajari mereka bagaimana memecahkan masalah dengan logis saat cara yang mereka gunakan tidak berhasil.

2. Membangun ketangguhan dalam menghadapi tantangan

Dalam menerapkan coding dan programming, beberapa proses kegagalan harus dilewati. Siswa dapat belajar mengembangkan kemampuannya untuk memperbaiki apa yang telah mereka kerjakan tanpa rasa khawatir, sampai hasil yang mereka inginkan tercapai.

3. Mengembangkan kreatifitas

Coding dan programming mengajarkan siswa untuk tidak takut bereksperimen dan percaya diri untuk menjadi kreatif, dengan berkesempatan merancang dan menciptakan sesuatu yang nantinya mungkin berguna bagi diri dan juga sekitarnya.

4. Membantu belajar STEM dengan menyenangkan 

Belajar membuat program dan kode melibatkan banyak keterampilan termasuk mengatur dan menganalisa data, serta matematika. Menggunakan logika dan keterampilan berhitung sambil menciptakan sesuatu membuat STEM lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa.

5. Meningkatkan peluang di dunia kerja masa depan

Ada semakin banyak bisnis di masa depan yang mengandalkan kode komputer, tidak hanya di sektor teknologi namun juga di sektor keuangan, ritel, dan sebagainya. Dengan kemajuan teknologi, keterampilan coding dan programming menjadi sangat dibutuhkan di industri apa pun.

Fasilitasi belajar coding untuk anak, SIC gandeng Skilvul

belajar coding untuk anak Menurut Samsung, adanya program SIC berperan dalam menciptakan siswa yang cakap. Sekaligus memiliki kualitas individual yang dapat memperbesar peluang mereka ketika memasuki dunia kerja. Hal ini ditegaskan oleh Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, yang mengatakan kebutuhan tenaga kerja terampil, kreatif, inovatif dan adaptif belum dapat dipenuhi secara optimal saat ini.

“Demi membantu generasi muda mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan industri sekarang dan masa depan, Samsung memberikan peluang untuk menguasai soft-skills, yang dilakukan melalui integrasi pendekatan science, technology, engineering dan mathematics (STEM)”, ujar Ennita.

Ia menambahkan, kontribusi yang diberikan lewat SIC, tak hanya dapat meningkatkan minat siswa terhadap STEM, melainkan juga memberikan akses untuk memfasilitasi minat tersebut, khususnya minat terhadap coding dan programming.

“Meskipun pada akhirnya siswa tidak mengejar karir di bidang IT, pengembangan keterampilan dan proses berpikir melalui pembelajaran coding dan programming dapat mereka bawa ke dalam karir apa pun”, imbuhnya.

Untuk menjalankan program SIC tahun ini, Samsung bermitra dengan Skilvul, sebuah platform pendidikan teknologi yang menyediakan konten pelajaran digital skills dengan metode blended-learning. Samsung dan Sklivul memberikan pelatihan inovasi bagi siswa di sepanjang bulan Maret hingga April

Materai belajar coding untuk anak pelajar ini mencakup Design Thinking, UX/UI (user experience/user interface), HTML, CSS dan juga JavaScript. Selanjutnya, akan dipilih 13 tim siswa terbaik yang akan diikutsertakan dalam product development bootcamp selama 9 minggu, sekaligus ikut serta dalam SIC Project Competition 2021.

“Program ini tak sebatas mengajarkan bagaimana membuat aplikasi atau situs web, melainkan membantu siswa mengembangkan cara berpikir yang kelak akan berguna dan sangat dicari di dunia kerja. Harapan kami, di akhir program siswa dapat semakin meningkatkan kemampuannya berkolaborasi, memecahkan masalah, serta merumuskan solusi atas permasalahan yang akan mereka hadapi di masa depan” tutup William Hendradjaja, Chief of Business Skilvul.

Tinggalkan komen