Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Adobe Flash Player Resmi Ditutup, Berikut Cara Uninstall di Windows & Mac

0 1.933

Mungkin nama perangkat lunak yang satu ini bakal diingat oleh Gizmo friends yang menggunakan perangkat PC aktif di era tahun 90-an. Pada masa itu, Adobe Flash Player adalah aplikasi wajib yang harus terpasang di komputer, supaya beberapa game, video atau elemen animasi lainnya bisa diputar atau dijalankan.

Namun kini, selepas beberapa tahun digunakan, Adobe telah memutuskan untuk menghentikan dukungan Adobe Flash Player. Pembaruan plugin paling akhir sudah dirilis awal Desember 2020 kemarin. Dan bila aplikasi ini masih terpasang di komputer kamu, seharusnya aplikasi bakal tampilkan pop-up warning secara konsisten.

Sebelumnya, Adobe Flash Player telah hadir sebagai plug-in untuk peramban PC sejak tahun 1996. Setelah itu hadir pula dalam bentuk aplikasi, dan beberapa peramban atau browser juga sudah menghadirkannya secara built-in, alias tak perlu install lagi. Dulunya, program ini juga bermanfaat untuk hadirkan file animasi yang juga interaktif, memiliki format shockwave flash atau “.swf”, dengan konten yang juga menyerupai video.

Baca juga: macOS Big Sur Resmi Dirilis, Bawa Fitur Baru & Peningkatan Keamanan

Alasan Adobe Hentikan Dukungan Adobe Flash Player

Adobe Flash Player
Tampilan situs Adobe saat hendak mengunduh Adobe Flash Player.

Lalu apa alasan Adobe untuk menghentikan pengembangan Adobe Flash Player, dan menyarankan seluruh penggunanya untuk hapus atau uninstall? Lewat halaman end-of-life (EOL) yang ada di situs resminya, Adobe menyatakan bila situasinya beberapa tahun terakhir sudah berbeda. Pihaknya sendiri sudah mengumumkan penyetopan aplikasi ini sejak 2017 lalu, bila bakal dihentikan pada 31 Desember 2020.

Alasannya? Karena adanya standar dukungan lain seperti HTML5, WebGL dan WebAssembly, yang terus berkembang dari tahun ke tahun hingga sudah matang, cocok sebagai alternatif dari Adobe Flash Player. Sudah banyak peramban yang menggunakan standar terbaru ini, seperti Microsoft Edge, Mozilla Firefox, Google Chrome hingga Safari milik Apple.

HTML5 kini banyak digunakan pada situs-situs mainstream untuk tampilkan efek animasi dan lainnya. Bahkan memiliki peran krusial untuk sistem operasi rilisan Mozilla, yaitu Firefox OS yang di-desain menggunakan basis internet, sehingga tidak membebani komponen smartphone yang harganya tak sampai Rp1 juta. Meski proyek tersebut sepertinya sudah tak berlanjut hingga saat ini.

Setelah 31 Desember 2020, Adobe Flash Player yang masih terpasang di perangkat komputer bakal terus memunculkan notifikasi untuk dihapus. Dan untuk menjaga keamanan mengingat sudah tidak ada pembaruan, Adobe bakal memblokir akses konten flash mulai 12 Januari 2021 mendatang, termasuk dari peramban-peramban yang disebutkan di atas.

Adobe Flash Player Wajib Dihapus dari Komputer

Notifikasi Adobe Flash Player
Adobe Flash Player yang masih terinstal bakal terus munculkan pop-up untuk uninstall.

Cara menghapus Adobe Flash Player cukup mudah. Kalau kamu sudah memperbarui versi aplikasinya, cukup klik tombol “uninstall” pada notifikasi yang bakal terus muncul secara otomatis. Namun bila kamu tidak melihat notifikasi tersebut, bisa menghapus atau uninstall secara manual.

Menggunakan PC dengan sistem operasi Windows? Cukup mengunduh aplikasi uninstaller dari Adobe pada link berikut ini, lalu simpan ke folder sesuai keinginan. Sebelum jalankan uninstaller, pastikan kamu sudah keluar dari seluruh peramban atau browser. Jika sudah, jalankan, berikan izin, dan Adobe akan menghapus Flash Player secara bersih dari komputer kamu.

Sementara untuk pengguna MacOS, kamu bisa akses menu Finder, lalu pilih Applications. Cari menu Utilities atau langsung cari “Adobe Flash Player Install Manager”. Buka, dan jalankan proses uninstall. Selain itu, Adobe juga berikan cara alternatif dengan menyediakan uninstaller seperti untuk OS Windows, yang bisa kamu cek di halaman berikut ini. Jangan lupa untuk segera dihapus ya!