Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

CISSReC: Tidak Ditemukan Transmisi Data Mencurigakan dan Malware di TikTok

2 1.719

Beberapa pekan yang lalu, di media sosial sempat diramaikan dengan informasi terkait keamanan data pada platform video pendek TikTok. Netizen ada yang menyebut bahwa TikTok mengumpulkan data pengguna seperti phone hardware, aplikasi yang diinstall, informasi jaringan, dan lokasi.

Bahkan ada yang sampai menyebut TikTok adalah malware yang menarget anak-anak remaja. ByteDance sebagai pemilik aplikasi TikTok pun segera merespon untuk melakukan sanggahan. Donny Eryastha, Head of Public Policy, TikTok Indonesia, Malaysia, Filipina, mengatakan pihaknyaberkomitmen untuk melindungi privasi dan keamanan pengguna.

“Kami bekerja dengan seksama untuk mengembangkan infrastruktur keamanan yang terbaik dan menjunjung Panduan Komunitas serta mematuhi aturan dan hukum privasi setempat yang berlaku,” kata Dony siaran pers yang diterima Gizmologi (27/7).

Pengujian TikTok oleh CISSReC

Untuk memperkuat sanggahan tersebut, lembaga riset Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) melakukan pengujian independen terhadap aplikasi TikTok. Hasil pengujian tersebut mengatakan bahwa tidak ditemukan transmisi data mencurigakan di TikTok. Kepala CISSReC juga menyatakan tidak ditemukan malware di aplikasi TikTok.

“Saat kami coba cek dengan malware analysis, tidak ada aktivitas mencurigakan saat menginstal TikTok, tidak ada malware yang bersembunyi. Bila memang mengandung malware, sebenarnya bukan hanya AS yang akan melarang TikTok, tapi Google akan menghapus TikTok dari Playstore mereka. Tapi hal ini juga tidak dilakukan Google,” kata Dr, Kepala, Communication and Information System Security Research Center (CISSReC).

Hasil pengujian independen ini senada dengan laporan yang disampaikan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS), bahwa setelah dilakukan banyak riset keamanan siber mengenai TikTok, tidak ada malware yang ditemukan.

Meski begitu, pakar IT Aat Shadewa, membenarkan bahwa tingkat kesadaran publik mengenai privasi data masih rendah. “Orang-orang tidak menyadari informasi macam apa yang aman untuk dibagi di platform digital dan bagaimana mereka sebenarnya bisa ambil bagian dalam mengatur data tersebut. Oleh karena itulah, penting bagi pemain di industri ini untuk terus mengedukasi publik mengenai privasi data,” ujar Aat.

TikTok
Ilustrasi TikTok (Foto: 123rf/prykhodov)

Tips Aman Memakai TikTok

Untuk melindungi privasi data, pengguna dapat mengambil bagian dengan melakukan tips berikut:

1. Ganti kata sandi
Mengganti sandi akan mengeluarkan semua pengguna lain yang mungkin punya akses ke akun. Jika tidak bisa mengubah kata sandi, hubungi Tim Pendukung dengan mengunjungi tab Profil, klik ikon Pengaturan, dan pilih Privasi dan Pengaturan > Kirim Ulasan. Pilih kata sandi yang aman yang mengandung setidaknya satu angka dan karakter khusus.

2. Periksa info akun
Kunjungi tab Profil, klik ikon Pengaturan, dan klik Atur Akun Saya untuk memverifikasi apakah informasi di akun Anda benar.

3. Jangan mempercayai situs web pihak ketiga
Jangan percaya situs web yang menjanjikan untuk memberikan likes secara gratis, penggemar, mahkota, koin, atau insentif lain. Karena situs web ini bisa mengambil informasi login pengguna. TikTok tidak pernah menawarkan insentif semacam itu, dan selalu mengingatkan para pengguna untuk melaporkan kepada kami jika menerima tawaran seperti itu.

4. Cek Permssion Aplikasi
Berikut cara mengatur untuk permission pada aplikasi TikTok yang juga bisa digunakan untuk aplikasi lainnya:
– Pilih Pengaturan
– Pilih App atau langsung ke aplikasi yang dituju, dalam hal ini TikTok
– Pilih App Permission
– Matikan Permission yang menurut Anda tak berhubungan dengan TikTok. Misalnya akses ke lokasi hingga kontak.