Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Melalui Festival Film, Startup Fintech Amartha Ajak Millenial Investasi di Usaha Mikro

0 1.404

Industri financial technology (fintech) di Indonesia berkembang pesat dalam dua-tiga tahun terakhir ini. Startup di segmen ini bermunculan. Salah satunya Amartha yang fokus membidik peluang investasi pada pembiayaan usaha mikro dan kecil (UMKM) di Indonesia dengan mengembangkan layanan Peer-to-Peer (P2P) Lending berbasis marketplace untuk menampung para investor.

Sebagai salah satu strategi untuk mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam pemberdayaan usaha mikro dan kecil, Amartha menyelenggarakan Festival Film Pendek dengan total hadiah Rp. 350,000,000. Untuk memilih karya-karya film pendek terbaik dari sudut pandang sinematografi maupun ketepatan penyampaian pesan, Amartha menggandeng sutradara-sutradara peraih beragam penghargaan bergengsi di bidang perfilman. Nia Dinata, Garin Nugroho, dan Lucky Kuswandi, serta pelaku seni peran dari kalangan milenial Chelsea Islan, dipercaya  sebagai dewan juri untuk Festival Film Pendek kali ini.

Melalui Festifal Film yang dibuka dari 8 Agustus 2017 hingga 9 Oktober 2017 ini, Amartha ingin mengajak lebih banyak orang-terutama kaum millenial, untuk ikut aktif mendorong pertumbuhan Indonesia ke arah yang lebih baik.Festival Film Pendek Amartha

Hal itu ditegaskan oleh Andi Taufan Garuda Putra, CEO dan Founder Amartha, mengatakan ada puluhan juta usaha mikro dan kecil yang terbatas untuk mendapatkan permodalan usaha dan saat ini permodalan bisa dijembatani melalui online. “Mereka yang berpotensi untuk menjadi Pemodal adalah kalangan milenial, berusia di bawah 30 tahun dan mayoritas bergaya hidup digital, praktis, serta menyukai media sosial dan komunikasi audio visual berdurasi pendek,” ujar Andi, saat jumpa pers di Jakarta (8/8/2017).

Andi berharap, karya-karya film pendek yang lahir dari ajang ini mampu membangun cerita inspiratif sekaligus entertaining. Sehingga bisa menggugah minat pemirsa dan juga para filmmaker yang menjadi peserta kompetisi untuk bersama-sama memberdayaan para pengusaha mikro dan kecil yang tersebar di pelosok-pelosok daerah di Indonesia.

Bagi Amartha, mengajak milenial untuk mulai berinvestasi dari usia muda memiliki multi implikasi. Pertama, menjadi momentum yang tepat untuk menggerakkan semangat kepedulian milenial terhadap nilai-nilai gotong-royong dan sosial. Kedua, mengajarkan kepada mereka tentang pentingnya mengenal produk-produk investasi yang dapat dimanfaatkan sedini mungkin.

 

Sebagai informasi, Amartha sebenarnya telah didirikan sejak 2010 oleh alumnus Harvard University, Andi Taufan Garuda Putra. Pada awalnya, model bisnisnya adalah group lending (tanggung renteng). Kemudian berubah strategi memanfaatkan teknologi menjadi layanan marketplace dengan konsep Peer-to-Peer (P2P) Lending. Saat ini, startup yang telah memperoleh pendanaan dari Mandiri Capital tersebut telah melayani lebih dari 38.000 anggota dan menyalurkan lebih dari Rp 100 Miliar pembiayaan bagi pengusaha mikro di pelosok pedesaan di Indonesia.