Pekerja Apple Bakal Bekerja Secara Hybrid Mulai 1 Februari 2022, Apa Sih Artinya?

Cupertino, Gizmologi – Apple mengumumkan bahwa para pekerjanya akan mulai masuk kantor per 1 Februari 2022 dan menjadi bagian dari percobaan bekerja secara hybrid. Apakah “hybrid” ini artinya secanggih itu?

Definisi sederhananya, bekerja hybrid adalah sistem pekerjaan yang menerapkan bekerja di rumah alias Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) dalam rentang waktu tertentu. Mungkin saat ini sudah banyak pekerjaan yang menerapkan skema pekerjaan seperti ini.

Namun, yang membedakan Apple (tentu saja perusahaan ini selalu berusaha tampil beda ‘kan?) dengan perusahaan lainnya adalah hybrid yang diterapkan memungkinkan pekerja bekerja secara remote selama empat minggu dalam setahun.

Artinya, pekerja Apple bisa bekerja di mana saja, baik itu WFH maupun Work From Bali (WFB) selama 28 hari (jika dikalkulasikan 7 hari seminggu). Sistemnya mirip cuti, namun pekerja tetap bekerja dan memenuhi kewajibannya terhadap perusahaan.

Apple diketahui telah menerapkan WFH selama setahun terakhir akibat pandemi COVID-19. Sebelumnya, perusahaan yang digawangi Tim Cook ini juga memperbolehkan pekerjanya untuk bekerja secara remote dua minggu dalam setahun.

Dengan ditambahkan dua minggu lagi untuk bekerja remote, Apple ingin para pekerjanya mendapatkan kesempatan untuk traveling, lebih dekat dengan orang tersayang, atau terbebas dari rutinitas.

Apple Park
Apple Park, markas Apple di Cupertino, California (foto: Apple Insider).

Tidak untuk Semua Pekerja

Mengutip informasi yang dikabarkan The Information, Jumat (19/11/2021), skema bekerja hybrid memungkinkan pekerja Apple bekerja 1-2 hari di kantor dan kemudian pada bulan Maret, mereka kembali ke kantor pada hari Senin, Selasa, dan Kamis, sementara untuk WFH diberlakukan pada Rabu dan Jumat.

Namun, tidak semua pekerja Apple mendapatkan skema pekerjaan seperti ini. Bagi yang posisinya penting wajib datang ke kantor 4-5 hari per minggu.

Apple sebenarnya pertama kali mengumumkan kebijakan ini pada Juni lalu dan memintar karyawannya untuk kembali ke kantor pada bulan September. Hanya saja, rencana ini kemudian mundur ke bulan Oktober, mundur lagi ke Januari 2022, dan akhirnya diputuskan Februari 2022.

Tentunya kebijakan ini sangat menarik sekali, mengingat sistem hybrid yang diberlakukan memberikan fleksibilitas melebihi WFH untuk karyawan. Bebas memilih tempat kerja selama empat minggu, siapa yang tidak mau?

Tinggalkan komen