Apple Dipaksa Uni Eropa untuk Ganti Adapter USB Type-C

Jakarta, Gizmologi – Apple sepertinya harus mau tidak mau untuk segera mengganti adapter iPhone mereka dengan port USB Type-C. Pasalnya, Komisi perdagangan Uni Eropa telah menyetujui aturan yang bisa memaksa semua ponsel di masa depan untuk memiliki port pengisian daya yang sama, yakni menggunakan Typ-C.

Dilansir The Verge, aturan tersebut telah digodok parlemen Uni Eropa, sejak Juli 2020. Rancangan aturan itu bertujuan untuk mengurangi pemborosan dengan mendorong konsumen untuk menggunakan kembali pengisi daya yang ada saat membeli perangkat baru.

“Semua smartphone yang dijual di UE harus memiliki pengisi daya USB-C,” kata pihak Uni Eropa, Jumat (24/9/2021).

Ditambahkan, semua perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan perangkat portable lain bisa diisi daya dengan charger tunggal atau seragam seperti USB Type C. Menurut estimasi dari Uni Eropa, charger lawas membuat 51.000 ton sampah elektronik per tahunnya.

“Untuk mengurangi limbah elektronik dan membuat kehidupan konsumen lebih mudah, kami ingin memastikan penggunaan kabel bisa dipakai untuk semua jenis smartphone dan perangkat portable lainnya,” tulis aturan tersebut.

Selain adapter smartphone, aturan ini juga akan berlaku untuk perangkat lain seperti tablet, headphone, speaker portabel, konsol videogame, dan kamera. Produsen juga akan dipaksa untuk membuat standar pengisian cepat mereka dapat dioperasikan, dan untuk memberikan informasi kepada pelanggan tentang standar pengisian yang didukung perangkat mereka.

Respon Apple

MagSafe

Sejauh ini Apple tetap mengkritik keras aturan dari proposal tersebut. Lantaran gawainya tidak membutuhkan adapter Type-C yang bisa digunakan untuk semua jenis iPhone dan iPad, sehingga pengguna tetap bisa menggunakan charger lama mereka.

Perlu diketahui, hanya model baru iPad dan MacBook yang saat ini telah menggunakan port pengisian USB Type-C. Sedangkan untuk iPhone 13 series yang baru saja diluncurkan tetap menggunakan port lightning dan mendukung pengisian daya nirkabel.

“Kami tetap khawatir bahwa peraturan ketat yang mengamanatkan hanya satu jenis konektor menghambat inovasi daripada mendorongnya, yang pada gilirannya akan merugikan konsumen di Eropa dan di seluruh dunia,” kata Apple seperti dikutip dari Reuters.

Apple menambahkan bahwa saat ini perusahaan bertujuan untuk membuat setiap perangkat Apple netral karbon pada tahun 2030. Bahkan mereka sudah tak lagi menyertakan kepala charger dalam paket penjualan iPhone terbarunya.

Tinggalkan komen