Jakarta, Gizmologi – Apple sebagai perusahaan teknologi ternyata tidak masuk dalam daftar perusahaan yang memiliki produk AI generatif. Meski begitu perusahaan tersebut berupaya hadirkan AI generatif miliknya hingga menghabiskan US$50 atau sekitar 773 triliun Rupiah. (23/12/2023)
Disrupsi AI generatif di tahun 2023 ini akan bisa semakin berkembang hingga ke tahun 2024. Banyak platform yang sudah mengadaptasi teknologi ini dan tentunya wajar Apple ingin mengadaptasi AI generatif.
Bila Apple sudah mengembangkan AI generatif miliknya, kemungkinan teknologi ini bisa dihadirkan ke sistem iOS terbaru, atau ke perangkat terbarunya yang akan hadir di tahun depan. Selain dari ekosistem miliknya, Apple juga bisa membuat platform AI generatif milik mereka sendiri seperti halnya Google dengan Bard.
Baca Juga: Rumor: Apple Siapkan AI Generatif untuk iPhone 16, Hadir Akhir Tahun 2024?
Dibalik Dana Rp773 Triliun Untuk Kembangkan AI Generatif Apple

Melansir Engadget, dana tersebut digunakan untuk negoisasi Apple dengan penerbit besar dan organisasi berita untuk meminta izin menggunakan konten mereka untuk melatih sistem AI generatif yang sedang dikembangkannya. Sehingga Apple tak ingin mengambil konten mereka secara gratis.
Proses mengembangkan teknologi AI generatif memang memerlukan biaya yang besar. Dalam kasus Apple, mereka mengerti tindak profesionalisme dalam bekerja yang dimana tak mengambil asal konten.
Karena tampaknya, beberapa penerbit yang didekati khawatir tentang dampak dari membiarkan Apple menggunakan artikel berita mereka selama bertahun-tahun. Mereka berpikir bahwa kesepakatan lisensi yang luas untuk arsip mereka dapat menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Para penerbit juga khawatir dengan potensi persaingan yang mungkin timbul dari upaya Apple. Meskipun begitu, Apple membangun niat yang baik dengan meminta izin juga pada mereka serta ketersediaannya untuk membayar.
Ada alasan dimana Apple melakukan hal tersebut terlebih dahulu. Apple dikenal sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap privasi, sehingga mereka ragu untuk menggunakan informasi yang dikumpulkan dari internet.
Apple menghindari hal yang terjadi pada OpenAI yang dituduk mencuri konten dan menggunakannya untuk melatih produk mereka tanpa persetujuan dari pencipta dan pemegang hak. Saat ini, OpenAI sedang menghadapi beberapa tuntutan hukum yang menuduhnya menggunakan kekayaan intelektual orang lain.
Salah satu tuntutan hukum tersebut diajukan oleh novelis George R.R. Martin dan John Grisham. Sementara tuntutan hukum lainnya diajukan oleh penulis nonfiksi yang mengatakan bahwa OpenAI dan Microsoft telah membangun bisnis yang bernilai puluhan miliar dolar dengan mengambil hasil karya manusia tanpa izin.
Meski tuntutan beruntun diberikan, sepertinya tak menghentikan perusahaan ini berkembang. OpenAI pada (22/12/2023) sedang dalam pembicaraan awal untuk mengumpulkan putaran pendanaan baru dengan penilaian sebesar atau di atas 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1,5 kuadriliun), mengutip Antaranews. OpenAI juga telah mengadakan diskusi untuk mengumpulkan dana bagi usaha chip baru dengan G42 yang berbasis di Abu Dhabi.
Terlepas dari kedua perusahaan besar tersebut, pihak Apple dan The New York Times sudah berdiskusi tentang di mana mendapat data untuk pengembangan AI generatif selama bertahun-tahun. Mari kita tunggu saja teknologi dari Apple ini ya Gizmo Friends!
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




