Jakarta, Gizmologi โ Setelah memperkenalkan iPad Pro terbaru dengan cip Apple M4, Apple disebut siap memaksimalkan hardware canggih tersebut dengan iPadOS terbaru yang siap diluncurkan di acara WWDC 2024 Juni mendatang. Namun sebelum itu, Apple baru saja hadirkan pembaruan fitur aksesibilitas, membawa Eye Tracking dan lainnya termasuk ke iOS hingga nantinya visionOS.
Fitur aksesibilitas umumnya hadir untuk membantu para pengguna gadget agar bisa mengakses semua fitur yang ditawarkan di dalamnya secara lebih mudah, khususnya bagi mereka yang berkebutuhan khusus, seperti keterbatasan fisik dan lainnya. Menurut Tim Cook, CEO Apple, pihaknya percaya bila sebuah inovasi mampu mengubah hidup menjadi lebih baik.
โSelama hampir 40 tahun, Apple mengedepankan desain inklusif dengan menempatkan aksesibilitas pada inti perangkat keras dan perangkat lunak kami. Kami terus mendorong batas-batas teknologi, dan fitur-fitur baru ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk memberikan pengalaman terbaik bagi semua pengguna kami,โ jelasnya lewat sebuah rilis resmi (15/5).
Baca juga:ย Rumor: Tim Cook & Jajaran Eksekutif Apple Lainnya Bakal Diganti Secara Bersamaan?
Apple Bantu Pengguna dengan Gangguan Pendengaran Untuk Bisa Menikmati Musik
Pada peluncuran lini iPad baru kemarin, Apple lebih banyak mengedepankan kecerdasan buatan alias AI untuk menghadirkan banyak kemungkinan baru. Salah satunya untuk menghadirkan sejumlah fitur aksesibilitas terbaru ini, memanfaatkan kombinasi AI, software dan hardware, serta machine learning dalam sebuah perangkat baik iPhone maupun iPad. Memungkinkan Apple untuk hadirkan fitur Eye Tracking, alias pelacakan gerakan mata.
Seperti Apple Vision Pro yang bisa dikendalikan dengan mengarahkan pandangan mata, nantinya pengguna iPad dan iPhone juga bisa memanfaatkan gestur serupa, memanfaatkan kamera depan untuk melakukan pengaturan dan kalibrasi pandangan hingga hitungan detik. Fitur Eye Tracking ini dirancang untuk pengguna dengan keterbatasan fisik.
Dalam arti lain, pengguna iPad dan iPhone tidak memerlukan hardware atau aksesori tambahan untuk menjalankan fitur Eye Tracking, dan bisa berfungsi di seluruh aplikasi iPadOS maupun iOS. Proses machine learning juga berjalan secara on-device, alias data yang digunakan tetap tersimpan di dalam perangkat, tak dibagikan ke pihak Apple. Fungsi seperti mengklik tombol, swipe dan lainnya bakal bisa diakses dengan lengkap.

Bagi para penyandang tunarungu atau gangguan pendengaran khusus, Apple hadirkan Music Haptics, cara baru agar mereka bisa menikmati musik memanfaatkan Taptic Engine. Ketika musik dari platform seperti Apple Music diputar, komponen hardware tersebut akan mencoba mereplikasi musik melalui ketukan, tekstur, serta getaran halus.
Masih terkait suara, Vocal Shortcuts hadir sebagai opsi tambahan bagi pengguna iPhone dan iPad untuk menentukan ucapan khusus, agar smartphone bisa menjalankan pintasan yang sudah diatur sebelumnya, untuk membantu menyelesaikan tugas harian. Dirancang untuk mereka yang memiliki kondisi khusus seperti cerebral palsy, ALS, hingga stroke.
โSetiap tahun, kami membuat terobosan baru dalam hal aksesibilitas,โ kata Sarah Herrlinger, Senior Director of Global Accessibility Policy and Initiatives, Apple. โFitur-fitur baru ini akan memberikan dampak positif bagi beragam pengguna, memberikan cara baru untuk berkomunikasi, mengontrol perangkat, dan menjelajahi dunia.โ
iOS & iPadOS Baru Bisa Tangani Mabuk Perjalanan

Selain fitur aksesibilitas berbasis suara dan pintasan Eye Tracking, Apple juga siap hadirkan fitur khusus yang bisa membantu mengurangi mabuk perjalanan, terutama ketika harus melihat ke layar smartphone. Lewat Vehicle Motion Cues, akan ditampilkan titik-titik animasi di tepi layar, dengan perubahan gerakan yang bisa membantu mengurangi konflik sensorik.
Fitur tersebut hadir berdasarkan hasil penelitian khusus, di mana ditunjukkan kalau mabuk perjalanan umumnya karena konflik sensorik antara apa yang dilihat dan apa yang dirasakan seseorang, sehingga tidak nyaman ketika sedang di dalam kendaraan bergerak.
Terkait kendaraan, Apple juga akan berikan sejumlah fitur aksesibilitas ke dalam CarPlay, seperti kontrol suara, filter warna, sampai pengenalan suara. Poin terakhir akan bermanfaat bagi pengemudi dan penumpang yang memiliki gangguan pendengaran, di mana layar akan memunculkan peringatan bila ada bunyi klakson atau sirine mobil.
Sejumlah fitur baru ini diperkirakan bakal hadir lewat versi software terbaru, yakni iOS, iPadOS, dan visionOS yang nantinya diperkenalkan di WWDC 2024. Sebelum akhirnya bisa dinikmati oleh seluruh penggunanya secara global.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



