Jakarta, Gizmologi โ Teknologi cloud dan machine learning AWS Active semakin membantu perkembangan perusahaan start-up. Terlebih dalam bidang clean-tech, yang merupakan program berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim.
โBerkat teknologi cloud dan machine learning AWS, kami dimampukan untuk merambah operasional baru dan meningkatkan skalanya dengan kecepatan tinggi,โ ungkap Ernest Christian Layman selaku Co-Founder & CEO Rekosistem saat diskusi daring, Senin (25/4).
Didirikan pada tahun 2021, Rekosistem menyediakan platform untuk mengumpulkan dan mengolah data yang berguna bagi proses daur ulang. Dengan data ini, Rekosistem dapat menghubungkan jenis limbah dengan tempat pengelolaan limbah yang ideal hingga 20% lebih efisien.
Ernest mengatakan bahwa kehadiran teknologi memudahkan Rekosistem untuk menjawab kebutuhan baru ini. Menurutnya berkat teknologi cloud dan machine learning AWS, perusahaannya mampu untuk merambah operasional baru dan meningkatkan skalanya dengan kecepatan tinggi.
โKarena Rekosistem terdaftar di program AWS Activate, kami juga tidak terlalu memusingkan biaya dan dapat berinvestasi pada talenta-talenta dan SDM mumpuni bagi kelangsungan perusahaan,โ tambahnya.
Clean tech Startup

Dalam kesempatan sama, startup Nafas yang didirikan oleh Nathan Roestandy menilai pemanfaatan layanan cloud telah memberi peluang bagi startup clean-tech. Dengan solusi yang dihadirkan Nafas, dalam menyediakan solusi monitoring kualitas udara, juga membuka peluang dengan mengolah data yang dapat dianalisis lebih lanjut oleh pihak asuransi maupun penyedia layanan kesehatan.
AWS sendiri sebagai penyedia teknologi cloud juga memprakarsai The Climate Pledge, yakni inisiatif yang mencoba mendorong tercapainya netralitas karbon pada tahun 2040. Melalui The Climate Pledge, AWS juga berikhtiar untuk menggunakan 100 persen energi terbarukan pada tahun 2025.
Ken Haig, Head of Energy Policy for Asia Pacific & Japan, AWS mengatakan bahwa berdasarkan riset yang dilakukan 451 Research dan AWS tahun lalu, migrasi ke infrastruktur cloud ditemukan dapat menghemat energi hingga hampir 5 kali lipat, atau setara dengan hampir 80% lebih efisien.
Di klaster pusat data AWS termasuk di AWS Asia Pacific (Jakarta) Region yang beroperasi di Indonesia sejak Desember lalu digunakan material rendah karbon, serta teknologi pendingin, chip, dan suplai daya yang cerdas dan efisien.
โKami juga tengah mengerjakan lebih dari 300 proyek di seluruh dunia. Di Indonesia, kami bekerja sama dengan Clean Energy Investment Accelerator untuk menyediakan alternatif sumber energi terbarukan yang kian terjangkau dan tersedia bagi pembeli di kalangan perusahaan dan korporasi,โ pungkas Ken.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



