Jakarta, Gizmologi โ Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjalin kerja sama dengan platform media sosial TikTok. Penandatanganan nota kesepahahaman (MoU) ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran konten hoaks, ujaran kebencian menjelang Pemilu 2024.
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, MoU ini merupakan salah satu mitigasi risiko penyebaran informasi hoaks yang sempat merajalela di media sosial pada Pemilu 2019. Ia berharap plaftorm media sosial TikTok dapat menyajikan informasi atau konten edukasi Pemilu yang menyajikan rujukan bagi pemilih untuk mencari informasi tentang pemilu tanpa hoaks, tanpa fitnah berdasarkan suku, agama, dan ras.
โIni merupakan yang pertama kali bagi TikTok, untuk mewujudkan Pemilu yang sehat. Pemilu sehat tanpa hoaks tanpa fitnah, tanpa kemudian harus melakukan bullying terhadap orang atau siapapun yang maju dalam kontestasi Pemilu,โ ujar Bagja dalam keterangannya, Selasa (19/9/2023).
Lebih lanjut, kerja sama Bawaslu dengan TikTok ini dapat membantu memberikan informasi akurat yang berasal dari sumber resmi dan terpercaya bagi pemilih. Selain itu kerja sama ini diharapkan bisa menginspirasi pemilih untuk terlibat secara secara online yang bertanggung jawab.
Terlebih lagi, menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada sebanyak 204,8 juta individu akan menggunakan hak politik mereka pada pemilu 2024 mendatang. Sebanyak 31,23 persen dari total pemilih, atau sekitar 64 juta orang, berusia antara 17-30 tahun. Pada saat yang sama, kelompok usia ini juga mendominasi pengguna internet.
โKami harapkan TikTok bekerja sama dengan media sosial yang lain untuk mewujudkan saluran media sosial yang menjadi rujukan teman-teman khususnya pemilih, baik pemilih pemula maupun pemilih muda,โ imbuhnya.
Baca Juga: Pemilu.AI, Platform Konsultan Politik Sebelum Mencoblos di 2024
Cegah penyebaran konten Hoaks jelang Pemilu 2024

Sementara itu, Head of Public Policy and Government Relation Tiktok Indonesia, Firry Wahid mengatakan penandatanganan MoU tersebut merupakan bentuk komitmen TikTok dalam mendorong Pemilu yang berintegritas. Dia juga mengatakan bahwa TikTok akan membantu mengedukasi tentang Pemilu terhadap pemilih.
โKami menyediakan kanal khusus bagi Bawaslu untuk membantu melawan penyebaran konten miss informasi seputar Pemilu dalam platform kami sepanjang periode Pemilu 2024, akan ada kanal khusus untuk Bawaslu yang bisa menyampaikan aduan-aduan masyarakat terkait miss informasi tersebut,โ jelasnya.
Selain itu upaya TikTok dalam menjaga keamanan platform mencakup tindakan seperti menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas TikTok (Community Guidelines) dengan memanfaatkan kombinasi teknologi, kebijakan, dan moderasi.
Di mana, TikTok secara proaktif menyaring dan menghapus informasi yang bersifat mis/disinformasi yang berpotensi menyesatkan, termasuk mengenai pemilu. Nantinya TikTok juga akan mengingatkan pengguna untuk mempertimbangkan kembali video yang akan diunggah jika terbukti mengandung konten yang belum terverifikasi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



