Kebayang nggak sih cuma upload foto selfie di Instagram aja bisa diajak jalan-jalan selama 12 hari ke Eropa? Keberuntungan yang sangat langka ini tertuang dalam buku Born to Explore karya Yoris Sebastian dengan karakter tiga orang yang dianggap mewakili karakter milenial.
Ketiga orang yang beruntung itu adalah Cindy Pricilla Muharara, Okky Mahardika, dan Khafizah Herfana. Mereka berasal dari latar belakang dan karakter yang berbeda. Cindy adalah seorang fresh graduate dari sebuah universitas di Malang, Okky yang bekerja sebagai karyawan bank BUMN, dan Khafizah alias Eva sebagai pelajar yang baru lulus SMA.
Ketiganya dipertemukan setelah berhasil memenangkan kompetisi foto selfie #BornToExplore di Instagram yang merupakan kerja sama Samsung Mobile Indonesia dengan OMG Consulting yang didirikan Yoris. Adapun penilaian berdasarkan angle yang kreatif dan caption yang mewakili generasi milenial.
Selama 12 hari, mereka mengelilingi 8 kota di Eropa dan mengeksplorasi banyak hal menarik yang bisa menginspirasi dan menambah insight. Yoris berpendapat, selama perjalanan tersebut dirinya mendapatkan banyak pandangan nyata bagaimana generasi milenial mengeksplor segala hal yang ditemuinya dengan smartphone.
โSelain pengguna gadget dan teknologi seperti smartphone, milenial merupakan generasi yang mendorong industri travel. Mereka juga liburan bukan sekedar untuk foto-foto tetapi juga mengeksplor hal-hal baru. Buku ini dihadirkan untuk menginspirasi para milenial untuk eksplor hal baru yang lebih kreatif dan lebih baik melalui smartphone yang digunakan,โ ujarnya dalam peluncuran buu Born to Explore yang digelar Rabu (22/11/2016) lalu di The Cloud, Jakarta.
Dengan membawa smartphone Samsung Galaxy A (2017) ketiga milineal yang tersebut mengalami sendiri bagaimana perangkat tersebut bisa berguna dalam mengeksplorasi Eropa. Misalnya saja Cindy, yang meskipun pernah menuliskan novel dengan setting Kota Paris, ternyata dia sama sekali belum pernah menjajakan kakinya ke kota romantis tersebut.
โMakanya ketika sampai di Menara Eifel, saya merasa seperti sedang masuk ke dalam novel yang saya tulis sendiri. Saat itu hujan turun dengan deras, tapi karena smartphone ini sudah punya IP68 yang membuatnya tahan air, kami tetap bisa melakukan foto-foto di sekitar sana,โ ujarnya.
Lain lagi dengan Okky yang merupakan penggila selfie. Dia merasa fitur kamera Galaxy A cukup mumpuni dalam menangkap momen-momen menarik selama mengeksplor Eropa.
โYang paling saya suka adalah fitur Timelapse yang keren banget buat digunakan di kawasan yang ramai pengunjung. Selain itu juga kamera depannya juga bisa digunakan untuk wide selfie,โ ungkapnya.
Sementara Eva yang meskipun paling muda, justru dianggap paling percaya diri untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat di Eropa. Bahkan ketika berada di Paris, dia tidak segan berbicara menggunakan Bahasa Perancis yang sedang dipelajarinya. Dengan keingintahuannya yang kuat, dia juga sering melakukan googling ketika ingin mengunjungi tempat-tempat yang dituju.
โPokoknya seru banget, saya bisa melatih kemampuan Bahasa Perancis saya dan berinteraksi dengan penduduk setempat,โ ujarnya.
Penasaran dengan keseruan yang dialami Cindy, Okky, dan Eva? Simak aja selengkapnya dalam buku Born to Explore segera hadir di toko buku. Dari buku ini, kamu akan sadar bahwa sekalipun generasi milenial suka traveling, mereka justru bukan tergolong turis.
โDengan nalurinya yang suka mengeksplorasi sesuatu, saya berharap para milenial tidak menjadi turis, tetapi traveler ketika mengunjungi sebuah destinasi wisata,โ tegas Yoris.
Kebayang nggak sih cuma upload foto selfie di Instagram aja bisa diajak jalan-jalan selama 12 hari ke Eropa? Keberuntungan yang sangat langka ini tertuang dalam buku Born to Explore karya Yoris Sebastian dan Dilla Amran dengan karakter tiga orang yang dianggap mewakili karakter milenial.
Ketiga orang yang beruntung itu adalah Cindy Pricilla Muharara, Okky Mahardika, dan Khafizah Herfana. Mereka berasal dari latar belakang dan karakter yang berbeda. Cindy adalah seorang fresh graduate dari sebuah universitas di Malang, Okky yang bekerja sebagai karyawan bank BUMN, dan Khafizah alias Eva sebagai pelajar yang baru lulus SMA.
Ketiganya dipertemukan setelah berhasil memenangkan kompetisi foto selfie #BornToExplore di Instagram yang merupakan kerja sama Samsung Mobile Indonesia dengan OMG Consulting yang didirikan Yoris. Adapun penilaian berdasarkan angle yang kreatif dan caption yang mewakili generasi milenial.
Selama 12 hari, mereka mengelilingi 8 kota di Eropa dan mengeksplorasi banyak hal menarik yang bisa menginspirasi dan menambah insight. Yoris berpendapat, selama perjalanan tersebut dirinya mendapatkan banyak pandangan nyata bagaimana generasi milenial mengeksplor segala hal yang ditemuinya dengan smartphone.
โSelain pengguna gadget dan teknologi seperti smartphone, milenial merupakan generasi yang mendorong industri travel. Mereka juga liburan bukan sekedar untuk foto-foto tetapi juga mengeksplor hal-hal baru. Buku ini dihadirkan untuk menginspirasi para milenial untuk eksplor hal baru yang lebih kreatif dan lebih baik melalui smartphone yang digunakan,โ ujarnya dalam jumpa pers yang digelar Rabu (22/11/2016) lalu di The Cloud, Jakarta.

ย
Dengan membawa smartphone Samsung Galaxy A (2017) ketiga milineal yang tersebut mengalami sendiri bagaimana perangkat tersebut bisa berguna dalam mengeksplorasi Eropa. Misalnya saja Cindy, yang meskipun pernah menuliskan novel dengan setting Kota Paris, ternyata dia sama sekali belum pernah menjajakan kakinya ke kota romantis tersebut.
โMakanya ketika sampai di Menara Eifel, saya merasa seperti sedang masuk ke dalam novel yang saya tulis sendiri. Saat itu hujan turun dengan deras, tapi karena smartphone ini sudah punya IP68 yang membuatnya tahan air, kami tetap bisa melakukan foto-foto di sekitar sana,โ ujarnya.
Lain lagi dengan Okky yang merupakan penggila selfie. Dia merasa fitur kamera Galaxy A cukup mumpuni dalam menangkap momen-momen menarik selama mengeksplor Eropa.
โYang paling saya suka adalah fitur Timelapse yang keren banget buat digunakan di kawasan yang ramai pengunjung. Selain itu juga kamera depannya juga bisa digunakan untuk wide selfie,โ ungkapnya.
Sementara Eva yang meskipun paling muda, justru dianggap paling percaya diri untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat di Eropa. Bahkan ketika berada di Paris, dia tidak segan berbicara menggunakan Bahasa Perancis yang sedang dipelajarinya. Dengan keingintahuannya yang kuat, dia juga sering melakukan googling ketika ingin mengunjungi tempat-tempat yang dituju.
โPokoknya seru banget, saya bisa melatih kemampuan Bahasa Perancis saya dan berinteraksi dengan penduduk setempat,โ ujarnya.
Penasaran dengan keseruan yang dialami Cindy, Okky, dan Eva? Simak aja selengkapnya dalam buku Born to Explore segera hadir di toko buku. Dari buku ini, kamu akan sadar bahwa sekalipun generasi milenial suka traveling, mereka justru bukan tergolong turis.
โDengan nalurinya yang suka mengeksplorasi sesuatu, saya berharap para milenial tidak menjadi turis, tetapi traveler ketika mengunjungi sebuah destinasi wisata,โ tegas Yoris.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



