Jakarta, Gizmologi โ Perusahaan cloud Akamai Technologie hari ini mengumumkan rencana untuk menanamkan kemampuan komputasi cloud ke dalam jaringan edge masifnya. Inisiatif yang diberi nama Gecko (Generalized Edge Compute) ini mempercepat strategi Akamai untuk menjadi platform komputasi cloud bagi perusahaan yang ingin memberikan pengalaman yang lebih baik dengan cara mendekatkan workload ke pengguna, perangkat, dan sumber data.
Baca juga:ย Tingkatkan Konektivitas, Tencent Cloud Kolaborasi dengan Digital Edge
Langkah Akamai ini dianggap hadir di momen yang tepat bagi industri teknologi. Menurut penelitian global yang dilakukan oleh ClearPath Strategies pada 2023, dua pertiga dari pengambil keputusan IT bakal meningkatkan penggunaan layanan cloud terdistribusi dalam 12 bulan ke depan. Lebih dari sepertiga responden juga mengakui bahwa manfaat dari cloud terdistribusi, termasuk kemampuan memproses dan menganalisis AI serta data machine learning secara cepat dan efisien, sangat krusial bagi strategi IT mereka.
Dr. Tom Leighton, Co-Founder dan CEO Akamai, sesumbar bahwa Gecko adalah inovasi yang paling menarik yang pernah terjadi dalam teknologi cloud sejak satu dekade terakhir. Ini dianggap sebagai fase roadmap berikutnya menuju teknologi cloud yang lebih terhubung, yang dimulai saat mereka mengakuisisi Linode untuk menambahkan kemampuan komputasi cloud-native yang hemat biaya ke dalam portofolio.
Perusahaan mengawali roadmap ini dengan meluncurkan Akamai Connected Cloud dan menggencarkan peluncuran sejumlah core compute region baru di seluruh dunia. โBersama Gecko, kami melanjutkan visi ini melalui penggabungan teknologi komputasi dari platform cloud kami dengan kedekatan dan efisiensi edge, agar workload makin dekat ke pengguna, tak seperti penyedia cloud lainnya. Inilah yang kami maksud dengan beroperasi dalam skala global,โ ujarnya.
Inisiatif baru ini merupakan strategi multiyear terbaru dari Akamai untuk menjadi platform terbaik di lingkungan multicloud enterprise. Inisiatif ini juga menjadi langkah berikutnya dalam visi perusahaan untuk mewujudkan desain cloud yang baru untuk memenuhi berbagai kebutuhan aplikasi modern, seperti performa yang lebih baik, latensi yang lebih rendah, dan skalabilitas global yang nyata, dimana ini merupakan hal-hal yang tidak bisa dipenuhi oleh arsitektur cloud yang ada saat ini.
Roadmap Gecko Akamai: Menghadirkan Komputasi di Lokasi yang Sulit Dijangkau
Akamai telah menjalankan roadmap Gecko yang cepat namun pragmatis. Pada fase pertamanya, yang diumumkan hari ini, Akamai berencana untuk menghadirkan komputasi dengan dukungan untuk mesin virtual di 100 kota sebelum akhir tahun ini. ย Uji coba awal Gecko tengah dijalankan bersama sejumlah pelanggan enterprise.
Pada tahun 2024, Akamai telah membangun region baru dengan arsitektur Gecko di Hong Kong SAR; Kuala Lumpur, Malaysia; Querรฉtaro, Meksiko; dan Johannesburg, Afrika Selatan, serta di kota-kota yang belum diramaikan oleh para hyperscaler, seperti Bogotรก, Kolombia; Denver, Colorado; Houston, Texas; Hamburg, Jerman; dan Marseille, Prancis. Pembangunan region Gecko ke-10 di Santiago, Chili, direncanakan akan rampung pada akhir kuartal pertama. Di luar 10 lokasi Gecko baru ini dan 25 core compute region yang sudah ada, Akamai juga berencana memperluas jejak komputasi cloud globalnya ke ratusan kota lainnya dalam beberapa tahun ke depan.
Pada fase kedua Gecko, yang akan dimulai akhir tahun ini, Akamai akan menambahkan container ke dalam bauran itu. Pada fase ketiga, Akamai akan menambahkan orkestrasi workload otomatis untuk memudahkan para developer dalam membuat aplikasi di ratusan lokasi yang tersebar. Tujuan akhirnya yaitu untuk menciptakan pengalaman pengguna yang konsisten di setiap core compute region dan edge.
Perusahaan mengantisipasi bahwa para pelanggan di bidang AI inferencing, multiplayer gaming, serta pengguna media sosial dan streaming akan dapat memaksimalkan teknologi Gecko ini. Akamai juga memprediksi bahwa ke depannya, Gecko dapat diaplikasikan pada pengalaman belanja imersif, komputasi spasial, analisis data, serta IoT untuk konsumen dan industri.
Kelebihan Gecko
Arsitektur industri saat ini umumnya membedakan jaringan cloud dan edge. Gecko sengaja didesain agar generalized compute bisa diterapkan di jaringan edge milik Akamai yang sudah tersebar di seluruh dunia, dengan memanfaatkan tools, proses, dan kemampuan observasi yang sudah ada, untuk memberikan pengalaman yang konsisten mulai dari cloud sampai ke edge. Gecko akan memindahkan komputasi tradisional yang lebih berat, yang biasanya berada di pusat data tersentralisasi, ke jaringan edge Akamai. Langkah ini akan menghadirkan komputasi full stack ke ratusan lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Dengan demikian, para pelanggan dapat mendekatkan workload ke pengguna mereka.
Dengan menghadirkan komputasi cloud di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh penyedia cloud konvensional, para developer tidak perlu lagi memikirkan soal membangun untuk cloud atau membangun untuk edge. Dengan makin tingginya demand para developer dari penyedia cloud dan edge mereka, Akamai berencana membuka peluang berinovasi di seluruh jaringan komputasi dengan cara mendorong konvergensi yang diperlukan untuk menaruh cloud computing power di edge. Konvergensi ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya Gecko.
ย
ย
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



