Jakarta, Gizmologi – Perjalanan panjang Intel dalam membuat chipset ternyata membuat Israel percaya untuk memberikan dana sebanyak 3,2 Miliar Dollar untuk membangun pabrik chip baru. Melansir Reuters, pemerintah Israel ingin membangun pabrik chip baru senilai $25 milyar yang rencananya akan dibangun di Israel selatan.
Di bawah CEO Pat Gelsinger, Intel telah menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun pabrik di tiga benua. Tujuannya untuk mengembalikan dominasinya dalam pembuatan chip dan bersaing lebih baik dengan saingannya AMD, Nvidia, dan Samsung. Pabrik baru di Israel ini merupakan investasi terbaru dari pembuat chip AS dalam beberapa tahun terakhir.
Hibah atau suntikan dana dari Israel mampu menaikan saham Intel 1,9 % menjadi $48,90 dalam perdagangan pra-pasar Nasdaq. Hal ini merupakan dukungan besar Washington yang menekan Israel dalam mengambil langkah lanjut meminimalkan kerugian warga sipil di Gaza.
Baca Juga: Lenovo ThinkPad X1 Terbaru Hadir dengan Intel Core Ultra, Beri Pengalaman PC AI Terbaik
Intel Akan Bangun Pabrik Chip di Kiryat Gat

Intel mengatakan dalam sebuah pernyataan bagian penting dari upaya perusahaan untuk mendorong rantai pasokan global yang lebih tangguh, di samping investasi manufaktur yang sedang berlangsung dan yang telah direncanakan oleh perusahaan di Eropa dan Amerika Serikat. Rencana ekspansi pabrik ini ke lokasi Kiryat Gat yang berjarak 42 km dari Gaza.
Perusahaan teknologi ini berencana untuk menghabiskan lebih dari $33 miliar untuk mengembangkan dua pabrik pembuatan chip di Magdeburg, sebagai bagian dari upaya investasi miliaran dolar di seluruh Eropa untuk membangun kapasitas chip. Berlin telah menjanjikan subsidi besar untuk menarik investasi asing terbesar yang pernah ada di Jerman kepada Intel.
Pada tahun 2022, Intel mengatakan akan menginvestasikan hingga $100 miliar untuk membangun kompleks pembuatan chip terbesar di dunia yang berlokasi di Ohio. Sedangkan kompetitornya Samsung dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co atau TSMC, juga telah mengumumkan rencana investasi besar di Amerika Serikat.
Kementerian keuangan dan ekonomi Israel mengatakan bahwa investasi ke Intel pada periode ini ialah untuk mengingat persaingan global. Melakukan investasi yang signifikan di bidang chip, merupakan ekspresi kepercayaan diri yang signifikan terhadap ekonomi Israel. Mereka mengatakan bahwa investasi ini memiliki manfaat fiskal langsung bagi Israel yang secara signifikan akan lebih tinggi daripada hibah negara.
Selain dana hibah yang berjumlah 12,8% dari total investasi, produsen chip ini juga berkomitmen untuk membeli barang dan jasa senilai $16,6 miliar dari para pemasok Israel dalam satu dekade ke depan. Fasilitas baru ini diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja.
Intel hadir di Israel pada tahun 1974 dan sekarang mengoperasikan empat lokasi pengembangan dan produksi di Israel, termasuk pabriknya di Kiryat Gat yang disebut Fab 28 yang memproduksi teknologi Intel 7 atau chip 10 nm. Perusahaan ini telah mempekerjakan hampir 12.000 orang di negara tersebut dan secara tidak langsung mempekerjakan 42.000 orang lainnya. Dengan nilai sekitar $9 miliar, ekspor peruasahaan menyumbang 5,5% dari total ekspor teknologi tinggi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




