Jakarta, Gizmologi – Stroke bisa menyerang kelompok usia manapun, termasuk usia muda. Solusi yang dihadirkan oleh Alita dan XL Axiata yaitu JAGATARA membawa teknologi deteksi terkini nan lengkap dalam genggaman penggunanya. RSUD Jati Padang yang berada di Jakarta Selatan menjadi pilot project untuk program ini.
Baca juga: Smartfren dan Alita Kolaborasi Dorong Transformasi Digital dengan IoT
Teknologi tersebut dihadirkan XL Axiata bersama Alita Praya Mitra sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) “XL Axiata Peduli”. Menurut Chief Enterprise Business Officer XL Axiata, Feby Sallyanto, peluncuran JAGATARA ini merupakan upaya XL Axiata bersama Alita ikut berkontribusi secara nyata mendorong kesadaran masyarakat di bidang kesehatan melalui teknologi.
“Kami ingin mendorong kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit stroke, yang banyak diderita masyarakat secara luas. Disertai dengan program mengedukasi dan menggalang partisipasi, kami menjadikan ini tidak hanya sebatas perangkat dan solusi, tetapi juga sebuah gerakan sosial,” ujar Feby dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (31/5).
Ia berharap, platform Jaga tara ini bisa menjadi salah satu solusi yang bisa bermanfaat untuk menekan dan menurunkan angka kasus stroke di Indonesia.
Apa itu JAGATARA?

JAGATARA (Jiwa Raga Sehat Sejahtera) adalah solusi deteksi dini penyakit stroke yang memiliki kemampuan deteksi pintar, berupa sebuah platform yang menggabungkan teknologi dan analisa terhadap kesehatan masyarakat. Dengan fokus pada deteksi dini stroke, solusi ini menjadi pilar penting dalam upaya pencegahan dini penyakit stroke terutama bagi penderita penyakit jantung, diabetes dan hipertensi.
Melalui perangkat yang terintegrasi, JAGATARA memberikan data yang akurat dan real-time dalam memantau berbagai parameter kesehatan seperti riwayat penderita, tingkat resiko, tekanan darah, detak jantung, dan aktivitas fisik.
Dengan platform JAGATARA ini, diharapkan aksesibilitas kesehatan masyarakat bisa ditingkatkan secara signifikan. Pengguna tidak hanya memiliki akses ke informasi kesehatan mereka sendiri, tetapi juga mendapatkan kemudahan akses ke layanan kesehatan yang lebih luas. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan akses kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta antara kelompok sosial ekonomi yang berbeda.
Solusi JAGATARA diaplikasikan melalui perangkat berwujud seperti smartwatch yang dipakai di tangan pasien. Perangkat tersebut memiliki fitur-fitur pengukuran tekanan darah, detak jantung, kadar oksigen, langkah kaki dan jarak tempuh dengan menggunakan smart wearable device sebagai alat ukur yang disambungkan ke aplikasi JAGATARA pada ponsel melalui Bluetooth.
450 Unit Perangkat Jagatara untuk RSUD Jati Padang

Saat ini perangkat JAGATARA telah diproduksi sebanyak 450 unit untuk dapat dimanfaatkan oleh pasien dengan resiko stroke yang menggunakan layanan kesehatan di RSUD Jati Padang, Jakarta Selatan. Ke depan, solusi ini juga akan diimplementasikan di beberapa kota di Indonesia.
Peluncuran program ini dapat terwujud berkat partisipasi dan dukungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Pemerintah Daerah, Mitra Penyedia Fasilitas Kesehatan dan lainnya. Direktur Utama Alita Praya Mitra, Teguh Prasetya menambahkan, JAGATARA membawa teknologi deteksi terkini dan solusi lengkap dalam genggaman penggunanya.
“Melalui perangkat yang dapat memantau berbagai parameter kesehatan seperti riwayat penderita, tingkat resiko, tekanan darah, detak jantung, dan aktivitas fisik, JAGATARA memberikan data yang akurat dan real-time. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan peringatan dini atas potensi risiko stroke yang mereka alami,” ujarnya.
Teguh menambahkan, tidak hanya memberikan peringatan kepada pengguna, JAGATARA juga memiliki kemampuan untuk terintegrasi dengan command center pemerintah daerah, kementerian, atau pusat layanan kesehatan. Integrasi ini memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan bantuan dan saran langsung dari otoritas kesehatan terkait, serta mempercepat respons dalam situasi darurat atau keadaan yang memerlukan intervensi medis.
Sementara itu, Direktur RSUD Jati Padang, dr. Siti Ainun Dwiyanti melihat pentingnya deteksi dini untuk mengurangi dampak buruk stroke. JAGATARA merupakan sebuah langkah inovatif dan solutif dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien stroke dan individu rentan terhadap penyakit ini. “Hal tersebut selaras dengan komitmen RSUD Jati Padang untuk terus meningkatkan dan memperkuat kualitas layanan kami bagi pasien,” imbuhnya.
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan upaya deteksi dini penyakit Stroke yang lebih baik, JAGATARA diharapkan bisa memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




