Jakarta, Gizmologi – THENBLANK adalah merek fashion lokal yang sedang naik daun di dunia maya. Pendirinya adalah Mutiara Kamila Athiyya yang masih berusia 23 tahun. Berkat keuletan dan strategi, UMKM ini jualannya cukup laris di online, termasuk Tokopedia, dan juga memiliki sejumlah gerai di beberapa kota.
Beberapa waktu lalu, Gadgetdiva yang merupakan sister media Gizmologi menemui perempuan yang akrab dipanggil Muti ini untuk mengetahui lebih jauh mengenai usaha yang dibesutnya, ThenBlank.
Baca juga: Tips Foto Fashion Pakai Galaxy S23 Ultra 5G, Epic Layaknya Profesional Fotografer
Muti mulai bercerita mengenai awal ThenkBlank terbentuk. Pada 2012, saat usianya masih 17 tahun, menginjak kelas 2 SMA, Muti sudah tertarik untuk menghasilkan uang sendiri. Dia mulai mengikuti jejak sang bunda – yang merupakan desainer baju – memotong kain, menjahit dan membuat satu dua baju untuk dijual.
Seiring waktu, ia mulai berpikir untuk membuat label sendiri. Sempat mengganti nama beberapa kali, mulai dari Blank A Wear, BlankStore, hingga kemudian terciptalah ThenkBlank.
“Akhirnya di 2017 kita pakai THENBLANK. Artinya adalah kosong, simple, minimalis. Kalau dilihat tulisannya, bisa juga dijadikan singkatan. Blank akronim dari Bismillah Laku Banyak,” ujar Muti seraya tertawa.
THENBLANK, Brand Fashion Lokal yang Punya Mimpi Besar

Muti mengungkapkan harapan besarnya pada THENBLANK untuk bisa mengalahkan brand fashion luar negeri. Memang, beberapa tahun kemarin, pamor brand luar negeri sangat tinggi. Namun saat pandemi, dimana UMKM naik daun, masyarakat pun mulai menyadari jika kualitas brand lokal tidak kalah dengan luar negeri.
“Dulu, di 2012, produk yang kami jual memang ambil barang impor dari Bangkok dan China. Namun hal itu membuat kami berpikir, tidak bisa ketergantungan seperti ini. Capek juga. Sampai akhirnya kami membuat brand yang lebih serius. Kami ganti cara mainnya. Bikin konsep sendiri, desainer sendiri, produksi pun kita sendiri,” ujar Muti seperti dilansir dari Gadgetdiva.
Beruntung Muti memiliki orang tua yang sangat mendukung dirinya. Diakui, kala itu memang dirinya masih sangat muda, memulai bisnis di usia 17 tahun. Pernah pengalaman ditipu pembeli, rugi sampai puluhan juta, tidak punya barang untuk dijual, dan uang habis untuk modal. Ini membuatnya sempat down dan ingin berhenti.
“Namun mimpi ingin punya brand sendiri lebih kuat daripada ingin berhenti. Sampai akhirnya kami berpikir keras, apa yang salah dari kita. Akhirnya saya ingat kalimat, dalam memulai bisnis, kita mau jadi yang pertama atau menjadi yang berbeda. Saya pilih yang berbeda. Makanya saya bikin produk THENBLANK pun berbeda dengan yang lain, minimalis dan simpel,” ujar wanita lulusan SI Bisnis Administrasi di Universitas Indonesia ini.
Cara Muti mengelola bisnis, selain didapat dari bakat orang tuanya juga karena pendidikan yang ditempuhnya yaitu Administrasi Bisnis.
Peran Teknologi Bagi THENBLANK

Selain mengenyam administrasi bisnis, ia juga sempat memperdalam Ilmu Komputer dan Sains di universitas yang sama. Pendidikan itu pula yang membuatnya melek teknologi. Apalagi saat pandemi, Muti langsung sadar jika bisnisnya bisa terus ngebul dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Beruntung, THENBLANK telah memiliki akun jualan di Tokopedia sejak 2018. Makanya, saat pandemi melanda, keran penghasilannya tidak tertutup. Mereka pun mulai aktif dan memaksimalkan jualan di ecommerce.
“Kami gabung ke Tokopedia sejak 2018. Bisnis online itu simple karena tidak ada modal besar. Kala itu modal kami hanya 1,5 juta dan tidak ada suntikan dana darimana-mana. Perputarannya pun cepat,” papar Muti.
Dijelaskannya, THENBLANK memiliki banyak kanal jualan online. Saat orang melihat di Instagram, lalu mencari detilnya di website, mereka akan mengunjungi Tokopedia untuk melakukan transaksi.
“Kami sangat terbantu sekali sejak bergabung dengan Tokopedia. Soalnya, banyak promo dan campaign yang disediakan, mulai dari promo WIB tiap bulan, Cantikfest, Merchant Strategic Program, kolaborasi untuk membuat kampanye bersama selama satu tahun. Pihak Tokopedia sangat terbuka untuk berkolaborasi. Ini yang membuat kami sangat terbantu,” ujar Muti.
Muti pun mengungkap jika sejak memaksimalkan akun jualan di Tokopedia, penjualan THENBLANK rata-rata mengalami kenaikan signifikan. Mereka yakin jika kanal jualan di Tokopedia akan menjadi kontributor revenue terbesar THENBLANK dalam beberapa tahun ke depan.
Ratusan produk THENBLANK diperbaharui setiap harinya di akun Tokopedia. Temuan menarik, menurut Muti, Shino Pants merupakan produk favorit yang ada di Tokopedia. Bahkan yang paling mengesankan, hampir semua produk THENBLANK yang laku di ecommerce hijau itu adalah produk dengan warna hitam dan putih.
Saat ini THENBLANK telah memiliki puluhan karyawan. Bahkan ada 3 store yang sudah berdiri tersebar di Jakarta dan Bandung. Ke depan, mereka berharap bisa membuka 2 toko lagi di Surabaya dan Yogya, yang disebutnya sebagai wilayah pelanggan terbanyak THENBLANK.
“Lima tahun ke depan, THENBLANK harusnya sudah bisa menjangkau ASEAN. Kita gak mimpi ke worldwide dulu deh. 5 sampai 19 tahun ke depan, ASEAN mantap, maka dunia bisa kami jangkau,” kata Muti optimistis saat ditanya tentang rencana beberapa tahun ke depan.
Infografik THENBLANK

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




