Jakarta, Gizmologi – Pasar smartphone India sepanjang 2025 bergerak di tempat. Berdasarkan laporan Counterpoint, pengiriman unit hanya tumbuh tipis sekitar 1 persen secara tahunan, sebuah sinyal bahwa pasar mulai memasuki fase matang. Di tengah perlambatan ini, perilaku konsumen justru menunjukkan arah yang menarik.
Alih alih mengejar volume, pasar India semakin condong ke perangkat kelas menengah atas hingga premium. Nilai total smartphone yang dikirimkan tumbuh 8 persen sepanjang 2025, didorong oleh meningkatnya minat pada ponsel dengan harga di atas ₹30.000. Segmen ini kini menyumbang sekitar 22 persen dari total unit, atau satu dari lima ponsel yang terjual.
Counterpoint juga mengatakan bahwa perubahan ini mencerminkan konsumen India yang semakin rasional dan selektif. Smartphone tak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi perangkat utama untuk hiburan, produktivitas, hingga gaya hidup. Namun, tren premium ini juga membawa konsekuensi tersendiri bagi segmen bawah yang selama ini menjadi tulang punggung volume penjualan.
Baca Juga: Apple Pertimbangkan Intel untuk Produksi Chip, Upaya Lepas dari Ketergantungan TSMC
Apple, vivo, dan Samsung Diuntungkan Tren Premium

Kondisi ini dikatakan oleh Counterpoint sebagai angin segar bagi merek yang kuat di kelas menengah atas. Apple, meski pangsa unitnya relatif kecil, mencatat pencapaian penting. iPhone 16 menjadi model tunggal paling banyak dikirim sepanjang 2025, sekaligus membawa Apple menguasai 28 persen nilai pasar, tertinggi sepanjang sejarahnya di India.
vivo tampil sebagai pemimpin volume dengan pangsa 20 persen, naik dari 17 persen tahun sebelumnya. Seri Y dan T masih menjadi penopang utama, tetapi lonjakan besar justru datang dari seri X yang tumbuh 185 persen secara tahunan. Keberhasilan vivo X200 FE disebut menjadi salah satu faktor kunci.
Samsung tetap bertahan di posisi kedua. Seri Galaxy S mencatat kontribusi tertinggi sepanjang sejarahnya dalam portofolio Samsung di India. Di sisi lain, Galaxy A, M, dan F masih menjaga daya tarik di kelas menengah. Samsung juga mendominasi pasar ponsel lipat dengan pangsa 88 persen, meski segmen ini masih relatif niche.
Pasar Bawah Tertekan dan Tantangan 2026
Di luar tiga besar, Oppo menempati posisi ketiga dengan 13 persen pangsa pasar, naik tipis dari tahun lalu. Menariknya, pertumbuhan Oppo lebih banyak ditopang seri A dan K, bukan lini premium Reno atau Find X. Ini menandakan bahwa tidak semua merek berhasil memanfaatkan tren premium secara maksimal.
Dari sisi chipset, MediaTek mendominasi dengan 47 persen pangsa pengiriman, disusul Qualcomm 29 persen. Dominasi ini mencerminkan kuatnya MediaTek di segmen harga terjangkau hingga menengah, yang masih menjadi tulang punggung volume.
Ke depan, Counterpoint memproyeksikan pasar India justru akan sedikit terkoreksi pada 2026. Kenaikan harga memori dan komponen diperkirakan paling memukul segmen di bawah ₹15.000. Jika tekanan harga ini berlanjut, tantangan terbesar industri bukan lagi inovasi, melainkan menjaga keseimbangan antara aksesibilitas dan profitabilitas.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



