Jakarta, Gizmologi – Halodoc bisa dibilang merupakan salah satu platform health tech yang paling familiar di Indonesia. Bagaimana Amazon Web Service (AWS) bisa berperan dalam perkembangan platform ini?
Ternyata sejak tahun 2016, Halodoc sudah menggunakan kapabilitas AWS secara luas dan mendalam, meliputi machine learning, sistem keamanan, dan database hingga mampu menghubungkan lebih dari 20 juta pengguna aktif bulanan. Hingga saat ini keduanya terus bekerja sama dalam meningkatkan operasionalnya, memberikan ketrampilan kepada para karyawan, serta meningkatkan efisiensi.
Sekedar informasi, layanan Halodoc yang terintegrasi ini menawarkan konsultasi telemedik 27/7 ke mitra dokter tepercaya dari mana saja di seluruh Indonesia, dan memberikan kemudahan akses untuk mendapatkan obat serta kebutuhan kesehatan lainnya dari lebih 4.900 mitra apotek. Hal ini tentunya membutuhkan ekosistem yang holistik dan akses seamless ke fasilitas kesehatan.
Saat ini Halodoc sudah bermitra dengan 3.300 rumah sakit, 20.000 dokter berlisensi, dan lebih dari 28 penyedia asuransi dalam platform layanan kesehatan mereka. Namun, menghadirkan akses kesehatan di negara terpadat keempat di dunia dengan keterbatasan jumlah tenaga dokter, di mana hanya ada 6 dokter untuk 10,000 pasien, tentunya merupakan tantangan tersendiri.
Itulah sebabnya Halodoc harus membangun solusi digital yang dapat mudah ditingkatkan untuk menyediakan ekosistem layanan kesehatan yang holistik bagi para pengguna yang terus berkembang dengan cepat. Bahkan, kolaborasinya dengan AWS memungkinkan platform ini menghadirkan layaan Home Lab yang membuat pengguna bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dari rumah mereka.
Peranan AWS untuk Operasional Halodoc
Melalui keterangan resmi yang diterima Gizmologi, Jumat (6/5/2023), Halodoc telah menggunakan menggunakan lebih dari 50 layanan AWS untuk membangun platform layanan kesehatan cloud native, termasuk Amazon Elastic Kubernetes Service (EKS), Amazon Relational Database Service (RDS), dan Amazon Redshift. Solusi dari AWS ini diklaim telah melayanan jutaan pengguna selama pandemi.
Selain itu, Halodoc membangun data lake menggunakan Amazon Simple Storage Service (S3), sebuah layanan media penyimpanan data, untuk menyimpan data berukuran terabyte dengan aman. Lenish Namath, VP of Cloud Infrastructure, Site Reliability Engineering, and Security Halodoc mengklaim bahwa penggunaan prosesor AWS Graviton 2 memungkinan pihaknya menjalankan berbagai pekerjaan besar, hingga melakukan efisiensi sebesar 20% dan meningkatkan kecepatan pemrosesan hingga 50%.
Untuk sisi keamanan, Halodoc mengoptimalkan teknologi keamanan khusus dari AWS, seperti AWS Shield Advanced dan AWS GuardDuty untuk memberikan pengalaman pengguna yang aman.
“Bermitra dengan AWS memungkinkan kami terus berinovasi secara cepat di cloud seiring dengan pencapaian kami dalam membantu lebih dari 20 juta pengguna untuk meningkatkan kesehatannya,” ujarnya.
Dinformasikan pula, Halodoc saat ini tengah menjalankan strategi Cloud-first. Untuk memastikan kesiapan karyawannya berinovasi di cloud, sejak tahun 2022, pihaknya melakukan pelatihan ketrampilan dengan pembekalan percepatan implementasi dan memperkuat infrastruktur keamanan untuk peningkatan retensi, kinerja, dan produktivitas. Pelatihan ini sendiri diberikan oleh praktisi AWS dan mencakup 12 ruang virtual pribadi, di mana karyawan bisa melakukan praktik langsung di laboratorium.
Menurut Priya Lakshmi, Head of Startup, ASEAN, AWS, industri health tech di Asia Tenggara semakin banyak menggunakan teknologi cloud untuk melayani pasien melalui cara-cara inovatif dan kreatif. Itulah sebabnya Halodoc berinovasi dengan AWS untuk menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau, serta menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan untuk melayani masyarakat secara lebih baik.
Baca juga: AWS Lift Siap Dongkrak Digitalisasi Bisnis UKM
“Kami mengucapkan selamat kepada Halodoc atas pencapaian yang telah diraih untuk lebih dari 20 juta penggunanya. Kami berharap dapat terus mendukung visi mereka untuk menghadirkan layanan kesehatan yang dipersonalisasi bagi semua orang,” ujarnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




