Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

AWS Paparkan Pentingnya Menghemat Biaya TI Bagi Startup

0 144

Menjadi salah satu penyedia layanan cloud terbesar di dunia, Amazon Web Services (AWS) selalu mencoba untuk hadirkan solusi terbaik bagi para perusahaan. Termasuk bagaimana konsumennya dapat mengurangi pengeluaran biaya, atau optimalisasi lewat arsitektur cloud yang terus mereka perbarui. Lewat teknologi yang bisa dilakukan dengan container, serverless dan lainnya.

Dengan teknologi-teknologi yang dihadirkan oleh AWS, perusahaan dapat melalukan optimalisasi anggaran teknologi mereka. Hal tersebut cukup krusial, terutama di masa pandemi seperti ini. Di mana banyak perusahaan startup dihadapkan pada berbagai tantangan yang hadir, dan harus bisa beradaptasi dengan situasi secara cepat.

Lewat sebuah diskusi virtual yang diadakan pada Senin (2/11) lalu, AWS mencoba menjelaskan mengapa cost optimization itu penting untuk dilakukan. Diskusi dibuka oleh Gunawan Susanto, selaku Country Leader dari AWS Indonesia. Menerangkan benefit, mekanisme AWS dalam membantu startup, dan beberapa klien yang telah bekerja sama.

Baca juga: AWS Serukan Pentingnya Kesadaran Terhadap Keamanan Cloud

Utamakan Pelanggan, AWS Hadirkan Opsi Fleksibel & Efisien

Amazon Web Services
Ilustrasi layanan AWS cloud. Foto: TechRepublic

Layanan dari Amazon Web Services terbuka untuk seluruh jenis startup—mulai dari mereka yang baru memulai dengan modal terbatas, hingga yang sudah didukung dengan seri pendanaan berlanjut. AWS juga tekankan bila solusi mereka hadir bukan dan agar tidak menjadi penghalang bisnis, supaya startup bisa tetap fokus kembangkan bisnis.

Caranya adalah dengan hadirkan opsi biaya yang efisien, seperti sistem pay-per-use yang pembayarannya berdasarkan kapasitas storage per jamnya. Dengan begit, mereka bisa bereksperimen dengan impact dan risiko yang rendah. Bahkan AWS sediakan program free tier bagi startup yang baru saja memulai bisnis.

Selain itu, untuk bantu startup mengoptimalkan biaya secara kontinyu, yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan Total Cost Saving. Solusi ini lebih efektif ketimbang menerapkan konsep on-premise, seperti membeli sejumlah server di tahun awal untuk keperluan jangka panjang. Yang berisiko apabila pertumbuhan bisnis tidak sesuai dengan harapan.

Menggunakan arsitektur auto-scaling, AWS tawarkan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan startup, mengikuti yang saat itu digunakan. Dengan penggunaan cloud, optimalisasi biaya bisa terus dilakukan. Membuat total cost yang dihadirkan menjadi sangat efisien.

AWS juga berikan beberapa nama startup lokal yang telah bekerja sama menggunakan layanan mereka. Salah satunya, e-commerce Bhinneka yang mampu menghemat hingga 20 persen biaya TI, gunakan layanan Amazon Elastic Cloud Compute (EC2). Juga layanan Halodoc yang semakin banyak digunakan selama pandemi, jalankan beberapa layanan dari AWS dan dapat mereduksi biaya IT hingga 30%.

Tools Serta Tips Optimalisasi Biaya dari AWS

Digbijoy Shukla, Head of Startup Business Development, Asean, AWS kemudian menjelaskan dasar-dasar optimalisasi biaya. Selalu mengutamakan pelanggan termasuk startup, AWS memiliki tim berisi mantan pendiri startup, eksekutif dan pemodal ventura, dinamakan sebagai AWS Startup Team.

Tim tersebut kemudian dibagi untuk jalankan fungsi dan perannya, yaitu bantu startup optimalisasi biaya. Terdapat empat tools yang bisa diakses oleh pelanggan untuk capai tujuan tersebut; AWS Cost Explorer berupa dashboard yang tampilkan metrik serta analisis bulanan, AWS Budgets untuk atur anggaran setiap proyek, AWS Trusted Advisor dan AWS Well Architected Review.

Tools terakhir dilakukan bersama AWS Startup Team, bantu pelanggan untuk buat tolok ukur agar dijadikan best practices arsitektur AWS. Sebagai perbandingan dalam hal operasional, keamanan, reliabilitas, efisiensi performa dan optimalisasi biaya.

Tak ketinggalan, AWS juga berikan tips untuk optimalisasi biaya agar dijadikan pertimbangan. Selain transparansi untuk tiap pengeluaran, diperlukan pembuatan peringatan untuk mereka yang sudah atau tengah mengalami pertumbuhan tinggi, agar tak pengeluaran taak membengkak tanpa pengawasan.

Selain itu, disarankan untuk menggunakan tools yang sudah disediakan AWS untuk monitor pengeluaran dan anggaran. Dan yang terakhir, pilih layanan cloud yang tepat untuk proyek yang tepat (rightsizing). Di AWS, pengguna akan dibantu oleh AWS Startup Team untuk kepentingan yang satu ini.