Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Pecah Lini Usaha, IBM Fokus Kembangkan Platform Hybrid Cloud

0 61

Perusahaan multinasional asal Amerika Serikat, International Business Machines Corporation (IBM Inc.) baru saja menerbitkan sebuah rilisan pers, ditujukan untuk para investor agar lebih memahami kondisi perusahaan yang terbaru saat ini. Rilis tersebut telah dirilis sejak Kamis (8/10) lalu.

Di dalamnya IBM menjelaskan bahwa ingin lebih fokus mengakselerasi perkembangan strategi hybrid cloud mereka, untuk mendorong transformasi digital kepada para kliennya. Sehubungan dengan fokus baru tersebut, IBM akan memisahkan unit pelayanan infrastrukturnya ke sebuah perusahaan publik baru, “NewCo”. Pemisahan atau spin off ini ditargetkan bakal selesai pada akhir tahun 2021.

Dengan begitu, perusahaan yang telah berdiri selama 109 tahun ini bisa lebih fokus pada bisnis dengan margin lebih tinggi, yaitu layanan cloud serta kecerdasan buatan (AI). Lewat sebuah rilis yang diterbitkan 8 Oktober lalu, Arvind Krishna, Chief Executive Officer dari IBM menyampaikan visinya untuk IBM ke depannya.

Baca juga: AWS Serukan Pentingnya Kesadaran Terhadap Keamanan Cloud

IBM Fokus Raih Peluang Hybrid Cloud

Peluang hybrid cloud IBM
Peluang yang ingin dicapai IBM pada sektor hybrid cloud (Sumber: IBM)

Arvind mengatakan, IBM akan berfokus pada peluang hybrid cloud bernilai satu trilyun dollar. Baginya, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk membuat dua perusahaan pemimpin pasar yang punya fokus masing-masing dengan kemampuan terbaik. “IBM akan berfokus pada platform hybrid cloud yang terbuka serta kemampuan AI,” tegasnya.

Sementara NewCo akan memiliki kelincahan yang lebih tinggi untuk merancang, menjalankan dan memodernisasi intrastruktur terpenting di dunia. Kedua perusahaan ini akan tingkatkan lintasan pertumbuhan, dengan kemampuan yang lebih besar untuk bermitra dan menangkap peluang-peluang baru, ciptakan nilai bagi klien dan para pemegang saham.

Arvind Krishna sendiri telah menjabat menjadi CEO IBM sejak April 2020 lalu. Ia memulai karirnya di perusahaan teknologi tersebut sejak tahun 1990, dan telah menjabat sebagai senior VP sejak 2015. Sebelum perencanaan terbaru ini, Krishna telah melaksanakan rencana akuisisi Red Hat – perusahaan multinasional yang fokus pada pengembangan perangkat lunak (software), khususnya software open source untuk kelas perusahaan.

NewCo Bakal Menjadi Penyedia Layanan Infrastruktur Terbesar

IBM - NewCo

Masih dalam rilis yang sama, Ginni Rometty selaku executive chairman dari IBM mengatakan bila perusahaan telah diposisikan untuk menyambut era baru hybrid cloud. “Transformasi yang berlangsung selama beberapa tahun telah ciptakan fondasi untuk platform open hybrid cloud, yang kemudian dipercepat dengan akuisisi Red Hat.”

Nantinya, NewCo bakal memiliki lebih dari 90 ribu karyawan dan revenue senilai 19 milyar dollar, mengambil bagian dari total 352 ribu karyawan yang bergabung di IBM saat ini. Setelah proses pemisahan lini usaha selesai, NewCo akan menanggung kurang lebih 4,600 pelanggan, melayani lebih dari 75% perusahaan yang masuk dalam jajaran Fortune 100, secara otomatis menjadi penyedia layanan infrastruktur terkelola terkemuka di dunia.

Saat ini, platform hybrid cloud hanya didominasi oleh dua perusahaan saja, yaitu Amazon dan Microsoft. Namun meski begitu, IBM tetap positif untuk peluang yang bisa didapat, serta pertumbuhannya yang relatif cepat, salah satunya akibat pandemi global yang membuat banyak organisasi harus menerapkan sistem remote working.