Jakarta, Gizmologi โ Perusahaan fintech DOKU hari ini meluncurkan layanan WaaS (Wallet as a Service). Sebagai perusahaan Fintech pembayaran berlisensi terlengkap, DOKU melakukan terobosan inovatif dengan memaksimalkan potensi lisensi uang elektronik (e-money) dan dompet elektronik (e-wallet) yang dimiliki sesuai dengan koridor regulasi.
Baca juga: DOKU Sukses Bikin UMKM di Denpasar Jadi Juragan
Menurut Nabilah Alsagoff, Co-Founder and Chief Operating Officer DOKU, selama ini lisensi e-money dan e-wallet dari Bank Indonesia yang diterapkan di DOKU e-Wallet sebagai salah satu opsi pembayaran dalam ekosistem. Melalui berbagai interaksi bersama merchant, pihaknya mendapatkan ide-ide baru untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan ini.
โDengan adanya inovasi WaaS kami berharap bisnis dari berbagai industri dapat merasakan kemudahan dan fleksibilitas ketika mengelola arus uang sehari-hari. Selain itu, untuk bisnis berbasis aplikasi juga dapat dengan mudah menambahkan fitur e-money di dalam aplikasinya untuk memfasilitasi transaksi pelanggannya. Cukup terkoneksi lewat DOKU,โ ujar Nabilah, dalam pernyataan persnya di Jakarta (23/1).
Ragam Layanan DOKU WaaS

DOKU WaaS adalah sebuah infrastruktur e-wallet lengkap yang dikoneksikan menggunakan API. Layanan ini memungkinkan partner bisnis untuk menambahkan fitur e-wallet di dalam ekosistemnya untuk kelola arus keuangan dan memfasilitasi transaksi pelanggan.
DOKU menggandeng Tomoro Coffee dan Coda sebagai merchant pertama yang sudah menerapkan layanan WaaS dalam operasional sehari-hari saat memperkenalkan layanan ini secara resmi ke publik. Melalui layanan DOKU WaaS, perusahaan memberikan dua jenis solusi untuk melayani dua segmen pasar yang berbeda, yaitu E-Wallet Bisnis dan E-Wallet Konsumen.
1. E-Wallet Bisnis
E-Wallet Bisnis berguna untuk kelola arus uang dalam ekosistem internal merchant. Penyaluran uang kas merupakan kegiatan rutin yang bisa menyita waktu jika tidak dikelola dengan benar. Salah satu mitra yang memakai layanan ini adalah Tomoro Coffee. Setiap harinya, kantor pusat harus menyalurkan uang kas ke sekitar 300 cabang Tomoro Coffee yang tersebar di seluruh Indonesia.
Liong Yen Hung, Finance & Accounting Manager Tomoro Coffee mengungkapkan, bagi perusahaan dengan banyak cabang dan memiliki tingkat pertumbuhan bisnis yang pesat, uang kas perlu dikelola secara akurat dengan mengutamakan transparansi. Kegiatan rutin ini sangat rentan untuk disalahgunakan jika kantor pusat kurang cermat dalam memantau pencatatan penggunaan uang kas di setiap cabang.
โDi sini DOKU sangat membantu untuk menjaga konsistensi detail pencatatan, sehingga mempermudah kantor pusat untuk memantau penggunaan uang kas di setiap cabang kami,โ kata Liong Yen.
2. E-wallet Konsumen
E-wallet konsumen adalah fitur e-money yang ditambahkan dalam aplikasi merchant. Fitur embedded wallet dalam WaaS yang ditambahkan dalam aplikasi merchant memungkinkan pelanggan untuk melakukan sejumlah top up dan bertransaksi pada platform merchant tersebut.
Salah satu yang menggunakan layanan ini adalah Coda, marketplace konten game yang banyak diminati oleh para gamer di Indonesia. Dengan menerapkan embedded wallet, pelanggan Coda dapat dengan nyaman mengisi saldo untuk kemudian membeli berbagai konten game yang tersedia di platform mereka.
Mukul Chawla, Managing Director, Global Partnerships, APAC, berkomentar bahwa ragam pilihan, kenyamanan dan keamanan adalah hal-hal yang sangat diperhatikan ketika melayani para pelanggan. โKemitraan bersama DOKU untuk memperkenalkan embedded wallet bagi pelanggan kami menunjang komitmen Coda tersebut. Dengan demikian kami sangat senang karena dapat menjadi bagian dari perjalanan ini bersama DOKU,โ ujarnya.
Ke depannya, inovasi kelola arus uang dari DOKU yang memanfaatkan akun e-wallet ini diharapkan dapat mendukung bisnis dari berbagai industri.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



