Gawat! Harga Bitcoin cs Anjlok, Rp1.421 T Melayang

Jakarta, Gizmologi – Harga ‘mata uang’ kripto turun drastis alias anjlok dalam 24 jam terakhir. Tercatat Harga Bitcoin turun di bawah US$30.000 pada penutupan perdagangan hari ini.

Melansir Coindesk, penurunan harga tersebut telah membuat kapitalisasi pasar uang kripto menguap sekitar US$ 98 miliar atau nyaris Rp1.421 triliun (asumsi Rp14.500/US$) dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin turun lebih dari 6% sementara Etherium turun hampir 9% dan XRP merosot hampir 10%.

Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang masa hampir US$65.000 pada pertengahan April, harganya telah jatuh lebih dari 50%. Sejak saat itu, Bitcoin dan aset kripto lainnya mengalami penguatan sebesar 4% secara point-to-point.

“Ada aksi jual luas di pasar global, aset berisiko turun secara keseluruhan,” ujar Annabelle Huang, mitra di perusahaan jasa keuangan cryptocurrency Amber Group, Selasa (20/7/2021).

Penurunan bitcoin terjadi setelah aksi jual besar-besaran di pasar saham global. Termasuk nilai aset Dow Jones Industrial Average yang terpuruk, sejak Oktober lalu.

“Ada kekhawatiran akan kualitas dan kekuatan pemulihan ekonomi” dan “aset berisiko yang lebih luas menjadi lebih lemah,” kata Huang. “Ditambah dengan pelemahan BTC (bitcoin) baru-baru ini, mengirim pasar crypto turun lebih jauh,” imbuhnya.

bitcoin hari ini

Tekanan terhadap ‘penambangan’ dan perdagangan aset kripto membuat investor perlahan mengambil jarak. Lantaran Binance, pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia, bulan lalu dilarang oleh otoritas Inggris, Jepang, Kanada dan Thailand
untuk melakukan aktivitas di negara tersebut.

Belum lagi aksi besar-besaran yang dilakukan otoritas China yang melarang segala bentuk ‘penambangan’ dan perdagangan aset kripto. Padahal sebelumnya, China adalah pasar utama aset kripto dengan pasokan mencapai 70% dari pasar global.

“Semua sinyal berwarna merah karena BTC (bitcoin) terus terbebani oleh larangan crypto utama China dan memburuknya kondisi ekonomi makro dari lonjakan varian covid,” kata Jehan Chu, pendiri modal ventura dan perusahaan perdagangan yang berfokus pada cryptocurrency, Kenetic Capital.

Tinggalkan komen