alexa

Google Catat PPKM Sukses Turunkan Mobilitas Masyarakat Jakarta hingga 30%

Jakarta, Gizmologi – Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada penurunan jumlah orang yang beraktivitas di luar rumah. Menurut Data Google Health dari laporan mobilitas masyarakat (Community Mobility Report) di DKI Jakarta tercatat mengalami penurunan hingga 30 persen.

Laporan ini memetakan berbagai tren pergerakan dari waktu ke waktu berdasarkan geografi dan di berbagai kategori tempat seperti retail dan rekreasi, toko bahan makanan dan apotek, taman, pusat transportasi umum, tempat kerja, dan area permukiman.

Secara spesifik, berdasarkan data yang diambil per 21 Agustus 2021; retail dan rekreasi (-31%); toko bahan makanan dan apotek (-1%); taman (-52%); pusat transportasi umum (-43%); tempat kerja (-19%); dan area permukiman (+10%). Pada periode ini, sejumlah wilayah di Jawa-Bali memang sedang menjalankan PPKM.

Untuk data nasional sebagai berikut; retail dan rekreasi (-15%); toko bahan makanan dan apotek (+12%); taman (-25%); pusat transportasi umum (-36%); tempat kerja (-11%); dan area permukiman (+8%).

“Kami membuat laporan ini karena melihat masih banyaknya negara yang bertarung melawan COVID-19, strategi kesehatan publik terus menjadi fokus untuk mengurangi penyebaran virus seperti social distancing, lockdown, dan lainnya,” kata Product Manager dari Tim Public and Enviromental Health di Google Health, Tomer Shekel.

Lebih lanjut, Shekel mengatakan laporan ini juga diharapkan mampu memberikan gambaran secara lokal (local insights) akan dampak dari kebijakan terhadap mobilitas masyarakat. Laporan ini kini tersedia di 135 negara termasuk detail lanjutan hingga negara bagian, provinsi, distrik, dan lainnya.

“Tak hanya untuk masyarakat, ini juga ditujukan untuk para pengambil kebijakan yang ingin mengetahui dampak pandemi dan kebijakan mereka; seperti misalnya apakah lockdown efektif, evaluasi kebijakan mana yang lebih efektif, bagaimana pengurangan mobilitas memiliki dampak signifikan akan health benefit, dan lainnya,” ujar Shekel menambahkan.

Mengutip dari laman resmi Google, laporan ini dapat diakses secara umum oleh masyarakat. Sehingga dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang berwenang di bidang kesehatan masyarakat untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Pengguna bisa mengakses Laporan Mobilitas Masyarakat hanya dengan menuliskan keyword “Laporan Mobilitas Masyarakat” di tab pencarian Google, dan Anda dapat mengunduh laporan dalam format PDF baik untuk membaca laporan secara global maupun negara/wilayah.

Baca Juga: Vaksinasi sampai PPKM Paling Banyak Dicari di Google Indonesia

Penurunan Grafik Mobilisasi Masyarakat

PPKM Jakarta Google

Secara terpisah, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, mengungkapkan beberapa wilayah aglomerasi atau kabupaten kota yang berdekatan dalam satu kesatuan metropolitan sudah turun dari PPKM level 4 ke level 3.

Selain mobilitas masyarakat, Putri Indonesia 2010 yang juga seorang dokter itu membeberkan data lain dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Disebutkannya, kepatuhan masyarakat DKI Jakarta memakai masker di atas 90 persen. Untuk Kota Depok dan Bogor memiliki tingkat kepatuhan memakai masker di atas 80 persen. Sedang Tangerang dan Tangerang Selatan rata-rata sebesar 80 persen.

“Indikator-indikator yang ada selama menjalani kegiatan PPKM telah menunjukkan pencapaian yang lebih baik,” kata dia.

Reisa menjelaskan, kepatuhan menjaga jarak atau social distancing terlaksana dengan baik, bahkan di daerah Jabodetabek sebesar 70 hingga di atas 90 persen. Sedangkan Surabaya, Sidoarjo dan Gresik berada 85-90 persen yang hampir setara dengan di Bandung Raya. “Artinya, mayoritas di wilayah-wilayah tersebut cukup baik dalam menjaga jarak,” kata Reisa.

Reisa mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat karena telah mau bekerja sama dengan pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjalankan PPKM dengan baik.

“Terima kasih kepada masyarakat Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya dan Surabaya sekitarnya yang telah bergotong royong bekerja keras menurunkan risiko penularan dan menaikkan kapasitas penanganan Covid-19,” kata dia.

Tinggalkan komen