Jakarta, Gizmologi – Honda membawa New Honda WR-V ke IIMS 2026 dengan pendekatan yang terasa lebih dekat ke dunia teknologi dibanding sebelumnya. Bukan cuma soal desain, penyegaran kali ini banyak menyinggung aspek konektivitas, antarmuka digital, dan kemudahan integrasi dengan perangkat pengguna.
Di tengah tren mobil yang makin diperlakukan seperti gadget beroda, Honda WR-V ingin ditempatkan oleh Honda sebagai entry SUV yang “tech-friendly”, terutama untuk konsumen muda yang sangat bergantung pada smartphone dalam aktivitas harian. Mulai dari layar besar, koneksi nirkabel, hingga fitur pengisian daya, semuanya jadi fokus utama.
Namun, di balik klaim value dan pembaruan fitur, WR-V juga memperlihatkan pendekatan Honda yang cukup konservatif. Teknologi hadir untuk mendukung kenyamanan, bukan untuk mendefinisikan ulang pengalaman berkendara secara menyeluruh.
Baca Juga: Changan Debut di IIMS 2026, Umumkan Harga Changan Lumin & Deepal SO7
Konektivitas Jadi Nilai Jual Utama dari Honda WR-V Terbaru

Salah satu peningkatan paling terasa pada New Honda WR-V ada di sistem infotainment. Honda kini menyematkan layar display audio 10,25 inci di seluruh varian, lengkap dengan wireless smartphone connection. Ini menghilangkan ketergantungan pada kabel, sekaligus membuat pengalaman navigasi dan hiburan terasa lebih seamless.
Penambahan port USB-C di baris depan juga menjadi sinyal bahwa Honda mulai mengikuti standar perangkat modern. Bagi pengguna dengan ekosistem gadget terbaru, keputusan ini relevan dan praktis untuk penggunaan harian.
Meski begitu, sistem ini tetap berfungsi sebagai ekstensi smartphone, bukan platform pintar mandiri. Tidak ada pendekatan software yang benar-benar baru atau integrasi layanan digital yang lebih dalam, sehingga WR-V masih bermain di zona aman dibanding beberapa rival yang mulai bereksperimen dengan ekosistem digital lebih luas.
Fitur Pintar Ada, tapi Bertahap
Di varian RS ke atas, Honda menambahkan paddle shift dan wireless charger untuk mendukung kenyamanan serta pengalaman berkendara yang lebih interaktif. Sementara itu, varian tertinggi WR-V RS with Honda Sensing membawa paket fitur keselamatan aktif berbasis sensor yang membantu pengemudi tetap waspada di kondisi lalu lintas padat.
Dari sudut pandang teknologi, Honda Sensing tetap menjadi daya tarik utama. Sistem ini bekerja sebagai lapisan asistif, bukan otomatisasi penuh, dan dirancang agar tidak terasa mengintervensi pengemudi secara agresif.
Namun, seperti strategi Honda selama ini, teknologi tetap diposisikan sebagai fitur premium. Konsumen yang memilih varian bawah harus rela kehilangan sebagian fitur pintar tersebut, meski harga sudah dibuat lebih kompetitif.
New Honda WR-V menunjukkan bagaimana produsen otomotif arus utama menerjemahkan tren teknologi secara pragmatis. Cukup modern untuk relevan, cukup aman untuk mass market, tapi belum sampai tahap benar-benar disruptif. Untuk first-time SUV buyer yang ingin mobil praktis dan “nyambung” dengan gaya hidup digital, WR-V kini terasa lebih masuk akal.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



