Jakarta, Gizmologi – Sudah lima bulan Indosat Ooredoo Hutchison hadirkan fitur anti spam dan scam mereka, untuk pelanggan Tri dan IM3. Selama itu, Indosat telah berhasil mendeteksi 2 miliar panggilan, pesan dan tauran berisiko spam serta scam.
Selain itu, sejak diluncurkan, fitur anti spam dan scam ini telah digunakan lebih dari 2,5 juta orang dan mencatat terdapat 124.000 nomor yang digunakan untuk aksi penipuan. Meski begitu, penjahat digital tentunya tak berhenti berupaya dalam mendapatkan keuntungan.
Untuk itu, Indosat menggandeng Tanla, lewat platform berbasis AI-nya, Wisely AI, untuk mengembangkan fitur anti spam dan scam miliknya. Sistem Wisely AI ini dikatakan bisa melindungi pelanggan dari potensi penipuan digital.
Baca Juga: Indosat Bagikan Update Pemulihan Jaringan Banjir Aceh, Sudah Hampir 98%
Fitur Baru di Anti Spam dan Scam dari Indosat

Anti spam dan scam milik Indosat menunjukkan sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan OTP, phishing, dan undian palsu, dengan saluran utama melalui SMS dan panggilan suara. Aktivitas mencurigakan juga meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, dan masa pencairan bantuan sosial.
Di samping itu, Laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA) menunjukkan bahwa hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan, dengan lebih dari sepertiga menjadi korban dalam 12 bulan terakhir, dan rata-rata setiap korban mengalami penipuan hingga 2,2 kali. Selain itu, menurut data OJK, sejak berdirinya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada 22 November 2024 s.d. 14 Januari 2026, IASC telah menerima pengaduan penipuan dari konsumen dengan total nilai kerugian mencapai Rp9,1 triliun, yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi, kepercayaan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut mendorong Indosat bersama Tanla berupaya mengembangkan sistem perlindungan anti spam dan scam agar tetap relevan dan mudah digunakan. Pelanggan IM3 dengan layanan SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam) dan pelanggan Tri dapat memanfaatkan fitur TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan sistem identifikasi visual berbasis kode warna.

Fitur baru anti spam dan scam yang dihadirkan oleh Indosat ialah auto blokir SMS penipuan, deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP, pop-up notifikasi panggilan telepon sesuai tingkat risiko, ringkasan aktivitas mencurigakan melalui aplikasi dan integrasi perlindungan Plus+ di myIM3 dan bima+.
Sistem yang turut dikembangkan oleh Tanla ini dikatakan memiliki tingkat akurasi hingga 99% persen dan terus disempurnakan melalui pembelajaran data secara berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi AI, kolaborasi strategis bersama Tanla, serta partisipasi aktif pelanggan, Indosat menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem digital yang aman, tepercaya, dan berdampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi seperti Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” ujar Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Sistem perlindungan Indosat ini telah membantu pengguna secara signifikan oleh segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan yang lebih tinggi. Fitur ini juga telah membantu mencegah potensi kerugian finansial sebesar US$ 500 juta. Hasilnya, lebih dari 95% pelanggan merasa lebih terlindungi oleh fitur ini.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



