Jakarta, Gizmologi โ Perusahaan keamanan siber global Kaspersky mengungkapkan, angka insiden phishing di wilayah Asia Tenggara terus meroket. Bahkan jika dibandingkan dengan laporan tahun 2021, peningkatannya mencapai 1 juta deteksi selama tahun 2022.
Berdasarkan data terbaru dari Kaspersky, dari periode Januari hingga Juni 2022, sistem anti-phishing Kaspersky telah menblokir 12.127.692 tautan phishing berbahaya di Asia Tenggara. Artinya hanya butuh enam bulan saja bagi para penjahat siber untuk melampaui serangan phishing mereka tahun lalu.
โPara penjahat dunia maya memiliki telinga dan dengan kemampuan mereka yang dapat mengubah pesan dan menanamkannya dengan urgensi yang dapat dipercaya. Akibatnya, kita juga telah melihat insiden nyata yang tidak menguntungkan dari korban yang kehilangan uang karena serangan phishing,โ kata General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong dalam keterangan resminya, Selasa (11/10).
Yeo menyampaikan, phishing, sejenis serangan rekayasa sosial, tetap menjadi salah satu metode utama yang digunakan oleh penyerang untuk membahayakan target mereka, baik individu maupun organisasi. Modusnya, para penjahat dunia maya mengirim gelombang besar email yang mengaku sebagai perusahaan atau entitas yang sah untuk mempromosikan halaman palsu atau menginfeksi pengguna dengan lampiran berbahaya.
Tujuan akhir dari serangan phishing adalah untuk mencuri kredensial, terutama informasi keuangan dan login untuk mencuri sejumlah uang atau yang terburuk, membahayakan seluruh organisasi.
Baca Juga: Kaspersky Ungkap Serangan Phising Mulai Incar Data Riset Universitas
Insiden Phishing Mengintai Wilayah Asia Tenggara

Lebih dari setengah deteksi semester pertama (H1) 2022 menargetkan pengguna Kaspersky di Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Khusus Indonesia, serangan phishing yang terdeteksi selama semester I 2022 mencapai 1.548.716. Sedangkan di sepanjang tahun 2021 mencapai 2.290.502 serangan.
Selain kerugian individu, peneliti Kaspersky baru-baru ini juga turut membunyikan alarm bahwa sebagian besar kelompok Advanced Persistent Threat (APT) di Asia Pasifik termasuk Asia Tenggara menggunakan phishing bertarget untuk masuk ke jaringan yang sangat terlindungi.
Seperti namanya โadvance atau canggihโ, APT menggunakan teknik peretasan yang berkelanjutan, rahasia, dan canggih untuk mendapatkan akses ke sistem dan tetap berada di dalam untuk jangka waktu yang lama, dengan konsekuensi yang berpotensi merusak.
โDengan data yang dicuri, para penipu online dapat mengungkapkan informasi sensitif komersial, memanipulasi harga saham atau melakukan berbagai tindakan spionase,โ tulis Kaspersky.
Untuk melawan penipuan phishing, Kaspersky mengingatkan karyawan harus waspada terhadap ancaman, seperti kemungkinan email palsu yang masuk ke kotak email mereka. Selain edukasi, teknologi yang berfokus pada keamanan email juga diperlukan. Kaspersky merekomendasikan untuk menginstal solusi antiphishing protektif pada server email serta pada workstations karyawan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



