Jenius Edukasi Masyarakat Pahami Keamanan Digital, Cegah Modus Social Engineering

Jakarta, Gizmologi – Dalam beberapa bulan belakangan, tidak sedikit kasus pembobolan rekening bermunculan dan dibahas menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pada beberapa kasus, kesalahan justru bukan dari pihak bank, namun dari penggunanya. Secara tidak sadar masuk ke dalam salah satu jenis kejahatan siber baru.

Yakni modus rekayasa sosial atau yang juga disebut dengan social engineering. Untuk itu, pihak bank dalam hal ini Jenius dari PT Bank BTPN Tbk sebagai pelopor digital banking Tanah Air, meluncurkan sebuah program “Jenius Aman”. Sebagai bentuk edukasi keamanan digital secara berkelanjutan, bertujuan tingkatkan literasi masyarakat.

Melalui sebuah acara virtual yang diadakan pagi (28/10), Irwan Tisnabudi selaku Digital Banking Head Bank BTPN mengatakan bila keamanan data dan dana nasabah selalu menjadi prioritas. Selain dilengkapi sistem keamanan berlapis, Jenius juga gunakan teknologi berstandar internasional, isolasi dan proteksi data berlapis, serta diawasi oleh BI dan OJK.

Baca juga: Jenius & Bank Lainnya Berkolaborasi Edukasi Keamanan Konsumen

Edukasi Nasabah dan Perkuat Fitur Keamanan

Jenius Aman Virtual Press Conference - 001

“Kasus-kasus penipuan yang terjadi pada nasabah Jenius adalah kejahatan siber dengan social engineering. Oleh sebab itu, kami meluncurkan program Jenius Aman untuk mengedukasi masyarakat tentang keamanan data pribadi, agar dapat terhindar dari kejahatan siber yang terus berkembang,” tambah Irwan. Dalam acara virtual tersebut, turut hadir Teguh Aprianto sebagai periset dan konsultan keamanan siber.

Teguh mengatakan bila pola kejahatan siber terutama modul social engineering kian meningkat selama pandemi. Ketika masyarakat didorong untuk mengadopsi teknologi, tingkat kejahatan siber yang juga naik membuat nasabah harus berhati-hati. Terutama saat menerima telepon, pesan singkat ataupun pesan melalui media sosial yang mengaku sebagai pihak resmi, meminta data atau informasi pribadi.

“Penyedia layanan bertanggung jawab untuk menjaga keamanan data dan dana nasabah, namun nasabah juga perlu waspada untuk turut melindungi data milik mereka, agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” jelas Teguh. Dari sisi aplikasi Jenius sendiri, sudah disematkan beberapa fitur keamanan yang kini bisa dimanfaatkan oleh nasabah.

Mulai dari keamanan berlapis yang terdiri dari PIN, kata sandi hingga autentikasi biometrik, pengaturan limit transaksi, pengaturan PIN di setiap kartu debit, notifikasi yang menyeluruh, fitur block & unblock kartu debit langsung dari aplikasi, hingga fitur Jenius Pay yang bantu nasabah bertransaksi online tanpa perlu memasukkan informasi rahasia yang terdapat di kartu debit.

Seiring dengan naiknya jumlah kasus social engineering, Jenius juga menambahkan beberapa langkah keamanan demi perkecil risiko penyalahgunaan akun Jenius, termasuk kode OTP atau one time password. Serta mencakup kebijakan satu perangkat yang terhubung, menutup akses log in lewat situs 2secure.jenius.co.id, dan menutup akses unlink device lewat aplikasi/situs.

Masih Banyak Masyarakat Kurang Sadar Akan Informasi Berharga

Jenius BNI TapCash

Jenius juga berkokreasi dengan masyarakat digital savvy untuk lakukan penambahan keamanan dan edukasi keamanan digital. Salah satunya lewat Jenius Study bertajuk “Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Data-Data Pribadi yang Bersifat Rahasia”. Berlangsung selama bulan September dan melibatkan 637 responden, hanya 1 dari 10 dari mereka yang memahami dan menyadari modus social engineering.

Dalam survei yang sama, 7 dari 10 anggota juga belum memahami kalau nama dan tanggal kedaluwarsa yang ada di kartu debit adalah informasi rahasia. Dan dari 10 anggota, ditemukan fakta bila 5 di antaranya pernah dihubungi oknum kejahatan siber, serta 1 dari 5 anggota teperdaya berikan data pribadinya lewat beragam medium.

“Dengan melihat temuan dari survei Jenius Study tersebut, kami meluncurkan program Jenius Aman untuk memaksimalkan edukasi serta fitur keamanan di Jenius. Salah satunya yang sudah dijalankan adalah kampanye edukasi #DatamuRahasiamu, sebuah kolaborasi antara Jenius dan beberapa pelaku industri digital lainnya, baik bank maupun nonbank,” tutup Irwan.

Tinggalkan komen


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.