Jokowi Dorong Hybrid Skill dan Knowledge untuk Belajar Teknologi Baru

Jakarta, Gizmologi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan agar masyarakat mengembangkan kemampuan berbasis teknologi, terlebih di era Industri 4.0. Pasalnya bila tak beradaptasi dengan cepat maka beberapa pekerjaan yang dijalankan saat ini akan tergantikan oleh robot.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas, Rabu (13/10).

“Sekali lagi ketidakpastian dunia sangat tinggi sekali. Oleh sebab itu kita membutuhkan betul ilmu pengetahuan dan teknologi dan kita harus semakin arif mengakuisisi teknologi-teknologi baru terutama teknologi digital,” ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan saat ini banyak pemilik usaha sudah mengelola sendiri uangnya dengan e-payment. Terlebih saat ini, assessor kredit yang ke depannya akan lebih banyak lagi berubah menjadi fintech.

“Penerjemah sudah banyak sekali, ke depan akan hilang karena aplikasi translation. Insinyur-insinyur hati-hati bisa digantikan advance robotics,” jelasnya.

Advance robotics adalah penggunaan robot humanoid (robot yang berperilaku seperti manusia) yang bisa menjalankan tugas manusia yang kompleks. Contohnya membantu tenaga kesehatan melakukan operasi bedah (surgery).

Baca Juga : Resep Jokowi Kembangkan Ekonomi Digital Indonesia 2030

Hybrid Skill dan Hybrid Knowledge

Ilustrasi akses internet
Ilustrasi akses internet. (sumber: Pixabay)

Untuk itu Jokowi mengajak akademisi dan universitas untuk menghadirkan pola pembelajaran baru bagi siswa. Sehingga tidak hanya kegiatan monoton tetapi juga melatih skill yang dibutuhkan industri saat ini.

Jokowi mencontohkan untuk menempatkan mahasiswa di perusahaan teknologi, agar mahasiswa belajar “hyperloop”, “space act”, “advanced robotics” karena kecepatan perubahan teknologi sangat cepat.

“Oleh sebab itu yang namanya SDM harus betul-betul jadi ‘concern’ kita, pendidikan tinggi, pendidikan tingi kita harus memfasilitasi mengembangkan talentanya, jangan dipagari oleh program-program studi yang justru membelenggu karena semuanya akan ‘hybrid’, ‘hybrid knowledge’, ‘hybrid skill’,” jelasnya.

Artinya mahasiswa tidak hanya paham satu bidang, tapi juga berbagai bidang seperti matematika, ilmu komputer hingga bahasa. Pasalnya menurut Jokowi, perkembangan teknologi sudah jauh di depan dan menuntut masyarakat untuk siap menghadapi perubahan.

“Bahasa bukan bahasa Inggris saja, tapi bahasa ‘coding’ penting ke depan karena ke depan banyak pekerjaan yang hilang tapi juga muncul pekerjaan-pekerjaan baru,” papar Jokowi.

Tinggalkan komen