Jakarta, Gizmologi – Lenovo dan Formula 1 kembali memperdalam kemitraan global mereka lewat penerapan teknologi Neptune Liquid Cooling. Teknologi pendinginan berbasis air ini diklaim mampu meningkatkan performa sistem komputasi sekaligus menekan konsumsi energi secara signifikan. Implementasinya difokuskan pada pusat data utama Formula 1 di Media & Technology Centre, Inggris.
Transformasi teknologi di balik layar Formula 1 terus bergerak cepat, terutama dalam hal pengolahan data dan siaran global. Dengan ratusan juta penonton di seluruh dunia, kebutuhan akan sistem komputasi berperforma tinggi bukan lagi sekadar pendukung, melainkan fondasi utama. Di sinilah peran teknologi menjadi semakin krusial, bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga efisiensi dan keberlanjutan.
Langkah ini sejalan dengan arah industri teknologi yang mulai menaruh perhatian serius pada efisiensi energi. Namun di sisi lain, adopsi teknologi seperti liquid cooling juga memunculkan tantangan baru, mulai dari kompleksitas infrastruktur hingga biaya implementasi yang tidak kecil.
Baca Juga: GIGABYTE X870E AERO X3D WOOD Hadirkan Pendekatan Baru Motherboard Premium
Pendinginan Cair untuk Beban Data Formula 1

Lenovo Neptune Liquid Cooling diterapkan langsung pada server ThinkSystem yang menangani beban kerja AI dan pemrosesan data Formula 1. Dengan pendekatan pendinginan di level prosesor menggunakan air hangat, kebutuhan pendingin berbasis udara dapat ditekan, sekaligus membuka ruang untuk komputasi berkepadatan tinggi.
Bagi Formula 1, teknologi ini memungkinkan pemrosesan sekitar ratusan terabyte data setiap akhir pekan balapan, mulai dari telemetri mobil hingga siaran langsung global. Efisiensi energi yang diklaim mencapai 40 persen juga mendukung target Formula 1 untuk mencapai net zero pada 2030.
Efisiensi Tinggi, Tapi Tidak Tanpa Catatan
Meski menjanjikan, penerapan liquid cooling bukan solusi instan. Infrastruktur pusat data harus siap, baik dari sisi desain maupun operasional. Perawatan sistem pendinginan cair juga menuntut keahlian khusus, yang bisa menjadi tantangan bagi organisasi dengan skala lebih kecil.
Selain itu, publik masih belum mendapat gambaran jelas seberapa besar dampak teknologi ini terhadap kualitas siaran yang dirasakan langsung oleh penonton. Inovasi di level backend memang penting, namun keberhasilannya tetap diukur dari pengalaman akhir pengguna.
Kolaborasi Lenovo dan Formula 1 menunjukkan bagaimana teknologi enterprise kini berperan besar di industri hiburan dan olahraga. Tantangannya ke depan adalah memastikan inovasi ini bukan hanya efisien secara teknis, tetapi juga relevan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



