Michael Dell Prediksi Krisis Memori Berlanjut hingga 2030, Harga PC Terancam Naik

By
Christopher Louis - Tech Journalist
3 Min Read
Michale Dell, CEO Dell Technology

CEO sekaligus Chairman Dell, Michael Dell, memperkirakan kelangkaan memori belum akan mereda dalam waktu dekat. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, ia menyebut situasi pasokan berpotensi semakin ketat pada 2027, seiring pembangunan pusat data AI yang terus menyerap kapasitas produksi DRAM dan High Bandwidth Memory (HBM).

Menurut laporan tersebut yang berkaitan dengan krisis memori, Dell memiliki pesanan server AI senilai sekitar US$95 miliar yang belum terpenuhi. Perusahaan menyebut keterbatasan memori sebagai salah satu hambatan pengiriman, bukan kurangnya permintaan. Server AI membutuhkan HBM untuk akselerator komputasi, sementara sistem pendukungnya juga menggunakan DRAM konvensional dalam jumlah besar.

Dampaknya dari krisis memori tidak hanya dirasakan perusahaan penyedia infrastruktur AI. Konsumen PC juga menghadapi kenaikan harga komponen memori dalam beberapa bulan terakhir. Jika pasokan tetap terbatas, biaya produksi komputer berpotensi meningkat dan mendorong produsen menyesuaikan harga produk mereka.

Baca Juga: SK hynix Prediksi Krisis Memori Berlanjut hingga 2030, Harga Tetap Tinggi

Pasokan Memori Diperkirakan Baru Bertambah pada 2029

Pembangunan fasilitas produksi memori baru membutuhkan waktu sekitar empat tahun. Karena itu, Dell memperkirakan tambahan pasokan dalam skala signifikan baru akan terasa pada 2029 atau 2030. Pandangan ini sejalan dengan pernyataan CEO Micron dan SK hynix yang juga memperkirakan tekanan pasokan berlangsung selama beberapa tahun ke depan, krisis memori memang memberikan banyak dampak di setiap sektor teknologi.

Produsen memori kini menghadapi permintaan tinggi dari industri AI, terutama untuk HBM yang digunakan bersama akselerator AI. Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh jenis memori mengalami tekanan dengan tingkat yang sama. Pasokan DRAM untuk PC dan HBM memiliki karakteristik serta kebutuhan produksi berbeda, meski keduanya dapat bersaing dalam kapasitas manufaktur dan investasi.

Dell disebut mengantisipasi keterbatasan pasokan dengan membeli DRAM ketika proses perakitan akhir sudah mendekat serta mengamankan pasokan melalui perjanjian jangka panjang. Belum jelas seberapa besar strategi tersebut diterapkan pada produk konsumennya.

Harga PC Berpotensi Tertekan Akibat Krisis Memori

Kenaikan harga memori sudah memengaruhi pasar PC rakitan atau do-it-yourself (DIY). Laporan yang dikutip TechPowerUp menyebut harga memori melonjak hampir 500% dalam 12 bulan terakhir. Dell sendiri dilaporkan menaikkan harga PC sebesar 15–20% pada akhir tahun lalu dan kembali menyesuaikan harga sejumlah monitor pada Oktober 2026.

Jika kelangkaan semakin parah pada 2027, produsen lain berpotensi melakukan penyesuaian harga serupa. Meski demikian, besarnya dampak terhadap konsumen akan bergantung pada kontrak pasokan, stok komponen, strategi harga, dan tingkat persaingan. Untuk sementara, calon pembeli PC sebaiknya memperhitungkan kemungkinan perubahan harga, tanpa menganggap semua produk pasti mengalami kenaikan dengan besaran yang sama.

Author

Christopher Louis

Tech journalist at Gizmologi. In love with gaming, tech, and Arthur Morgan


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Turn on JavaScript to leave a comment.

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version