Jakarta, Gizmologi โ Pemanfaatan platform infrastruktur terkonvergensi berbasis komputasi awan atau Cloud sudah jadi sebuah keniscayaan bagi pelaku bisnis digital. Lantas bagaimana bila NetApp memperkenalkan konsep baru, yakni Evolved Cloud untuk pengolahan data terpadu berbasis cloud.
Country Manager, NetApp Indonesia, Adir Ginting menjelaskan Evolved Cloud merupakan penggabungan konsep hybrid cloud, di mana data dan workload yang dapat diolah pada penyedia layanan tertentu seperti AWS (Amazon Web Services), GCP (Google Cloud Platform), maupun Microsft Azure.
โSaat awal dikenalkannya konsep ini, dijanjikan simplicity, agility dan cost saving. Di mana hyperscaler cloud yang sifatnya analytic dikolaborasikan dengan sistem pemrosesan di DevOps,โ ungkap Adir kepada Gizmologi, beberapa waktu lalu, Kamis (16/2/2023).
Hal ini disadari kebutuhan perusahaan maupun pelaku bisnis dalam 2-3 tahun terakhir, yang membutuhkan platform cloud untuk produk dan layanan yang berbeda. Oleh karena itu, ia melihat bahwa perusahaan sekarang lebih cenderung untuk menjalankan bisnis dengan dua atau lebih cloud, sesuai dengan kebutuhan mereka yang beragam.
Sehingga, kata Adir, konsep Evolved Cloud menjanjikan solusi yang simplicity, agility dan cost saving. Misalnya perusahaan yang tiba-tiba perlu menjalankan multiple workload di multiple cloud, tidak bisa lagi hanya berfokus pada satu penyedia layanan saja, termasuk cost saving yang tentunya akan melonjak.
โJadi hampir jarang customer (perusahaan) yang bilang โOh, saya akan stay dengan AWS sajaโ. Mereka pasti akan โOh, kalau untuk collaboration saya pakai Microsoft Azure. Kalau ingin analytic, workload-nya di GCPโ, karena tahu kekuatannya (masing-masing) di situ,โ jelas Adir.
Baca Juga: Ini Prinsip NetApp Dalam Melakukan Disrupsi Teknologi
Konsep Evolved Cloud dari NetApp

Lebih lanjut, Adir menjelaskan Evolved Cloud adalah pendekatan hybrid multicloud yang bertujuan untuk mempermudah integrasi dan pengelolaan lingkungan cloud secara terpadu. Di mana Evolved Cloud menggunakan manajemen terpadu dan otomatisasi dalam pemantauan, operasi dan pengoptimalan biaya dan meminimalkan operasi hybrid multicloud secara konsisten.
Adapun framework Evolved Cloud yang diperkenalkan Netapp, menggabungkan dua produk yaitu BlueXP dan Spot. Di mana BlueXP merupakan platform kontrol terpadu yang menghadirkan pengalaman hybrid multicloud. Sedangkan Spot, merupakan produk cloud operations.
โEvolved cloud bukan suatu produk, software atau tools, tapi suatu framework yang berkesinambungan. Cukup dengan satu framework yang bisa mengakomodir hybrid multicloud itu, kami bisa mengatasi tantangan-tantangan (perusahaan) yang ada di cloud termasuk mengurasi ongkos SLA (Service Level Agreement) hingga 80%,โ pungkas Adir.
Adir menambahkan Evolved cloud secara framework diperkenalkan belum lama ini, tepatnya ketika โNetApp INSIGHT 2022โ. Di mana framework ini menawarkan pengalaman sederhana dalam mengelola layanan data secara luas dan terintegrasi dalam mengotomatisasi, menemukan, mengelola, melindungi, mengatur, dan mengoptimalkan data, infrastruktur dengan opsi penggunaan yang lebih fleksibel.
โCloud yang telah berevolusiโ adalah salah satu pendekatan yang paling mendasar, dikendalikan oleh AI, dan praktis untuk manajemen cloud secara keseluruhan โ dan organisasi akan segera mendapat manfaat dari migrasi ke operasi, ke FinOps, hingga inovasi,โ ucapnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



