Jakarta, Gizmologi – Samsung resmi memperkenalkan lini Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra hari ini, dengan fokus besar pada narasi “AI phone”. Di saat yang sama, Poco justru ikut meramaikan momentum tersebut lewat unggahan di X yang terkesan menyindir pendekatan kompetitornya. Alih-alih menekankan AI, Poco menyebut pengguna sebaiknya menunggu sesuatu untuk “smart minds”.
Strategi ini bukan hal baru di industri smartphone, terutama ketika satu brand mencoba menumpang hype peluncuran pesaing. Namun dalam konteks ini, timing unggahan Poco cukup jelas mengarah pada Samsung yang sedang gencar memasarkan kecerdasan buatan sebagai diferensiasi utama produk flagship terbarunya.
Meski Poco tidak secara eksplisit menyebut perangkat yang dimaksud, berbagai bocoran sebelumnya mengindikasikan bahwa pesan tersebut berkaitan dengan X8 Pro dan X8 Pro Max yang memang sudah lama beredar di rumor.
Strategi Sindiran di Tengah Hype AI Phone
Dari sisi pemasaran, langkah Poco bisa dianggap cerdas karena mampu menarik perhatian publik tanpa biaya kampanye besar. Menunggangi momentum peluncuran brand besar sering kali efektif untuk meningkatkan awareness, apalagi jika produk yang akan diumumkan berada di segmen harga lebih terjangkau.
Namun di sisi lain, pendekatan ini juga memiliki risiko. Tanpa informasi konkret tentang produk yang dijanjikan, pesan “tunggu saja” bisa berbalik menjadi ekspektasi berlebihan. Jika perangkat yang dirilis nanti tidak membawa diferensiasi signifikan, strategi sindiran justru berpotensi menjadi bumerang bagi persepsi brand.
Bocoran X8 Series dan Realitanya

Berdasarkan rumor yang beredar, Poco X8 Pro disebut sebagai versi rebrand dari Redmi Turbo 5, sementara X8 Pro Max kemungkinan berasal dari Redmi Turbo 5 Max. Perbedaan utama dikabarkan hanya pada kapasitas baterai yang sedikit lebih kecil dibandingkan versi Redmi, masing-masing sekitar 6.500 mAh dan 8.500 mAh.
Jika informasi ini akurat, maka positioning Poco tetap konsisten sebagai brand performa tinggi dengan harga agresif. Meski demikian, pendekatan rebranding juga sering menuai kritik karena dianggap kurang inovatif. Pada akhirnya, daya tarik produk tetap akan ditentukan oleh harga, optimasi software, serta pengalaman pengguna secara keseluruhan saat perangkat resmi meluncur dalam beberapa minggu ke depan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



