Ray-Ban Meta Audio Resmi Hadir di Connect 2026, Mengapa Tanpa Kamera?

By
Yus Lianson - Editor | Content Creator
7 Min Read
Ray-Ban Meta Audio hadir tanpa kamera dengan fitur audio dan AI. (Doc: Meta)

Meta Connect 2026 yang digelar pada 23 hingga 24 September menghadirkan sejumlah kejutan menarik, dari sisi perkembangan AI milik perusahaan Mark Zuckerberg hingga perangkat wearable.

Selain Muse, Meta Connect 2026 juga menjadi ajang di mana perusahaan memperkenalkan lini smart glasses terbarunya yaitu Ray-Ban Meta Audio.

Berbeda dari kacamata pintar generasi sebelumnya milik Meta, Ray-Ban Meta Audio menjadi smart glasses pertama milik perusahaan yang hadir tanpa kamera.

Baca Juga: Xiaomi 18 Pro & Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Snapdragon Terbaru

Walau begitu, perusahaan tetap menyertakan fungsi musik, kemampuan menelepon, balas pesan pakai suara, penerjemahan langsung, dan akses ke Meta Ai tanpa kemampuan mengambil foto maupun video.

Rencananya, raksasa media sosial tersebut akan mulai memasang harga Ray-Ban Meta Audio mulai dari USD 349 atau sekitar Rp 6,2 jutaan, dengan pengiriman pertama dijadwalkan pada 13 Oktober 2026.

Mengutip keterangan resmi perusahaan, Kamis (24/7/2026), perusahaan akan mulai membuka pre-order Ray-Ban Meta Audio pada 23 September 2026.

Meta juga mengambil langkah berbeda dengan lini smart glasses sebelumnya, yakni dengan menghilangkan komponen selama ini menjadi sumber utama kekhawatiran privasi.

Ray-Ban Meta Audio Tanpa Kamera, Tetap Bisa Jadi Kacamata AI

Ray-Ban Meta Audio menjadi kacamata pintar pertama Meta tanpa kamera, dengan fokus pada audio, AI, panggilan, dan penggunaan sepanjang hari. (Doc: Meta)

Meta mengatakan audio merupakan fitur yang paling populer pada lini smart glasses mereka. Karena itu, Ray-Ban Meta Audio dirancang untuk menghadirkan fungsi yang sebelumnya biasa ditemukan pada earbuds, tetapi langsung terintegrasi ke bingkai kacamata.

Pengguna dapat mendengarkan musik dan podcast, menerima panggilan, serta menjawab pesan menggunakan suara. Kacamata ini juga bisa digunakan untuk berbicara dengan Meta AI secara hands-free. Engadget mencatat fungsi AI mencakup live translation dan jawaban real-time atas pertanyaan pengguna.

Namun, ketiadaan kamera membawa konsekuensi yang jelas. Ray-Ban Meta Audio tidak dapat mengambil foto atau video, sekaligus tidak bisa menggunakan informasi visual dari lingkungan pengguna sebagai konteks AI.

Dengan kata lain, perangkat ini lebih mengandalkan suara, percakapan, dan layanan AI daripada kemampuan memahami apa yang sedang terlihat di depan pengguna.

Bobot Ray-Ban Meta Audio Hanya 43 Gram, Baterai Tahan hingga 12 Jam

Ray-Ban Meta Audio

Menghilangkan kamera juga membuat desain Ray-Ban Meta Audio lebih ringan. Bobotnya hanya 43 gram, lebih ringan dibanding sejumlah model smart glasses Meta lainnya.

Meta menggunakan ujung gagang yang dapat disesuaikan, bantalan hidung yang bisa diatur atau diganti, serta engsel yang dapat membuka lebih lebar untuk membantu kenyamanan. Baterainya diklaim mampu bertahan hingga 12 jam dalam sekali pengisian, dengan tambahan hingga 48 jam melalui casing pengisi daya.

Produk ini hadir dalam dua desain baru, Clubmaster dan Burbank, dengan total 23 kombinasi warna dan lensa. Keduanya juga mendukung berbagai pilihan lensa resep.

Langkah Meta untuk menghilangkan kamera dan lampu indikator perekaman  membuat bentuk kacamata terlihat lebih dekat dengan kacamata biasa. Perbedaan lainnya terlihat pada bagian gagang yang kini sedikit lebih tebal dan area speaker.

Meta Tidak Menyebut Privasi sebagai Alasan Utama

Meta tidak secara eksplisit mengatakan Ray-Ban Meta Audio dibuat sebagai respons terhadap masalah privasi. Dalam pengumuman resminya, perusahaan lebih menekankan popularitas fitur audio, bobot yang lebih ringan, kenyamanan, dan penggunaan AI tanpa perlu memegang ponsel.

Namun, konteks peluncurannya sulit dipisahkan dari meningkatnya kritik terhadap smart glasses berkamera.

Reuters melaporkan, perangkat semacam ini menghadapi kekhawatiran di sejumlah negara karena kemampuan merekam orang lain tanpa persetujuan. 

Prancis memperketat pengawasan terhadap penggunaan smart glasses, sementara Australia mempertimbangkan pembatasan perangkat berkamera di gedung pemerintah.

Ray-Ban Meta Audio bisa mengenali perintah suara. (Doc: Meta)

Reuters juga sebelumnya melaporkan Meta memang sedang menyiapkan smart glasses tanpa kamera ketika tekanan soal privasi meningkat.

Karena itu, meski Meta tidak mengaitkan produk secara langsung dengan isu tersebut, Ray-Ban Meta Audio menawarkan pendekatan yang lebih sederhana: pengguna mendapatkan fungsi audio dan AI tanpa perangkat yang bisa digunakan untuk mengambil gambar atau video.

Meski begitu, menghapus kamera memang menghilangkan salah satu sumber risiko terbesar dari smart glasses.

Tidak ada foto atau video yang bisa direkam melalui Ray-Ban Meta Audio, dan tidak ada lampu indikator yang harus menyala ketika perekaman berlangsung. Namun, perangkat ini tetap memiliki mikrofon dan terhubung ke layanan AI. Artinya, persoalan privasi tidak otomatis selesai.

Perbedaannya adalah jenis data yang dapat dikumpulkan perangkat.

Pada smart glasses berkamera, AI dapat menggunakan gambar dari lingkungan sekitar pengguna. Pada Ray-Ban Meta Audio, kemampuan tersebut tidak tersedia sehingga interaksi lebih berpusat pada suara.

Ini juga berarti pengguna tidak dapat meminta AI membaca papan, mengenali objek, atau memahami lingkungan secara visual melalui kamera seperti pada model Meta berkamera.

Meta Tetap Menjual Smart Glasses Berkamera

Ray-Ban Meta Audio bantu pengguna yang memiliki kesulitan mendengar . (Doc: Meta)

Ray-Ban Meta Audio bukan pengganti seluruh lini smart glasses Meta. Dalam event yang sama, perusahaan memperkenalkan Ray-Ban Meta Gen 3 yang tetap membawa kamera dan fitur berbasis visual. 

Pendekatan ini juga memperlihatkan kamera mulai menjadi pilihan, bukan lagi syarat mutlak untuk sebuah AI glasses.

Ray-Ban Meta Audio menunjukkan Meta sedang menguji pertanyaan yang cukup penting bagi masa depan wearable AI: seberapa banyak fungsi yang benar-benar membutuhkan kamera?

Untuk pengguna yang hanya membutuhkan musik, panggilan, penerjemahan, dan AI hands-free, kamera mungkin tidak selalu diperlukan. Sementara bagi mereka yang membutuhkan kemampuan memahami lingkungan, model berkamera tetap menawarkan fungsi yang berbeda.

Meta belum menyebut Ray-Ban Meta Audio sebagai jawaban atas persoalan privasi. Namun, kehadiran kacamata AI tanpa kamera menunjukkan bahwa perusahaan kini membuka jalur lain menuju wearable yang lebih mudah dipakai sehari-hari.

Author

Yus Lianson

Editor and content creator at Gizmologi. Tech and gaming enthusiast with over 10 years of experience as a journalist.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version