Jakarta, Gizmologi โย SoftBank Group Corp membuat ramai bisnis investasi sekaligus teknologi digital setelah secara resmi mengakuisisi DigitalBridge Group, Inc senilai US$4 miliar atau sekitar Rp67 triliun. Raksasa investasi asal Jepang tersebut kini menjadi pemilik dari perusahaan infrastruktur digital khususnya dalam bidang artificial intelligence.
Akuisisi SoftBank bukan sekadar investasi pasif biasa melainkan proses ambil alih langsung dengan membayarkan US$16,00 per saham secara tunai. Membuat perusahaan investasi tersebut bukan hanya punya aset digital melainkan juga infrastruktur fisik dari Digital Bridge mulai dari pusat data, menara seluler, hingga jaringan fiber optik.
โDigitalBridge adalah pemimpin dalam infrastruktur digital, dan akuisisi ini akan memperkuat fondasi untuk pusat data AI generasi berikutnya, memajukan visi kami untuk menjadi penyedia platform ASI terkemuka, dan membantu membuka terobosan yang menggerakkan kemanusiaan ke depan,โ ujar Masayoshi Son, Chairman & CEO SoftBank Group Corp dikutip dari rilis resmi.
Keputusan mewah ini menegaskan langkah SoftBank untuk merealisasikan arah penggunaan Artificial Super Intelligence (ASI) yang menusiawi. Dengan demikian perusahaan juga akan lebih mudah mengembangkan beragam aplikasi berbasis AI di masa depan.
Baca juga: Canva Hadirkan Fitur Desain Langsung di ChatGPT
ASI Sebagai Fondasi SoftBank di Masa Depan

Keberadaan ASI menjadi salah satu alasan perusahaan melakukan akuisisi Digital Bridge. ASI sendiri merupakan evolusi kecerdasan buatan paling canggih saat ini. Kemampuannya berpikirnya disebut punya level lebih tinggi dari manusia. ASI dianggap lebih cerdas di hampir setiap bidang seperti kreativitas ilmiah, kebijaksanaan, hingga keterampilan sosial.
Perusahaan investasi ini menyadari bahwa visi menciptakan super-AI mustahil terwujud tanpa pasokan listrik dan ruang server yang masif. Digital Bridge sendiri mengelola aset senilai lebih dari USD 108 miliar, termasuk portofolio raksasa seperti Vantage Data Centers dan Switch. Dengan kepemilikan saat ini, akan mudah bagi perusahaan mewujudkan mimpi tersebut.
Bagi Gizmo friends yang mengamati pergerakan pasar, ini adalah sinyal pivot yang jelas. SoftBank tidak lagi hanya ingin menjadi โdompetโ bagi startup unicorn, tetapi ingin menjadi operator langsung dari infrastruktur kritis. Marc Ganzi, CEO DigitalBridge, dipastikan akan tetap memimpin perusahaan ini sebagai entitas independen di bawah payung SoftBank pasca-akuisisi yang ditargetkan rampung pada paruh kedua 2026.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



