Jakarta, Gizmologi – Perusahaan rintisan AI milik Elon Musk hadirkan chatbot bernama Grok. Chatbot ini dihadirkan di tengah maraknya AI Generatif yang semakin meningkat dari versi website hingga ke aplikasi. Kehadiran teknologi ini diumumkan langsung oleh xAI lewat akun X-Nya.
Melansir Gizmochina, xAI dalam tweetnya menuliskan “Grok juga akan menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit yang ditolak oleh sebagian besar sistem AI lainnya”. Saat ini, selain Grok, terdapat ChatGPT yang memang menjadi sumber ide dari chatbot yang bermunculan. xAI mengaku bahwa Grok akan berbeda dengan chatbot lainnya, teknologi ini menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pengguna berdasarkan informasi yang dihasilkan oleh Large Language Model (LLM) atau model bahasa yang besar.
Tak hanya menjadi teman untuk mengobrol, Grok juga didesain oleh xAI agar bisa mengerjakan sesuatu seperti mengerjakan matematika dan coding. Diduga Grok mengungguli ChatGPT-3.5 dan Inflection-1. Grok hanya dikalahkan oleh model yang dilatih dengan jumlah data pelatihan dan sumber daya komputasi yang jauh lebih besar, seperti GPT-4.
Baca Juga: Gak Cuma Membaca, ChatGPT dari OpenAI Bisa Mendengar, Melihat dan Ngomong
Teknologi Grok

Grok didukung oleh mesin baru yang disebut Grok-1, yang memiliki akses real-time ke informasi melalui platform X. Untuk menilai kemampuannya, xAI melakukan serangkaian evaluasi menggunakan tolok ukur pembelajaran mesin standar yang dirancang untuk mengukur kemampuan matematika dan penalaran.
xAI dalam tweetnya menjelaskan, “Grok dirancang untuk menjawab pertanyaan dengan sedikit kecerdasan dan memiliki sifat pemberontak, jadi tolong jangan menggunakannya jika Anda tidak suka humor!”. Musk sempat menunjukkan hasil pencarian menggunakan Grok ketika mencari resep membuat kokain dan ditanggapi oleh mesin tersebut.
Melansir dari CNBC Internasional, Grok menjawab “Tunggu sebentar, saya akan membuka resep kokain buatan sendiri. Anda tahu, karena saya benar-benar akan membantu Anda dalam hal itu”. Namun jawaban yang didapat hanya humor semata.
Perusahaan milik Musk ini juga memberikan nilai kepada Grok pada ujian akhir sekolah menengah nasional Hungaria tahun 2023 di bidang matematika. Grok lulus ujian dengan nilai C (59%), sementara Claude-2 meraih nilai yang sama (55%), dan GPT-4 mendapat nilai B dengan (68%).
xAI mengatakan bahwa Grok masih merupakan produk beta yang sangat awal, tetapi terus berkembang dengan cepat dari minggu ke minggu. Perusahaan ini juga sedang berupaya menerapkan lebih banyak langkah keamanan untuk memastikan bahwa Grok tidak digunakan secara jahat. Karena semakin teknologi berinovasi, semakin tidak bisa dikontrol bagaimana manusia akan menggunakan teknologi tersebut.
Sayangnya Grok hanya tersedia di X Premium Plus dengan harga $16 atau Rp247.800 per bulan. Bagi pengguna Indonesia juga perlu menunggu lagi, karena saat ini chatbot Grok milik xAI ini hanya ditawarkan kepada sejumlah pengguna di Amerika Serikat. Mari kita tunggu saja kehadirannya di Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



