Jaringan 4G XL Axiata Menjangkau 181 Wilayah Terpencil di Maluku dan Papua

Jakarta, Gizmologi – Operator seluler XL Axiata bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) untuk membangun infrastruktur jaringan di wilayah Timur Indonesia. Melalui skema pembangunan BTS Universal Service Obligation (USO) di 181 titik terpencil yang berada di Kepulauan Maluku dan Papua.

“Mulai Halmahera di Utara, Maluku Tengah, hingga Kepulauan Aru di Selatan. Selain itu, kami juga mulai melayani 10 kabupaten di Papua dan Papua Barat yang rata-rata memiliki medan yang sulit,” kata Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa dalam keterangannya, Senin (20/9).

Pengoperasian BTS USO yang telah dimulai dari Desember 2019 dan terus bertambah sepanjang 2020. Hal ini merupakan bagian dari implementasi komitmen XL Axiata memasuki usia 25 tahun dalam upaya Membangun Indonesia Digital.

“Semoga keberadaan ratusan infrastruktur jaringan 4G tersebut mampu mendorong produktivitas ekonomi dan memfasilitasi kebutuhan sosial warga sekitar, serta membuka keterisolasian mereka dari dunia luar,” lanjutnya.

Gede menyebutkan, 83 titik BTS USO 4G yang telah dioperasikan di Maluku Utara saat ini, tersebar di Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Kota Tidore Kepulauan, dan Kabupaten Pulau Taliabu.

Sementara itu di Provinsi Maluku ada total 39 BTS USO, tepatnya berlokasi di Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Tantangan Geografis

internet gratis xl axiata

Untuk di Propinsi Papua ada total 36 BTS USO, berada di Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Merauke. Sementara di Propinsi Papua Barat ada total 23 BTS USO, berada di Kabupaten Fakfak, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Teluk Wondama.

“Sebagian besar titik lokasi BTS USO jaringan 4G tersebut berada di area yang sangat jauh dan sulit ditempuh dari pusat pemerintahan baik di kabupaten atau pun provinsi,” ujar Gede.

Sebagai contoh BTS USO yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan masing-masing berada di Desa Sosepe dan Kelo, Kecamatan Obi Timur, Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Desa Imbu-imbu, Kecamatan Kasiruta Barat, Desa Kaireu, Kecamatan Bacan Timur, dan Desa Ocimaloleo, Kecamatan Obi Selatan.

Jarak desa-desa tersebut dari ibu kota kabupaten di Labuha, Pulau Bacan, beragam yang bisa mencapai lebih dari 100 km dan sebagian di antaranya berada di pulau lainnya. Desa Sosepe, Kelo, dan Ocimaloleo di Pulau Obi berada di lokasi yang terjauh, yaitu sekira 150 km ke Labuha, dan sekira 300 km ke Ibu Kota Provinsi Ternate, serta harus menyeberang pulau.

Tinggalkan komen