Riset Opensignal: Telkomsel Refarming Jaringan 3G untuk Layanan 4G dan 5G

Jakarta, Gizmologi – Perusahaan riset jaringan mobile Opensignal merilis laporan terbarunya seputra operator seluler di Indonesia. Terlebih Telkomsel yang telah melakukan penataan frekuensi (refarming) 3G di pita n1 (2100 MHz) untuk meningkatkan kapasitas jaringan 4G dan 5G.

Dalam analisisnya, Telkomsel mulanya mengandalkan tiga saluran downlink 5 Mhz pada Band 1 (pita frekuensi 2,1 GHz) untuk menyediakan layanan 3G di 40 kota besar di Indonesia. Pada periode itu, Telkomsel melakukan refarming jaringan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Kota Bekasi, Depok, Padang, Samarinda, Surabaya, Pekanbaru, dan lain sebagainya.

Lewat refarming Opensignal menyebutkan Telkomsel mengalami peningkatan kecepatan unduh (download) rata-rata pada jaringan 4G sebesar 16,8 persen. Sementara di bulan Agustus, kecepatan unduh rata-rata pada jaringan 4G adalah 21,6 Mbps dan pada bulan Januari hanya 18,5 Mbps.

“Hal itu memperlihatkan bahwa pembaruan spektrum, di antara faktor lainnya, berkontribusi positif terhadap pengalaman seluler pengguna,” tulis Opensignal.

Di sisi lain, kecepatan unduh rata-rata pada jaringan 3G tidak mengalami perubahan yang signifikan pada bulan Januari 2021 dan Agustus 2021 (secara absolut). Hal itu menunjukkan bahwa 5 MHz pada spektrum Band 1 cukup untuk mendukung jaringan 3G.

Implementasi 5G

Riset Opensignal

Lebih lanjut Opensignal mengatakan, upaya Telkomsel me-refarming spektrum Band 1 (2,1GHz) tak hanya bertujuan menambah kapasitas penggunaan 4G. Tetapi juga implementasi jaringan 5G yang digelar di spektrum baru pada Band 40 (frekuensi 2,3 GHz).

Sedangkan menurut catatan Opensignal, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), baru mengalokasikan sepertiga spektrum dari apa yang dibutuhkan untuk mendukung penyebaran 4G dan 5G. Hal ini mendorong para operator untuk memanfaatkan kepemilikan spektrum yang ada.

“Artinya, operator di Indonesia menghadapi tantangan dalam mematikan jaringan 3G sepenuhnya dan menggunakan kembali spektrum 3G untuk efisiensi teknologi 4G saat ini, dan untuk 5G nanti,” kata Opensignal.

Selain Telkomsel, XL Axiata dan Indosat Oreedoo telah menggelar jaringan 5G di Indonesia. Kendati tak mendapatkan jumlah spektrum baru sebanyak Telkomsel, para operator ini memakai teknologi Dynamic Spectrum Sharing (DSS) pada spektrum 1,8 GHz dan 2,1 GHz untuk menggelar layanan 5G.

Tinggalkan komen