Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Telkomsel Bayar Pajak Rp18 Triliun dan PNBP Rp6,9 Triliun

0 601

Telkomsel saat ini menjadi operator seluler terbesar di Indonesia dengan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 170 juta dan memiliki lebih dari 209 ribu BTS yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. Jumlah pelanggan yang besar, berimbas pada pendapatan yang pastinya juga besar.

Operator seluler anak perusahaan Telkom dam Singtel ini pada kuartal ketiga (Q3) 2019 membukukan pendapatan sebesar Rp 68,3 triliun. Berapa yang disetorkan ke negara? Menurut Direktorat  Jenderal Pajak (DJP), pengecekan laporan pajak Telkomsel hingga akhir tahun lalu menunjukkan perusahaan telah membayar kewajibannya pada negara hingga Rp 18 triliun.

Besarnya angka tersebut sekaligus menorehkan Telkomsel sebagai pembayar pajak terbesar di KPP Wajib Pajak Besar Empat pada tahun 2019. KPP Wajib Pajak Besar Empat sendiri meliputi Wajib Pajak BUMN yang melakukan kegiatan usaha di sektor jasa dan Wajib Pajak orang pribadi tertentu.

Direktur Keuangan Telkomsel, Heri Supriadi mengatakan, tahun lalu Telkomsel berhasil membukukan laba sekitar empat kali lipat lebih tinggi dari pesaing terdekat, sehingga berhasil menjadi penyumbang pajak terbesar dari sektor telekomunikasi. “Pencapaian ini tidak terlepas dari komitmen Telkomsel untuk terus bergerak maju mengakselerasikan negeri melalui pencapaian di berbagai sektor,” ujar Heri di Jakarta (14/01).

Baca juga:Inilah Sosok Setyanto Hantoro, Dirut Telkomsel yang Baru

Sementara itu Budi Prasetya, Kepala KPP Wajib Pajak Besar Empat mengatakan, Telkomsel tercatat berkali-kali sejak beberapa tahun terakhir menjadi pembayar pajak yang terbesar di KPP Wajib Pajak Besar Empat. “Ke depannya, saya berharap sinergi antara Telkomsel dan DJP dapat semakin kuat, karena kita memiliki core yang sama yaitu melayani publik,” ujar Budi.

Selain penyumbang pajak terbesar di sektor telekomunikasi, Telkomsel juga mendapatkan penghargaan sebagai “Penyelenggara Telekomunikasi dengan Jaringan Terluas, Quality of Service, dan Wajib Bayar PNBP Telekomunikasi Tertinggi Tahun 2019”. Pada 2019, pembayaran PNBP ke kas negara yang telah dilakukan oleh Telkomsel mencapai Rp. 6,9 Trilyun (Biaya Hak Penggunaan Frekuensi, Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi dan Kontribusi USO).

Dalam hal pengelolaan  dana USO tersebut, hingga akhir 2019  Telkomsel bersama BAKTI  mengoperasikan lebih dari 500 BTS (2G & 4G) di 251 desa sebagai bentuk komitmen mendukung pemerintah menghadirkan pemerataan jaringan telekomunikasi hingga wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar).

“Telkomsel lahir sebagai perusahaan yang konsisten berupaya memberikan manfaat bagi seluruh elemen bangsa Indonesia. Maka dari itu, penghargaan ini menjadi momentum bagi Telkomsel untuk terus tetap bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajibannya sebagai kontributor pendapatan negara untuk turut memajukan kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat,” tutup Heri.