Jakarta, Gizmologi โ Netflix mengumumkan rencana akuisisi Warner Bros dengan nilai fantastis, yakni US$83 miliar. Jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu merger terbesar dalam sejarah hiburan modern, sekaligus memperkuat dominasi Netflix di pasar yang semakin kompetitif. Namun langkah sebesar ini tentu mengundang perhatian regulator, kompetitor, hingga pemerintah Amerika Serikat.
Secara bisnis, akuisisi ini membuka peluang besar bagi Netflix untuk memperluas katalog mereka dengan ribuan film dan serial milik Warner Bros, termasuk waralaba besar seperti Harry Potter, DC Universe, hingga Game of Thrones. Tetapi di sisi lain, penggabungan dua raksasa hiburan juga menimbulkan kekhawatiran soal monopoli dan dampak jangka panjang terhadap persaingan layanan streaming.
Ketidakpastian makin terasa setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dirinya โakan terlibat dalam keputusan akhir.โ Komentarnya mengindikasikan bahwa perjalanan akuisisi ini tidak akan mudah, apalagi dengan proses regulasi yang disebut akan memakan waktu 12 hingga 18 bulan ke depan.
Baca Juga: Sedikit Lagi Netflix Akuisisi Warner Bros., Berpotensi Rugikan Industri Hiburan?
Kekhawatiran Regulator dan Pengaruh Politik

Trump secara eksplisit menyebut bahwa akuisisi senilai US$83 miliar ini menyangkut โpangsa pasar yang sangat besar,โ sebuah sinyal bahwa pemerintah bisa menaruh perhatian ekstra. Mengingat sikap pemerintahan yang kerap kritis terhadap konsolidasi industri besar, intervensi politik menjadi risiko nyata yang dapat memperlambat atau bahkan menggagalkan kesepakatan tersebut.
Di sisi regulator, fokus utama tentu pada dominasi pasar. Netflix saat ini menguasai sekitar 22 persen pangsa pasar streaming di AS, setara dengan Amazon Prime Video. Sementara itu, HBO Max, milik Warner Bros, memiliki sekitar 14 persen. Jika digabung, total pangsa pasar keduanya bisa mendekati 40 persen, angka yang berpotensi mengganggu iklim persaingan sehat.
Integrasi Katalog dan Masa Depan HBO Max
Salah satu pertanyaan terbesar adalah bagaimana Netflix berencana mengintegrasikan katalog raksasa Warner Bros. Dengan portofolio yang sangat luas, perusahaan harus memutuskan apakah akan mempertahankan HBO Max sebagai layanan terpisah atau menggabungkannya ke dalam platform Netflix. Keduanya memiliki implikasi strategis: penggabungan akan meningkatkan nilai Netflix, namun dapat memicu penolakan regulator; sementara mempertahankan dua layanan dapat membingungkan konsumen.
Selain itu, tantangan teknis dan lisensi konten juga tidak kecil. Warner Bros memiliki perjanjian distribusi global yang kompleks, sehingga transisi tidak bisa dilakukan secara instan. Di sisi lain, peluangnya besar: jika berhasil, Netflix bisa menawarkan salah satu katalog paling lengkap di industri streaming.
Kesepakatan ini masih panjang prosesnya, tetapi satu hal jelas: dunia streaming akan memperhatikan setiap langkah Netflix, Warner Bros, dan pemerintah AS dalam beberapa bulan ke depan. Jika merger ini berhasil lolos, industri hiburan global bisa memasuki era baru dengan satu pemain yang jauh lebih dominan dari sebelumnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



