YouTube Dorong Strategi Iklan Full-Funnel Lewat Kreator di Indonesia

By
Christopher Louis - Tech Journalist
3 Min Read

YouTube memperkenalkan sejumlah pendekatan baru untuk membantu brand menghubungkan aktivitas pemasaran dengan kreator hingga tahap pembelian di Indonesia. Strategi tersebut diperkenalkan dalam YouTube Festival Indonesia 2026 dan berfokus pada tiga aspek, yaitu budaya, koneksi, serta perdagangan.

Berdasarkan data Kantar yang dikutip YouTube, sebanyak 95% penonton di Indonesia menyebut YouTube sebagai platform video yang paling mereka percaya, mengungguli TikTok, Facebook, dan Instagram. YouTube juga menyebut platformnya menjangkau hampir 90% populasi online Indonesia melalui berbagai perangkat, termasuk televisi.

Kepercayaan terhadap kreator kemudian menjadi bagian dari strategi komersial YouTube. Perusahaan mengklaim 90% penonton merasa YouTube membantu mereka lebih yakin ketika mengambil keputusan belanja. Dari sisi bisnis, YouTube menyebut ROI di Indonesia 1,44 kali lebih tinggi dibandingkan Paid Social dan 1,51 kali dibandingkan Linear TV. Angka tersebut merupakan klaim berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, sehingga konteks metode pengukurannya tetap penting untuk diperhatikan.

Baca Juga: YouTube Perketat Aturan Monetisasi 2027: Syarat Jam Tayang dan Views Shorts Naik 2 Kali Lipat

Kreator Jadi Penghubung Brand dan Audiens

Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah Shorts Series, yang memungkinkan kreator menyusun video Shorts secara berurutan seperti sebuah serial. Format ini juga ditawarkan sebagai ruang bagi brand untuk mengembangkan kampanye bersama kreator dalam bentuk cerita episodik.

Mereka juga memperluas Creator Partnerships melalui fitur Open Call. Indonesia menjadi salah satu pasar pertama yang menguji fitur tersebut, yang memungkinkan brand memberikan brief melalui YouTube Studio dan menerima ide storytelling dari kreator. Konten terpilih kemudian dapat diperluas melalui Creator Partnerships Boost dengan dukungan Google AI untuk distribusi iklan berbayar.

Pendekatan tersebut memanfaatkan karakter konten YouTube yang tidak selalu berhenti menghasilkan penayangan setelah pertama kali dipublikasikan. YouTube menyebut sekitar 40% views sebuah video justru diperoleh setelah satu bulan sejak konten tayang. Bagi brand, kondisi ini berpotensi membuat integrasi produk dengan kreator memiliki umur kampanye yang lebih panjang dibandingkan konten yang sangat bergantung pada momentum singkat.

YouTube Hubungkan Konten hingga Proses Pembelian

Di sisi commerce, YouTube memperkenalkan Commerce Media Network yang memungkinkan audiens mengakses halaman checkout marketplace setelah melihat iklan melalui perangkat seperti smartphone maupun Connected TV. Konsep ini dirancang untuk memperpendek perjalanan dari menemukan produk hingga melakukan transaksi.

YouTube juga menyebut program Shopping Affiliate telah bekerja sama dengan Shopee, Blibli, Lazada, dan Zalora di Indonesia. Lebih dari 11 juta video disebut telah memiliki tag produk dari kreator. Meski demikian, semakin dekatnya hubungan antara konten, iklan, dan transaksi juga membuat transparansi mengenai konteks promosi serta hubungan kreator dengan brand menjadi semakin penting bagi audiens.

Melalui strategi tersebut, YouTube berusaha menempatkan kreator bukan hanya sebagai sumber traffic atau awareness, tetapi sebagai bagian dari perjalanan konsumen sampai tahap pembelian. Namun, efektivitas pendekatan full-funnel tetap akan bergantung pada jenis produk, kualitas konten, audiens yang ditargetkan, serta bagaimana masing-masing brand mengukur hasil kampanyenya.

Author

Christopher Louis

Tech journalist at Gizmologi. In love with gaming, tech, and Arthur Morgan


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version