Indo Premier Sekuritas resmi memperkenalkan IPOT X, generasi terbaru platform investasi mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam proses analisis saham, pemantauan pasar, hingga mengelola portofolio.
Lewat beragam fitur baru ini, perusahaan ingin membantu investor baru dan kawakan menghadapi derasnya arus informasi tentang saham yang semakin sulit diolah secara manual.
Direktur Utama Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan tantangan investor saat ini bukan lagi kekurangan informasi, melainkan terlalu banyak data yang harus diproses dalam waktu singkat.
Baca Juga: Xbox PHK 268 Karyawan, Sejumlah Studio Game Ikut Direstrukturisasi
“Problem kita apa sih sebenarnya? Manusia itu punya keterbatasan. Kita tidak bisa mengolah atau meng-handle informasi atau data yang banyak,” ujar Moleonoto saat memperkenalkan IPOT X di Jakarta, Kamis (24/6/2026).
Menurutnya, AI dapat membantu investor mengolah data historis atau secara real-time, menghubungkan berbagai informasi pasar, hingga memberikan analisis lengkap dan mudah dipahami.
“AI itu mengolah sekian banyak data informasi, data historis dan secara real-time. Setelah mengolah, dia coba connecting the dots. Kecerdasan buatan ini juga bisa menjelaskan membandingkan berbagai data,” katanya saat memaparkan IPOT X.
Fitur Andalan di IPOT X, Apa Saja?

Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah AI Screener. Berbeda dengan screener saham konvensional mengharuskan pengguna memilih parameter tertentu secara manual, AI Screener memungkinkan investor mencari saham melalui percakapan menggunakan bahasa sehari-hari.
Sebagai contoh, pengguna cukup mengetik permintaan seperti mencari saham sedang naik, memiliki transaksi ramai, dan kondisi fundamental yang sehat. AI kemudian akan menganalisis data dan menampilkan daftar saham yang sesuai.
Menurut Moleonoto, AI Screener didukung lebih dari 1.100 parameter analisis yang mencakup aspek fundamental, teknikal, kepemilikan saham, hingga berbagai metrik pasar lainnya.
“Kami percaya AI Screener adalah fitur screener pertama di Indonesia yang memungkinkan investor melakukan screening saham hanya dengan chatting,” ujarnya.
Market Radar hingga Daily Brief

Selain AI Screener, IPOT X juga memperkenalkan Market Radar mampu memindai lebih dari 900 saham di Bursa Efek Indonesia berdasarkan kombinasi faktor harga, tren, dan aliran dana.
Ada juga fitur bernama Daily Brief yang secara otomatis mengumpulkan serta merangkum berita dari berbagai sumber dianggap kredibel. Ringkasan tersebut diperbarui secara berkelanjutan begitu terdapat informasi baru yang relevan dengan suatu saham.
“Begitu informasi ada, langsung AI membaca, menganalisa dan merangkum untuk kita,” jelas Moleonoto.
AI Ringkas Analisis Teknikal

Bagi investor yang mengandalkan analisis grafik, IPOT X juga menghadirkan fitur analisis teknikal berbasis AI. Sistem akan memproses lebih dari 30 sinyal teknikal dan menyajikan ringkasan mengenai kecenderungan bullish atau bearish suatu saham.
Moleonoto mengatakan fitur ini dirancang untuk membantu investor yang belum memiliki kemampuan charting mendalam.
“AI menggunakan lebih dari 30 sinyal charting, kemudian merangkum apakah saham tersebut cenderung bullish atau bearish, lengkap dengan alasan yang mendasarinya,” ujarnya.
Selain menampilkan kesimpulan, pengguna juga dapat melihat detail indikator yang digunakan, termasuk pola candlestick, moving average, RSI, divergence, hingga level support dan resistance.
Robo Trading dan Analisis Portofolio

Di sisi transaksi, IPOT turut menghadirkan sejumlah fitur Robo Trading seperti Buy The Dip, Trailing Buy, Stop Loss, Take Profit, hingga Robo Bracket.
Melalui Robo Bracket, investor dapat menyiapkan strategi manajemen risiko sejak sebelum order beli berhasil dieksekusi. Dengan demikian, aturan stop loss maupun take profit dapat langsung aktif ketika saham berhasil diperoleh.
Sementara itu, fitur AI pada portofolio memungkinkan pengguna melihat tingkat konsentrasi investasi berdasarkan sektor maupun saham tertentu, sekaligus memperoleh rekomendasi terkait diversifikasi portofolio.
Sebagai penutup, Moleonoto menegaskan bahwa seluruh pengembangan AI di IPOT bertujuan membantu investor menghadapi semakin kompleksnya data pasar.
“Semua ini kami hadirkan supaya informasi dan data yang semakin kompleks tersedia di handphone, sehingga investor tidak perlu lagi repot karena yang bekerja bukan kita, tetapi mesin,” tutupnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

