Jakarta, Gizmologi – Meta kembali hadirkan fitur baru di WhatsApp Beta untuk diuji coba. Kali ini terkait dengan adanya Undang-Undang Pasar Digital di Uni Eropa yang diresmikan Maret 2024.
Dari UU tersebut, membuat aplikasi perpesanan ini terbuka untuk perusahaan lain. Karena undang-undang ini, WhatsApp harus memberikan dukungan untuk obrolan pihak ketiga kepada penggunanya di Wilayah Eropa.
Hal tersebut pun langsung dipersiapkan oleh perusahaan.Meta berikan fitur baru di WhatsApp Beta yang membuat kamu akan betah di satu aplikasi pesan saja meski memiliki aplikasi perpesanan lainnya.
Baca Juga: Cara Cari Pesan WhatsApp Dengan Mudah dan Cepat!
Fitur Baru di WhatsApp Beta, Notifikasi Aplikasi Pesan Lain Masuk di Satu Aplikasi
Di antara kita pasti memiliki dua atau tiga aplikasi pesan yang digunakan sesuai kebutuhan. Seringnya kita perlu untuk berpindah-pindah aplikasi bila mendapat pesan baru. Namun dengan fitur baru yang sedang diuji coba di WhatsApp Beta buat kamu berdiam di aplikasi WhatsApp saja.
Melansir Gizchina, WABetaInfo, sumber utama untuk semua hal tentang WhatsApp, mengatakan bahwa pembaruan inovatif ini sedang dalam proses. Situs ini membagikan beberapa informasi.
Salah satunya pada pembaruan terbaru, WhatsApp beta untuk Android 2.24.5.18, yang ditemukan di Google Play Store, menunjukkan bahwa WhatsApp secara aktif bekerja pada fitur interoperabilitas obrolan.
Interoperabilitas merupakan karakteristik suatu produk atau sistem untuk bekerja dengan produk atau sistem lain. Dengan begitu WhatsApp bisa menerima pesan dari aplikasi Signal atau pun yang lainnya.

WABetaInfo menunjukkan tangkapan layar bagaimana fitur baru di WhatsApp yang akan datang tersebut berjalan. Dari foto tersebut terlihat WhatsApp mengizinkan pengguna untuk membuat pilihan,
WhatsApp memberitahu dalam tangkapan layar tersebut bahwa pengguna mengirim pesan kepada seseorang di luar WhatsApp. Dengan begitu Aplikasi pihak ketiga mungkin menggunakan enkripsi ujung ke ujung yang berbeda.
Selain itu, WhatsApp juga mengingatkan bahwa bisa saja aplikasi lain akan menangani data kamu dengan berbeda atau tidak memiliki sistem keamana seperti WhatsApp.
WABetaInfo mengatakan, langkah menuju interoperabilitas ini merupakan langkah penting bagi WhatsApp dalam menyelaraskan dengan peraturan Uni Eropa dan menyediakan opsi komunikasi yang lebih fleksibel bagi pengguna.
Pengguna di Wilayah Eropa akan dapat mengobrol dengan orang lain di WhatsApp menggunakan berbagai aplikasi perpesanan, meskipun mereka tidak memiliki akun WhatsApp.
Digital Markets Act (DMA) sebelumnya mencap WhatsApp sebagai aplikasi gatekeeper. Dengan begitu WhatsApp perlu melakukan perubahan dalam aplikasinya.
DMA dikatakan menaruh perhatian besar pada aplikasi WhatsApp di iPhone. Alih-alih menghadirkan di iOS, WhatsApp malah melakukan perubahan di versi Google.
Adapun perubahan atau fitur baru di WhatsApp Beta ini bisa membuat perubahan yang besar pada aplikasi WhatsApp. Selain itu untuk kehadirannya di iOS atau pun Android pastinya perusahaan juga telah memikirkan timeline peluncuran fitur itu sendiri.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




