Jakarta, Gizmologi – Menurut studi MarketWatch, terlihat bahwa Google Maps menjadi aplikasi navigasi populer. Kita sering kali melihat banyak orang yang masih memperbandingkan perangkat Android dan Apple.
Padahal meski pembelian Apple bertambah di tiap tahunnya, produk yang digunakan masih berasal dari Android. Studi ini selain menyebut Google Maps sebagai aplikasi navigasi populer juga memberitahukan jumlah pengguna dari aplikasi sejenis termasuk Apple Maps.
Pembelian Apple atau iPhone yang meningkat tercatat di negara Amerika Serikat, melansir Android Central. Laporan tahunan menemukan bahwa pengguna Android secara konsisten beralih ke iOS setiap tahun. Meskipun lebih sedikit pengguna Android yang membeli iPhone pada tahun 2023, yaitu 13% dari semua pembeli iPhone berasal dari perangkat Android.
Baca Juga: Apple Coba Gandeng Google, Hadirkan Gemini AI di iPhone
Google Maps Menjadi Aplikasi Navigasi Populer Mengalahkan Apple Maps dan Waze

Aplikasi navigasi membantu orang menemukan tempat tujuan mereka, namun aplikasi ini juga menyediakan fungsi lain berkat pendeteksi keramaian lalu linta. Aplikasi dapat memberi tahu pengemudi tentang bahaya, penutupan jalan, kecelakaan, dan jebakan kecepatan.
Studi MarketWatch ini berfokus pada hal yang terakhir dan bagaimana aplikasi navigasi membantu pengemudi menghindari tilang. Para peneliti mempelajari 1.000 orang di Amerika Serikat, yang memberikan wawasan tentang kebiasaan mengemudi mereka terkait jebakan kecepatan dan bagaimana aplikasi navigasi berperan.
Google Maps menjadi aplikasi navigasi populer yang mengalahkan aplikasi navigasi lainnya dalam hal penggunaan. Studi ini menemukan bahwa 70% orang menggunakan Google Maps, sebagian untuk membantu mendeteksi dan menghindari jebakan kecepatan.
Waze, yang juga dimiliki oleh Google, berada di posisi kedua dengan tingkat penggunaan 27%. Apple Maps berada di posisi ketiga, tepat di belakang Waze, dengan 25% responden mengatakan bahwa mereka menggunakan aplikasi navigasi milik Apple. Secara keseluruhan, MarketWatch mengatakan bahwa 34% orang pernah diperingatkan oleh salah satu aplikasi navigasi populer tentang jebakan kecepatan setidaknya satu kali.
Tentu studi ini tak membuat aplikasi navigasi tersebut berhenti berinovasi menghadirkan fitur atau update maps yang lebih memuaskan. Ketiganya juga bisa dibilang populer karena digunakan oleh banyak orang, Tiap aplikasi navigasi populer memiliki tampilan antarmuka yang mungkin bisa jadi faktor penggunaan aplikasi tersebut oleh pengguna.
Selain itu, pengguna iPhone cukup banyak di AS. Dengan semua itu, ini menunjukkan bahwa pengguna iPhone tidak menggunakan aplikasi Apple Maps yang sudah ada di dalamnya dan memilih Google Maps, berdasarkan hasil laporan MarketWatch. Dengan menggabungkan pengguna Waze dan Google Maps, mayoritas orang di AS menggunakan Google untuk navigasi.
Google Maps Akan Hadirkan Tanda Pengisian Listrik untuk Mobil EV

Pada versi 111.15.103 Google Maps untuk Android, ada petunjuk bahwa Google menambahkan kemampuan untuk menampilkan informasi stasiun pengisian daya listrik.
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di dalam Google Maps hadir dengan nama Plug and Charge. String yang ditemukan dalam pembongkaran APK memiliki beberapa referensi ke Plug and Charge.
Teknologi Plug and Charge pada dasarnya adalah bentuk pengisian daya mobil listrik yang disederhanakan. Teknologi ini memungkinkan kamu untuk menggunakan stasiun pengisian daya tanpa perlu membuka aplikasi atau mengeluarkan kartu pengisian daya. Mobil EV itu sendiri yang akan menangani proses pembayaran dan memulai pengisian daya.
Referensi dalam pembongkaran APK menunjukkan bahwa Google sedang mengerjakan fitur tersebut. Ini mungkin akan segera masuk ke versi beta dengan pembaruan yang akan datang.
Namun sekali lagi, perlu diingat bahwa ada kemungkinan fitur tersebut tidak akan ditambahkan ke versi stabil Google Maps. Secara umum, APK dapat memiliki serangkaian fitur yang berfungsi, yang tidak dijamin untuk sampai ke rilis publik. Kasus ini bisa jadi sama untuk fitur lokasi EV Plug and Charge.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




