Jakarta, Gizmologi – Google meningkatkan kemampuan Artificial intelligence (AI) agar bisa menguraikan resep yang dituliskan dokter. Mengingat tidak semua pasien maupun orang bisa membaca dan memahami catatan maupun resep dari dokter.
Dalam sebuah konferensi tahunannya di India belum lama ini, Google akan bekerja sama dengan apoteker untuk mencari cara menguraikan tulisan tangan dokter, melalui fitur terjemahan Google AI.
“Kami hari ini mengumumkan model pembelajaran mesin dan AI canggih yang dapat mengidentifikasi dan bahkan menyorot obat-obatan dalam resep tulisan tangan,” ungkap Google seperti dikutip dari Tech Crunch, Jumat (23/12/2022).
Untuk saat ini fitur tersebut masih dalam tahap pengembangan atau prototipe penelitian dan belum siap untuk umum. Kendati demikian, Google AI ini memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar resep atau mengunggahnya dari galeri foto.
Teknologi serupa yang sudah diterapkan melalui Google Lens. Di mana alat pengenalan objek multiguna berbasis AI yang dapat digunakan untuk mendeteksi objek (seperti produk, tumbuhan, atau spesies hewan) dan menerjemahkan bahasa.
Baca Juga: Google Doodle Ikut Gregetan Final Piala Dunia 2022
Tulisan Resep Dokter yang Sulit Dibaca
We’ve started working on the complex process of identifying what’s written on medical prescriptions by building an assistive model to digitise it, using AI, for medical healthcare professionals.#GoogleForIndia pic.twitter.com/XD8YwJ6HBr
— Google India (@GoogleIndia) December 19, 2022
“Ini akan bertindak sebagai teknologi bantuan untuk mendigitalkan dokumen medis tulisan tangan dengan menambah manusia dalam lingkaran seperti apoteker, namun tidak ada keputusan yang akan dibuat hanya berdasarkan keluaran yang disediakan oleh teknologi ini,” tulis Google dalam sebuah pernyataan.
Aplikasi Google Lens sudah dapat digunakan untuk menyalin catatan tulisan tangan secara digital, meskipun, fitur tersebut bergantung pada seberapa terbaca tulisan tangan tersebut. “Sementara sistem ini sedang dalam pengembangan, kami berharap dapat membagikan lebih banyak pembaruan pada peluncurannya yang lebih luas,” imbuhnya.
Terlepas dari fitur terjemahan AI ini, alasan paling umum kenapa tulisan tangan resep dokter tidak bisa terbaca oleh pasien dikarenakan kerahasiaan dalam catatan medis. Hal ini memungkinkan hanya tenaga kesehatan maupun apoter yang dapat membaca dosis dan jenis obat untuk pasien.
Kendati demikian, sudah banyak dokter beralih ke rekam medis elektronik untuk mengurangi kesalahan pembacaan, bahkan untuk resep. Beberapa negara bahkan secara hukum mewajibkan dokter untuk mengirimkan resep secara elektronik, alih-alih melalui slip tulisan tangan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




