Jakarta, Gizmologi – Platform kripto exchange, PINTU menghadirkan fitur baru yakni, Limit Order dan Auto Dollar Cost Averaging (DCA). Kehadrian fitur tersebut memudahkan pengguna, khususnya investor saat melakukan perdagangan aset kripto.
Dikatakan Founder & CEO Pintu Jeth Soetoyo, penambahan dua fitur baru tersebut untuk memberikan fleksibilitas dan kemudahan user saat melakukan perdagangan aset kripto. Kedua fitur ini sudah bisa digunakan user Pintu sejak September 2023.
“Limit order dan Auto DCA bisa dimaksimalkan oleh trader atau investor dalam mengatur strategi investasi untuk menghemat waktu,” kata Jeth dalam keterangannya, Rabu (18/10/2023).
Dijelaskan Jeth, fitur limit order dapat digunakan untuk membeli atau menjual aset dengan harga yang diinginkan penggunanya secara otomatis, ketika harga aset sudah sesuai dengan pesanan yang ditentukan. Sedangkan fitur Auto DCA merupakan pengembangan dari fitur sebelumnya yang hanya berfungsi sebagai reminder saja.
Melalui fitur Auto DCA, user Pintu akan bisa melakukan nabung rutin dengan melakukan pembelian aset kripto secara otomatis, harian, mingguan, hingga bulanan. “Fitur Auto DCA dapat dimanfaatkan untuk meminimalisir dampak volatilitas harga dan memungkinkan user untuk mengakumulasi aset kripto pilihan dari waktu ke waktu,” ujar Jeth.
Baca Juga: Diunduh 6 Juta Kali, PINTU Makin Agresif Genjot Investasi Kritpo di Indonesia
Fitur Limit Order aset kripto di Aplikasi PINTU

Lebih lanjut, aplikasi Pintu terus bertransformasi menjadi platform jual beli dan investasi aset crypto sekaligus dompet crypto dengan berbagai fitur unggulan. Adapun kedua fitur tersebut hadir dalam pembaruan aplikasi Pintu pada versi 3.34.0.
Terlebih saat ini PINTU menerima perdagangan token meliputi, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Pintu Token (PTU), Binance Coin (BNB), Gala (GALA), Livepeer (LPT), Synthetix (SNX), Aptos (APT), REN (REN), Ripple (XRP), Dogecoin (DOGE), Alchemy Pay (ACH), Compound (COMP), Bounce (AUCTION), Curve (CRV), Litecoin (LTC), Polygon (MATIC), Lido DAO (LDO), dan ratusan token lainnya.
“Meskipun dalam setahun terakhir pasar kripto mengalami fase bear market, Pintu terus fokus mengembangkan produk untuk mendukung investor Indonesia,” pungkasnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




